Di hari kedua di Pulau Weh akhirnya aku menetapkan hati untuk menikmati sebisa mungkin apa yang Pulau Weh punya, walaupun saat itu kondisi cuaca di Pulau Weh dan kondisi hati pengunjung Pulau Weh berasa kompakan; kompakan untuk galau dan mendung.

P1070091Tidak begitu mudah memang untuk mencari kendaraan umum di daerah Iboih, tempat aku menginap, ditambah lagi rintik yang masih menemani. Tidak ada transportasi massa, yang ada hanya travel-travel yang bisa disewa atau motor dan dua-duanya terasa berat buat aku. Untuk kendaraan sewaan seperti mobil, akan terasa berat di kantongku untuk sendirian karena aku tidak menemukan pengunjung lain yang mau jalan di saat gerimis. Untuk motor, terus terang aku tidak berani mengendarai di jalan-jalan terjal di Pulau Weh. Setelah bingung beberapa jam (lama yah) akhirnya aku menghubungi guide snorkeling dan membujuk dia untuk sekaligus menjadi joki. Puji Tuhan dia mau.

DSCN0359Transportasi sudah siap, maka dimulailah perjalanan mengelilingi Pulau Weh. Dengan waktu yang terbatas, aku memilih tempat sesuai arahan guide yang juga penduduk setempat.

Titik 0 Kilometer

Yes!!!

Mesti banget diunjungi bila sudah ke ujung paling barat Indonesia, Titik 0 Kilometer. Walaupun sebenarnya bukan paling barat mengingat masih ada satu pulau kecil paling barat Indoenesia yaitu Pulau Benggala yang sampai saat ini masih (terimakasih) dijaga oleh TNI kita.

P1070118Jalan menuju titik 0 Kilometer ini walaupun lumayan berliku dan terkadang curam, namun aksesnya sudah bagus. Si abang dengan bahagianya bercerita bahwa jalan itu menjadi bagus sejak era Pak Jokowi yang membuat dia dan lainnya senang dengan kepemimpinan presiden kita saat ini yang dianggap sudah memberi perhatian (walaupun sedikit) dengan mereka yang ada di ujung barat (aku membayangkan mata si abang berbinar waktu cerita).

Sisi kiri dan kanan jalan yang ditumbuhi pohon rimbun dan terkadang-kadang disepanjang jalan bermunculan monyet dengan bulu yang sangat hitam membuat perjalanan terasa begitu “alam”.

P1070138Di titi 0 Kilometer sendiri hal yang plaing special dilakukan pengunjung adalah berfoto dengan tugu 0 KM atau juga pemandangan samudra Hindia yang terpampang luas ditemani tiupan angina kencangnya dan deburan ombak yang nyaring. Aku sendiri cukup keder waktu mencoba mencari posisi cantik di antara bebatuan yang ada, walau hasilnya jauh dari harapan karena lebih dikuasai rasa takut dibandingkan rasa ingin mengeluarkan segala kemampuan model. Oh ya, infonya kita bisa membeli sertifikat 0 Km di kantor post di Kota Sabang (yang tidak aku lakukan).

P1070128Mengitari Kota Sabang

Menyerah dengan hasil foto yang tidak juga memuaskan setelah beberapa kali take. Akhirnya aku meminta si Abang untuk melanjutkan perjalanan ke mana saja yang dia mampu. Dan akhirnya ditawarkanlah mengitari kota Sabang yang terletak sekitar 30 km dari titik 0 KM. Lumayan jauh sebenarnya, tetapi karena dia begitu yakin dia bisa mengejar pulang ke penginapan sebelum jam 10 malam, dengan selamat, akhirnya aku setuju.

P1070137Beruntung memang aku menemukan si Abang (cieeeee) karena sekali lagi, dengan kemampuaku mengendarai motor, tidak yakin sampai di Kota Sabang dengan cepat, apalagi ada belokan patah dan ditambah beberapa kali berhenti di jalan karena aku melihat lokasi-lokasi yang bagus untuk mengambil foto. Walau pada saat dipindahkan ke computer, hasil tidak sebagus penglihatan mata. Skill ambil foto yang cupu, mandek.

Kembali ke Kota Sabang.

P1070144Dari cerita si Abang, seharusnya banyak yang bisa dikunjungi di sepanjang jalan dan di kotanya sendiri bila saja kami tidak datang terlalu sore, bahkan sudah petang. Seperti wisata gua dan juga wisata sejarah. Yang karena beribu alasan, jadilah benar-benar hanya memutari kota Sabang dengan berhenti di tempat yang aku tertarik untuk berfoto. Sampai akhirnya perut sudah sangat lapar tak tertahankan dan memutuskan untuk mengganjal perut dengan menu pembuka; kopi dan cemilan Aceh.

P1070158Menikmati Kopi dan Cemilan Aceh yang hits di Sabang

Sudah bukan rahasia bahwa didampingi penduduk lokal selalu mempunyai nilai lebih, bila berkaitan dengan makanan adalah tempat yang hits, citarasa lokal, dan biasanya harga masuk diakal, gak mencekik leher. Begitu juga gimana aku bisa menyantap (lagi-lago dan gak bosan-bosannya) kopi Aceh ditemani cemilan-cemilan imut. Rasa sudah pasti sama nikmatnya disetiap tegukan dengan kopi-kopi yang kunikmati sebelum-sebelumnya, hanya saja kali ini, walaupun sama-sama terletak dipinggir jalan, tempatnya begitu luas. Bukan kubik-kubik kecil. Dan rama pengunjung. Lokal tentu saja. Belum lagi dari, dari pengamatanku, sebagian besar adalah remaja dan kaula muda yang sangat sibuk menikmati hidangan kopi dalam kelompok-kelompok besar dan kecil. Tempat yang cukup  menyenangkan dan dengan suasana yang sedikit berbeda di kota kecil Sabang. Mungkin tempat ini adalah ‘tempat gaul awak Sabang’. Mungkin.

Ditutup dengan super hidangan laut

P1070161Hidangan pembuka kami sudahi, lanjut perjalan ke hidangan penutup seperti yang ditawarkan oleh si Abang guide. Menurutnya itu adalah makanan olahan laut terbaik di Sabang. Menurut dia. Jadi aku mencoba percaya, toh tidak punya referensi lain. Menunggu beberapa menit ditambah menyantap hidangan beberapa menit lebih cepat dari waktu menunggu, aku pikir si Abang gak bohong. Makanan penutup hari itu sungguh memuaskan, walaupun pesanan kami sesederhana ikan goreng karena menu yang lain sudah habis.

P1070162Ikan sangat segar dan sambalnya yang sederhana menambah rasa ikan, tidak menutupi kesegaran dan rasa ikan. Tidak berlebihan. Memuaskan. Makan selama di Aceh tidak pernah tidak memuaskan baik karena harga yang bersahabat dengan kantong, maupun rasa yang memuaskan indera perasa.

P1070163Akhirnya waktu untuk kembali ke pinginapan tiba juga. Buatku perjalanan kembali cukup menegangkan karena jalanan yang gelap dan lebih licin karena sisa-sisa hujan sebelumnya. Tapi, aku cukup memberi acungan jempol, terimaksih, dan tambahan tip buat abang yang sudah mengantarkanku pulang dengan selamat dan mau menjadi guide dadakan.

P1070141What a memorable journey despite the bad condition. 😀

Ada yang tertarik mengunjungi Pulau Weh, Sabang? Ikutan!!! ❤

Advertisements