Cerita kali ini sedikit panjang, 908 kata, 8 gambar, butuh kurang dari 4 menit.

Sip. Malam sudah berganti pagi, aku saat itu sudah bangun subuh demi melihat warna indah sang fajar dari arah timur yang kubayangkan akan sangat indah menggantung di atas Selat Jeju dari rooftop guesthouse sesuai petunjuk Si King, mari kita sebut saja pemilik penginapan begitu (he acted like one and liked to be called so much). Bukan tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbaik di Jeju seperti “Sunrise Peak” a.k.a Seongsan Ilchubong di sebelah timur Pulau Jeju, tapi pantas di-check. 
Sekitar setengah jam melawan dinginnya udara pagi, sendirian di rooftop, aku mengharap muculnya warna-warna lembut yang indah, tapi tak kunjung terlihat. Hanya samar-samar. Dua hal yang ada di otakku saat itu, antara matahari terbit lebih awal mengingat tenggelamnya yang juga lebih cepat atau karna kabut. Entahlah, aku ingin bertanya tetapi pengaruh soju nampaknya membuat anak-anak yang makan dan minum semalam denganku masih terlelap. Sampai hampir setengah 6 kuputuskan untuk menyudahi saja penantianku. Yang tak berbuah sesuai harapan (seperti biasanya).
jeju1Lokasi penginapanku berada di utara Pulau Jeju dan sedikit condong ke bagian timur pulau itu, jadi kuputuskan dengan cepat bahwa perjalanan hari itu adalah mengitari bagian timur pulau jeju dan menyusuri jalan utama di utara. Info dari peta, lokasi itu didominasi berbagai macam pantai yang sudah kubayangkan akan memiliki suasana yang mirip satu sama lain, di beberapa titik bisa ditemukan penyelam wanita, tetapi kupikir tidak akan sempat karena sudah siang sedangkan dari info, penyelam-penyelam itu mulai sangat pagi. Wuih. Jadi dilewatkan dan langsung ke tujuan utama yaitu Songsan Ilchulbong Tuff Cone, iyahlahkan sebagai seorang yang diluluskan dari Deprtemen Geologi kayanya kurang gimana apa gitu kalo tidak menjejakkan kaki ke salah satu lokasi Geowisata Jeju yang terkenal. Tujuan lainnya adalah seperti yang pernah aku bilang sebelumnya tentang patung-patung yang dipahat dari batuan basalt, dari komunikasi semalam nama lokasi itu adalah Dolharbang Park. Tidak muluk-muluk memang perjalananku mengingat pengalaman dengan transportasi sebelumnya yang tidak selancar ibukota.
Perjalanan di mulai dengan optimis ke Dolharbang Park, seoptimis bis yang membawaku ke arah itu muncul setelah 5 menit aku menunggu.
Namun sekali lagi rasa optimis pupus saat aku sampai di perhentian berikutnya untuk berganti bis. Setelah 1 jam menunggu, bis yang diharapkan membawaku ke Dolharbang Park tak kunjung tiba, bolak balik ke stasiun satu dan lainnya tidak juga muncul. Bertambah 45 menit terbuang. Di jalanan yang lebar, lowong, dan sepi itu hanya ada aku seorang dan kepanasan. Akhirnya kuputuskan untuk mengambil jalan balik ke stasiun yang sebelumnya kulihat banyak apartemen, hotel, dan pengunjung karena berada di sekitar lokasi Pantai Hamdeok. Sambil memikirkan aku ke mana berikutnya.
Satu jam berputar di pantai yang cantik itu, dan seperti dugaanku tak jauh beda dengan Pantai Sinchon-ri, didominasi batuan beku di garis pantainya, hanya saja lebih luas dan lebih komersial.
jeju2Kuputuskan Dolharbang Park tetap menjadi tujuan utama, setelah bertanya-tanya lagi, aku akhirnya menunggu bis yang ternyata tidak sebentar, yah setidaknya aku di jalan yang benar walau ternyata oh ternyata untuk sampai ke eko-musium itu aku harus berjalan kaki sekitar 2 km. Derita tiada akhir di tengah kebingungan dan teriknya matahari musim semi di Jeju.
jeju3Saat aku dengan segala puji syukur tiba di depan pintu eko-musium yang ternyata tidak seperti dugaanku yang megah, ternyata kecil dan dijaga oleh wanita separuh baya, di mana hanya aku satu-satunya pengunjung. Tambah bingunglah aku karena kupikir patung-patung itu akan besar, setidaknya membutuhkan area yang luas. Bahkan lebih bingung lagi saat penjaga dengan kebingungan setelah aku menjawab pertanyaannya bahwa aku datang sendiri dan iya, berjalan kaki sekitar 2 km dari halte bis terdekat untuk sampai ke taman itu.
jeju4Tidak hanya di situ, ternyata patung-patung pahatan itu tidak terlalu besar, dan berserakan di dalam hutan kecil di mana setiap patung ada ceritanya dan beberapa ada yang dipercaya bisa memenuhi harapan dengan melakukan satu dua hal. Alih-alih berharap banyak, aku hanya berharap bisa mengakhiri hari ini dengan indah karena dibandingkan menikmati, jujur saja aku sedikit ketakutan. Sendirian di sana. Ya di samping aku memang penakut, suasanya sedikit creepy menurutku. Walaupun begitu, tetap kukelilingi semua dan segera setelahnya aku menuju Songsan Ilchulbong.
Perjalanan ke sana memakan waktu cukup lama, lebih dari satu jam, setidaknya kali itu aku berada di bis yang tepat dan pemandangan sepanjang jalan yang indah karena menyisir laut. Setidaknya lagi, aku sudah mendapat bayangan akan berhenti di mana saja bila kelak berkunjung lagi ke Jeju. Pemandangan kincir angin raksasa yang sering kulihat di dramapun kulewati.
jeju7Sampai di Songsan Ilchulbong, aku akhirnya bisa merasakan perbedaan wisata popular dan tidak. Dilokasi sekitarnya dipenuhi tempat makan dan jualan dan Songsan Ilchulbong-pun dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri. Benar-benar favorit.
Satu hal yang dilewatkan bila jalan-jalan tidak dipersiapkan adalah aku kelewatan pertunjukan penyelam wanita dan beberapa lokasi yang makanannya direkomendasikan. Tak apalah, aku sudah sampai di Songsan Ilchulbong yang memang indah. Ingin berlama-lama di sana, namun apa daya sepertinya hari itu bukan hari terbaikku karena iPad andalanku mati. Demi menghindari tersesat dan hal tidak diinginkan lainnya, aku memutuskan kembali ke penginapan dengan rute yang sama, hanya berbalik arah.
jeju6Saat tiba di penginapan, senja berwarna cantik, aku tidak tahan untuk tidak menikmatinya di pantai. Maka kuputuskan ke Pantai Samyang yang berada sedikit ke barat. Dari diskusi dengan teman minum semalam pantai hanya berjarak 5-7 menit dengan bis. Perfect. Sesempurna kenekatanku untuk mengejar senja di pantai itu, pemandangan yang kudapat benar-benar indah. Magical. Belum lagi ditambah saat tiba di sana aku hanya sendiri di pantai sampai selang sepuluh menit kemudian datang orang lain yang menikmati senja yang sama denganku.

jeju8
Setidaknya semua kebingungan dan kecemasan hari itu dihadiahi satu pemandangan indah dipenghujung hari.