Kata ‘terakhir’ dalam setiap perjalananku atau liburan biasanya mempunyai kekuatan magis untuk menambah energy yang tadinya aku pikir sudah tak bersisa setelah seharian penuh di pakai berjalan dan berkeliling. Begitu juga dengan malam terakhir di Jeonju. Kata “malam terakhir” seolah menjadi tambahan tenaga yang banyak terkuras sedari pagi berkeliling di beberapa lokasi, belum lagi yang terkuras karena sedikit mendapat shock theraphy oleh ahjumas.

Waktu telah menujukkan pukul 21:30, saat aku dan host-ku yang sangat baik hati selesai menikmati kopi malam kami. Kemudian dia melanjutkan aktivitas lain, sedangkan aku di rumah sendirian.

P1050709Karena tidak ingin melalui dengan hampa, akhirnya kuputuskan untuk keluar rumah sendiri, tanpa arah yang jelas. Yang terbayang di otakku saat itu adalah beberapa jalan yang pernah kulalui dan dipenuhi dengan jajaran restauran dan toko-toko makanan. Aku berniat sekali lagi mencari bibimbap (비빔밥) yang belum sempat kunikmati di kota yang terkenal dengan bibimbap-nya. Aku mengabaikan saat itu sudah lewat jam makan malam.

P1050712Dalam dinginnya hati hembusan angin malam di musim semi di Jeonju, kucoba melewati kembali jalan-jalan tadi, ada 3 jalan dengan arah yang cukup berbeda. Namun sayang sungguh sayang, tak ada satupun restoran yang menjual bibimbap. Kuputuskan dengan cepat untuk mengganti pilihan dengan ayam goreng yang terkenal di Korea Selatan.

Ada beberapa restaurant yang terbuka, nah, kali ini sayangnya aku terlalu pengecut untuk makan sendiri karena umumnya ayam goreng yang biasanya ukurannya pas untuk cemilan malam ini disajikan untuk lebih dari satu orang. Bisa dinikmati sendiri, tetapi pastinya akan terasa hampa.

Jadi kuputuskan untuk melewati semua restaurant yang ada, sampai akhirnya hampir jam 11 malam saat akhirnya aku sadar bahwa rasa malu tidak akan membawaku ke mana-mana. Jadilah aku memilih satu tempat yang tinggal satu-satunya terbuka malam itu. Dan sayangnya, semua ayam sudah habis, hanya menyisakan menu lain dan aku tidak tertarik. Dengan perut dan tangan hampa kutinggalkan restaurant terakhir dan kembali menuju rumah.

Karena tak ingin pulang dengan semua kehampaan itu, kuputuskan untuk akhirnya membeli roti di sebuah toko kecil yang dari luar terlihat menarik. Dan memang saat masuk toko itu dipenuhi oleh berbagai pilihan roti yang menarik dan menggoda. Dan sepertinya sebagai pelaggan di sisa-sisa hari, aku mendapat bonus.

P1050710Roti sudah ditangan, kurang lengkap rasanya tanpa ada minuman pendamping. Mengingat aku sedang di Jeonju, maka yang kupilih saat itu adalah makgeolli (막걸리). Bukan pasangan yang tepat memang, tetapi setidaknya aku mencicipi salah satu yang khas di Jeonju.

IMG_3451Sampai rumah, tak menunggu lama, maekgolli kusandingkan dengan roti-roti tadi, walau bukan pasangan, ternyata masih enak juga, apalagi di malam yang semakin terasa dingin. Oh. Setelah beberapa menit sendiri, dan tidak ada tanda-tanda kedatangan host-ku, kuputuskan untuk menyudahi saja malam itu. Besok pagi aku harus bangun pag untuk mengejar bis ke Gunsan Airport.

Advertisements