Ingat gak dulu aku pernah berbagi tentang beberapa tempat di Seoul yang asik untuk menghabiskan akhir pekan dengan dana terbatas, atau bahkan gak perlu sama sekali. Salah satu tempat itu Seoul Forest, yang berada di tengah kota Seoul. Aku Setelah perjalanan ke tiga ke ibukota Negara Ginseng itu, akhirnya aku mau juga mengunjunggi Seoul Forest.

Alasan menunda-nunda ke Seoul Forest adalah namanya, hutan. Sebagai orang Kalimantan, dengar kata hutan bukanlah hal yang luar biasa. Kita loh orang hutan, jadi aku pikir, ngapainkan yah jauh-jauh ke Korea Selatan kalo hanya berkunjung ke hutan, udah gitu buatan pulak. Kita loh (lagi-lagi) hutannya diagung-agungkan sebagai salah satu paru-paru dunia. Why artifial one?

Tapi, oh tapi akhirnya aku ke sana juga karena waktu itu aku dan teman sekamarku, eh maksudnya yang kamarnya aku tumpangi selama di Seoul, selalu berusaha menghabiskan akhir pekan bersama. Berhubung aku pengangguran dan dia mahasiswa, kami hanya bisa pergi ke tempat-tempat tak berbayar atau modal minim, jadilah Seoul Forest. Selain gak bayar, waktu itu kami diiming-imingi pemandangan Seoul Forest di musim gugur yang bakal cucok banget dipajang di IG kami. Dan, di sanalah kami dengan berbekal tiket kereta dari stasiun terdekat rumah kami ke stasiun Seoul Forest dan juga berbekal sedikit gincu yang kalo di foto tetap terang benderang dan gak akan luntur untuk seharian (hei, kami mau pajang-pajang tuh foto).

Mungkin hanya sekitar 10 menit dengan kereta, kami akhirnya sampai di pintu utama Seoul Forest. Puji Tuhan, terimakasih ya Gusti, masuk ke sana tak perlu membayar apapun. Cukup niat untuk menikmati hutan buatan, tidak membuang sampah atau mengotori hutan, dan juga tidak merusak apapun yang ada didalamnya. Mudahkan yah. Norak aja gak dilarang loh (sambil ngaca).

P1080894Dari pintu masuk, sudah disuguhkan aura-aura musim gugur yang kuat. Entah kenapa daun-daun coklat yang menemenuhi jalan saat itu terlihat cantik, padahal mungkin yah, bila daun-daun coklat itu dari pohon sukun, jambu, atau manga depan rumah, pasti (alm) nyokap udah ngomel-ngomel minta disapu bersih dan dibakar. Iyah, kami masih membakar sampah dedaunan di Sangatta.

P1080900Selain dedaunan yang membuat Irina kaget karena kenorakan aku yang gak kapok-kapok berhenti memotret daun jatuh di setiap sudut, dan kadang-kadang menyelipkan sepatu boots andalan dalam bingkai, hal yang banyak lainnya adalah pasangan. Da*n! Satu dari sedikit hal yang bikin aku selalu sesak di dada kalo ke Korea Selatan, terutama Seoul.

Pasangan-pasangan yang banyak lengkap dengan cute couple thingy mereka. Yang seolah-oleh bergandengan tangan dan bersenda gurau lucu dan manja itu gak cukup menproklamasikan hubungan mereka (biasa, penulis punya maslah dengan pasangan).

P1080878Melewati ribuan pasangan yang ingin mengabadikan keelokan musim gugur, kami akhirnya masuk ke Seoul Forest dan mulai menjajaki beberapa jalan yang disediakan. Ada beberapa pilihan jalan dengan pemandangan pilihan juga. Berhubung musim gugur, aku dan Irina memutuskan hanya melewati jalan yang penuh dengan pohon-pohon yang berubah warna kuning atau merah di musim gugur, aku lupa bahasa Indonesia dan Korea untuk yang berwarna kuning, tapi di Jepang disebut pohon ginko dan satunya pohon maple.

P1080891Di Seoul Forest sendiri ada beberapa tempat yang disediakan untuk kegiatan outdoor anak-anak. Berhubung kami gak bersama anak-anak, jadi kami juga gak mencoba. Selain menjadi tempat akhir pekan untuk keluarga, beberapa orang juga berolahraga sepeda dan lari-lari (bukan dari kenyataan yah, ini basi banget). Intinya kami melewati semua itu dan hanya berfoto-foto di beberapa titik yang lumayan menarik karena ternyata oh ternyata, saat itu belum puncak perubahan warna.

Puas dengan berfoto-foto kami memutuskan untuk keluar, menuju tempat lainnya untuk makan siang. Sebenarnya di dalam Seoul Forest ada tempat jualan makanan dan jajanan, hanya saja seperti biasa, kami tidak pernah tertarik jajan di tempat wisata. Masalah harga dan selalu sudah punya daftar di luar.

P1080933

Di pintu keluar, tepat di ruang yang serasa lebih lapang karena tidak ada pohon-pohon besar selain yang mengelilingi daerah lapang itu, ternyata sudah diramaikan dengan pemandangan orang-orang yang piknik. Piknik sepertinya menjadi salah satu kegiatan favorit warga Seoul, terutama bila cuaca cerah. Saat itu memang hitungannya cerah walaupun angin cukup kencang, apalagi angin kerinduan pada abang lebih kencang lagi, namun tidak menyurutkan keinginan untuk piknik. Nah curi-curi lirik, mereka banyak membawa gimbap (ini idola banget memang untuk piknik), di tikar-tikar mereka, aku melihat banyak botol-botol bir merk lokal (yang enak itu) dan botol-botol soju (entah kenapa kalo lihat botol soju dan bir tergeletak rasanya…).

Berhubung oh berhubung lagi kami gak niat juga piknik, akhirnya kami benar-benar meninggalkan Seoul Forest. Dan tepat sebelum naik menuju stasiun terdekat, aku dan Irina mampir sebentar ke Understand Avenue yang ada di depan Gerbang Seoul Forest.

P1080943Sangat berbeda dengan suasana dan pemandangan yang ada di Seoul Forest didekatnya, Undersatand Avenue yang mungkin menempati ruas jalan tidak lebih panjang dari 100 meter ini memberikan pemandangan kontras yang sangat menarik. Sisi kiri kanan jalan yang dikhususkan buat pejalan kaki ini berisi toko-toko seragam dari container yang disulap menjadi toko-toko unik dengan warna-warna dan lukisan dinding yang cerah, imut, dan menarik.

Tambahan lagi, jajaran toko-toko itu menawarkan dagangan yag menarik, dari souvenir-sovenri buatan tangan yang cute hingga tempat-tempat jajanan yang memanggil-manggil untuk didatangi. Walaupun lagi kami tidak juga tergoda untuk membeli emngingat daftar restoran di tangan kami lebih kuat memanggil.

Dan berakhirlah perjalanan ke Seoul Forest aku dan Irina setelah puas berfoto-foto dan melihat-lihat.

Gimana, cukup menarik gak buat biaya seadanya? Atau ada pengalaman lain di Seoul?

P.S Talent Irina (@irkas94)

Advertisements