Jeonju Bibimbap

Bicara tentang Jeonju, akan susah dipisahkan dari salah satu makanan local yang sedang naik daun di berbagai belahan dunia, yaitu Bibimbap. Coba saja ceritakan bahwa teman pejalan akan berkunjung ke Jeonju, sebagian besar dari mereka akan langsung menyarankan untuk mencoba Bibimbap. Bahkan seakan menjadikan itu suatu hal yang sangat berkaitan erat dengan Jeonju, setiap tahunnya (aku lupa tepatnya) diadakan festival Bibimbap. Bayangkan dibuat festival khusus untuk makanan yang satu ini. Aku tidak mempelajari secara khusus apa yang membedakan Bibimbap Jeonju dan daerah lainnya, setidaknya Sokcho mengumbar bahwa Bibimbap mereka terbuat dari bahan fresh pegunungan yang mengitari Sokcho.

Jadi, keberangkatan aku ke Korea Selatan akhir Oktober 2018, aku dan temanku bela-belain untuk ke Jeonju hanya untuk menikmati ketenaran Bibimbapnya. Bisa dibayangkan, beberapa sebelum ke Jeonju, kami sangat niat menolak mengkonsumsi bibimbap hanya demi mengetahui rasa Bibimbap di daerah yang terkenal.

Jadilah satu hari yang kami siapkan khusus untuk berkunjung ke Jeonju. Setibanya kami di Terminal Bus Express Jeonju, dengan kacamata kuda, kami langsung menuju satu restoran yang lokasinya berdekatan dengan pusat wisata di Jeonju.

Tidak mudah menemukan restoran spesialis Bibimbap ini karena namanya masih tertulis dalam Hangul. Acuan kami hanyalah menyamakan karakter restoran yang sudah kami simpan sebelumnya. Untungnya dalam panas terik siang hari itu, setelah beberapa menit berjalan, restoran itu kami temukan.

Naik ke lantai 2, kami langsung masuk ke restoran yang lumayan lapang dan sebagian kursinya sudah terisi. Sebagian besar adalah kelompok paruh baya. Dengan komunikasi isyarat, bercampur bahasa inggris dan korea sepatah dua patah kata, akhirnya kami berdua diarahkan ke suatu posisi kursi di tepi, untuk berdua.

IMG_20180912_120938

Pesanan kami sudah jelas, full course bibimbap.

Hanya beberapa menit kami duduk, bergantian diletakkan di meja kami, side dishes. Sajian itu sangat menggiurkan dan banyak. Dari sajiannya saja, aku piker sudah bisa sangat kenyang. Aku menghitung total compliment ada 12 macam. Tertata rapi dan warna-warna yang cantik dan menyegarkan mata.

IMG_20180912_121013

Setelah berselang lagi beberapa menit (kurang dari 5 menit) akhirnya tersajilah menu utama yang sudah kami dambakan beberapa hari, Bibimbap disertai dengan sup kecambah yang bening.

IMG_20180912_121307Sesi foto berlangsung dengan cepat, setelah itu kami mencampurkan pasta ke dalam mangkok bimbimbap.

IMG_20180912_121329Porsi yang tidak sedikit itu, kami habiskan dalam waktu sekitar 30  menit, berselang seling mecicipi side dishes, sambil meminta tambah bagian yang kami suka. Yang special lagi dari restoran ini adalah menu sop telur yang porsinya juga gak kecil dan meleleh di mulut. Sangat memuaskan untuk keseluruhan menu, baik porsi, menu pendamping, dan setiap rasa yang disajikan. Sebanding dengan harganya yang memang diatas rata-rata.

Oh iya, saat kami sedang makan, restoran ini semakin bertambah ramai pelanggan. Bahkan setiap meja terisi. Sepertinya memang restoran ini sudah populer dikalangan penduduk setempat.

Terbayar lunas sudah keinginan makan bibimbap di Jeonju.

Ngobrol yuks.. ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s