Awalnya aku pikir mencari bis menuju Deokjin Park akan mudah kutemukan, terutama saat aku sudah sampai di salah satu perhentian bis. Ternyata aku salah (lagi). Walaupun akhirnya aku menemukan perhentian bis, dengan sisi yang tepat menuju taman itu, bahkan sampai saat aku menuliskan ini, aku masih tidak yakin saat itu adalah perhentian yang tepat karena selama hampir satu jam aku menunggu, tidak ada tanda-tanda bis dengan nomor yang kuinginkan lewat. Karena keterbatasan bahasa dan tidak mau ditarik lagi oleh siapapun, walaupun akhirnya benar, aku memutuskan untuk mengambil jalan kembali ke rumah host-ku, mengingat langit sudah semakin gelap dan aku tidak berani mengambil resiko tersesat di malam hari. Itu buruk bagiku.

Dengan terpaksa aku mengucapkan sampai kesempatan lainnya kepada Deokjin Park sambil melangkah kembali. Ya, selalu ada pilihan kembali ke rumah. Namun sebelum aku benar-benar pulang, kuputuskan untuk singgah di sebuah jalan yang sebelumnya kulewati dan ramai dengan pengunjung.

Ternyata ini adalah suatu pusat perbelanjaan besar di Jeonju, sisi kiri kanan jalan penuh jajaran toko dari makanan, pakaian, aksesoris. Sangat beragam dan ramai. Hati ini akhirnya terhibur kembali. Yang paling menarik minatku, seperti biasa adalah toko-toko aksesoris lucu dan juga jajanan di pinggir-pinggir jalan.

IMG_3429Dan ternyata lagi, di sepanjang jalan masih ada sisa-sisa Jeonju International Film Festival. Oh, ternyata aku terlambat beberapa hari dari festival paling bergengsi dan terkenal di Jeonju. Maybe next time.

IMG_3406Setelah mencoba beberapa jajanan pinggir jalan, singgah sebentar di toko buku yang menurutku sangat menarik karena juga menyediakan tempat untuk membaca. Aku butuh toko butuh seperti ini di Indonesia.πŸ˜€

IMG_3421Puas berkeliling, berputar di pusat perbelanjaan ini walau tidak membeli apapun selain makanan, akhirnya aku memutuskan benar-benar kembali ke rumah host-ku melalui jalan yang melewati Gaeksa yang sempat aku singgahi sebentar sebelumnya.

IMG_3415Disebutkan bahwa Gaeksa yang kini banyak digunakan sebagai titik pertemuan merupakan bangunan bersejarah yang digunakan sebagai akomodasi bagi tamu-tamu resmi pemerintahan pada masanya. Beberapa ritual kerajan dilakukan di kompleks yang di bangun pada tahun 1471. Ini adalah salah satu simbol Jeonju yang mungkin tidak semegah bangunan lainnya, tetapi lokasinya strategis dan sayang untuk dilewatkan.

P1050695Gaeksa juga yang mengakiri jalan-jalanku di Jeonju. Semoga suatu saat bisa ke kota ini lagi.