Saat aku tersengal-sengal menapaki tanjakan tidak curam dari Jeonju Hanok Village ke Jaman Mural Village, ada sedikit penyesalan terbersit di hati tentang aku yang hanya memiliki satu hari penuh untuk memutari Jeonju. Bila tiket pesawat ke Jeju belum aku punya, setidaknya aku menambah sehari lagi di sana. Namun apa daya, penyesalan selalu terakhir, tidak seperti pendaftaran yang berada di depan.

Tersengal-sengal dan sedikit tergesa-gesa karena waktu sudah menunjukkan pukul 3.20 sore, sedangkan aku masih memiliki daftar panjang yang ingin kukunjungi. Tarikan nafas ini ternyata terasa sangat pendek-pendek, dalam beberapa menit, ternyata aku sudah sampai di lorong awal pemukiman yang terkenal dengan lukisan-lukisan dindingnya itu.

Tanjakan pertama ternyata lebih curam dari yang sudah kulalui, dan kupikir itu hanya di awal, berharap semakin ke dalam pemukiman akan semakin datar, dan ternyata aku salah, beberapa lokasi malah sangat curam dan terpaksa kulewatkan, selain karena waktu, aku merasa cukup dengan apa yang sanggup kulalui.

P1050631Mengitari Jaman Mural Village (자만벽화마을) selalu membawa kembali kenangan saat mengitari Ihwa Mural Village di Seoul. Bedanya, jalan-jalan di Jaman Mural Village lebih sempit dan curam, dan tidak ramai dengan cosplay pakaian seperti pemukiman sejenisnya di Seoul. Namun, aku lebih menikmati lukisan-lukisan dinding di sini, lebih ceria, lebih bewarna, dan lebih variasi. Menyegarkan mataku.

P1050635Aku tidak suka bekejar-kejaran dengan waktu, terutama saat wisata seperti ini, yah aku tidak sanggup melakukan kebalikannya saat itu. Kualihkan kakiku mencari jalan keluar dari pemukiman manis ini dan menemukan Imokdae (이목대) yang merupakan monumen salah satu keturunan Yi Seong-gye. (jujur, aku tidak tau detail tentang ini)😀

P1050632

P1050641Tepat diseberangnya terletak Omakdoe (오목대) yang selalu menjadikan meeka pasangan situs sejarah yang dikunjungi di Jeonju.

P1050644Yang aku suka dari perjalanan pulang dari Imakdoe adalah jalan setapak dari kayu (entah jenis apa). Memberikan tempat bersandar beristirahat dan berteduh untukku yang sedikit kelelahan. Jalur ini ternyata kembali membawaku ke Jeonju Hanok Village. Jadi sebelum benar-benar meninggalkan lokasi yang memikat ini, aku menikmati sekali lagi setiap kegiatan dan bangunan yang ada di sepanjang sapuan mataku. Sayang rasanya bila dilalui begitu saja, walaupun aku tetap tidak berniat memperlambat langkahku sedikitpun.

P1050661Matahari sudah semakin condong kea rah barat saat aku keluar dari lingkungan ini. 4.29 sore dan aku harus bergegas menuju Deokjin Park (덕진공원) untuk menikmati pancaran sinar matahari terbenam di permukaan air danau yang dijanjikan indah dari berbagai panduan yang kubaca secara singkat di pagi hari tadi.