Yeah, setelah perjalanan dengan bus, takjub dengan ahjumma angkat satu kaki di bus, menikmati pemandangan segar di jalan, menanti host baruku yang berbadan tinggi besar dan ramah, menyapa Barry, dan melewati satu purnama malam, akhirnya tiba saatnya untukku keluar dan menyapa beberapa bagian di kota Jeonju yang kupilih secara cepat di malam hari dari peta gratis yang kuambil di terminal kecil saat tiba. Tidak banyak memang yang bisa kulakukan dalam sehari, mengingat tanggal 18 Mei 2016, aku sudah memiliki tiket untuk terbang ke Jeju dari Gunsan, yang baru kutahu malam itu, merupakan kota terpisah dari Jeonju. Ah, baiklah lupakan Gunsan sementara. Hari ini adalah hari Jeonju. Pilihanku hari itu adalah Jeonju Hanok Village, Gaeksa, dan DeokJin Park. Tidak banyak memang karena aku lebih mengharapkan menikmati variasi makanan di Jeonju ini, terutama, sekali lagi bibimbap dan juga chimaek (치맥) yang sudah kuinginkan sejak di Seoul, namun tidak berhasil dipenuhi sampai aku ke Jeonju.

IMG_3345Rupanya di pagi aku memulai hari, ada harga yang harus dibayar olehku. Harga yang sesuai saat kamu tidak mempersiapkan sebuah perjalanan; tidak merencanakan apa yang akan di tuju dengan matang, bagaimana, apa saja yang akan dilihat di sana, dan berapa uang yang akan kamu keluarkan nanti. Kehilangan waktu sekitar 1 jam di terminal bus karena tidak yakin dengan arah, walaupun di malam sebelumnya David sudah memberitahu dengan jelas arah dan bis mana yang harus kuambil untuk pergi dan pulang tempat tujuan.

IMG_3372Dan akhirnya masalah kehilangan arahku di selesaikan oleh seorang ahjumma yang dengan semangatnya menanyakan aku hendak ke mana dari mana, dan kemudian menarikku untuk ikut masuk ke bis bersamanya. Kemungkinan dia melakukan itu karena lelah melihatku yang tidak berhenti bergantian melihat peta dan rute bis yang semuanya tertulis dengan karakter Hangul. Jangan dikira aku bisa berbahasa Korea, perbincangan dengan ahjumma menggunakan dua bahasa berbeda dan disertai bahasa tubuh yang lebih banyak membantu. Herannya, saat itu aku merasa mengerti apa yang dikatakan ahjumma dan demikian sebaliknya karena dibalik ketiadkyakinanku dengan semua yang terjadi, aku tetap mengikuti ahjuma dengan rute yang berlawanan dengan yang sudah kupelajari malam sebelumnya. Pikirku saat itu, sudahlah tersesatpun pada akhirnya aku akan menelpon David kembali atau sesial-sialnya mengeluarkan biaya lebih untuk taxi.

IMG_3371Walaupun aku sudah berfikir pasrah di awal, tetap saja 30 puluh menit di dalam bis dengan ahjumma, aku selalu disertai perasaan khawatir, khawatir bahwa baik ahjumma dan aku sama-sama salah mengartikan maksud kami masing-masing. Kekhawatiran yang bertambah saat kami berdua harus turun lagi dan berganti bis, kemudian bertemu dengan sekelompok ahjumma yang kekuatannya dan suaranya lebih ekstrim dari ahjumma pertama. Dan ternyata, dari ahjumma 1, aku dititipkan ke ahjumma 2. Aku tak punya daya untuk menolak saat itu, entah mengapa. Sepertiny benar kata mereka, “ahjumma punya kekuatan yang tidak bisa kamu lawan.” Atau aku hanya tersugesti? Entahlah, aku mengikuti saja, sambil resah dan sedikit rishi dengan pandangan penumpang lain yang sebagian besar adalah para lansia, yang menatapku. Belum lagi di tambah ahjumma 2 yang seperti mengumumkan keberadaanku kepada semua penumpang bis. Oh, 아줌마 ~~~ 어떻게요??

IMG_3379Perasaan yang berlangsung selama sekitar 30 menit lagi. Sampai akhirnya, ahjumma menyuruhku turun di terminal bis kecil, sambil sedikit mendorongku yang mungkin terlihat olehnya ragu. Dari ekspresi wajahku. Akhirnya kuturuti juga turun dan betapa kagetnya aku karena aku tiba tepat di daerah yang kutuju, berbeda dengan rute yang kupelajari malam sebelumnya dari David, bahwa aku akan berhenti di terminal yang membutuhkanku untuk berjalan kaki sekitar 10 menit lagi untuk sampai di Hanok Village. Oh, saat mengetahui itu, aku tersenyum dan dalam hati berterima kasih dengan semua ahjumma yang sudah menarik dan mendorongku ke dalam dan dari bis. Walaupun saat di tarik dan di dorong turun naik bis, aku sudah mengucapkan terimakasih ke mereka semua. Satu-satunya kosakata Korea yang fasih aku lafalkan.

P1050422Dan dimulailah perjalanan ke Hanok Vilage dan sekitarnya di hari itu, di kala matahari sudah berada di puncak kepalaku.