Berikutnya adalah Gyeonggijeon Hall (경기전 정전) yang berhadapan dengan Jeondong Catholic Cathedral (전주 전동성당) di bagian utaranya. Seperti  situs-situs sejarah lainnya di seluruh Korea Selatan, Gyeonggijeon ini terdaftar sebagai No. 339 berfungsi sebagai penyimpanan foto dari King Taejo Yi Seong-gye, pendiri Dinasti Joseon. Awalnya Gyeonggijeon merupakan bangunan besar dengan beberapa bangunan disekitarnya, yang sebagian musnah pada masa pendudukan Jepang dan menyisakan Stupa plasenta dari King Yejong.

Gyeonggijeon 1Gyeonggijeon 4Daya tarik utama dari Gyeonggijeon Hall adalah bentuk bangunan traditional khas Korea yang tersisa dan dirawat baik, sehingga menjadi tempat lokasi pembuatan beberapa drama kolosal. Yang kemudian menarik pengunjung baik lokal maupun non-lokal untuk mengabadikan diri dengan lokasi-lokasi setting drama-drama favorit mereka.

Gyeonggijeon 2Waktu saya ke sana saja, ada satu lokasi jalur yang kanan-kirinya ditumbuhi bambu, tidak luas, hanya saja cukup menarik para pengunjung untuk mengantri mengambil gambar dari berbagai posisi, bahkan saya sempat mendapat pandangan tajam dari dua wanita yang sedang sibuk mengambil gambar dengan hanbok yang cantik. Entah karena saya mengganggu sesi pemotretan mereka atau karena mereka merasa terganggu saya memotret lokasi di mana mereka ber-pose, entahlah tatapan mereka sangat tidak mengenakkan saat itu.

Gyeonggijeon3Yang cukup menarik perhatian lagi adalah artefak, arsip-arsip sejarah, dan Royal Potrait Museum. Dari luar tampak seperti bangunan traditional tua khas Korea, tetapi setelah masuk, museum ini cukup menarik dan nyaman. Dilengkapi dengan pengatur suhu ruangan.

Gyeonggijeon 3Gyeonggijeon 5Sesuai namanya, museum ini berisi kumpulan foto raja-raja yang pernah berkuasa di Korea Selatan dan masa pemerintahannya. Yang menarik buat saya pribadi adalah informasi tentang warna baju yang digunakan oleh para raja tersebut saat dibuat lukisannya, walaupun bila ditanya sekarang saya sudah lupa apa saja dan siapa saja. (memang saya cukup aneh).

Untuk bisa menikmati itu semua, pengunjung diharuskan membayar ₩3.000.

informasi tambahan dari sini:

Operating Hours

09:00-19:00

Summer (Jun-Aug) closes at 20:00

Winter (Nov-Feb) closes at 18:00

※ Last admission: 1 hour before closing

Parking Facilities

Not available (Please use the Public Parking Lot at the Hanok Village)

Parking Fees

[Public Parking Lot at Hanok Village]

1,000 won for the first 30 minute / 500 won for each additional 15 minutes

12,000 won for one-day parking pass

Admission Fees

Individuals – Adults 3,000 won / Teenagers 2,000 won / Children 1,000 won

Groups – Adults 2,500 won / Teenagers 1,500 won / Children 500 won

* Groups: 20 people and more.

* Adults (ages 19-64), Teenagers (ages 13-18), Children (ages 7-12)

* Free admission on Jan 1, Seollal (Lunar New Year’s Day), Chuseok (Korean Thanksgiving Day), Independence Movement Day (Mar 3), Liberation Day (Aug 15)

Interpretation Services Offered

[Explanation about Gyeonggijeon Shrine]

Available in English, Japanese, and Chinese

* Time: 11:00, 14:00

* Japanese and Chinese language services are available on Saturdays and Sundays only.

Pets

Not permitted