Here comes the most favorite surrounding of the entire Jeonju Hanok Village(전주한옥마을) .

12 gambar.

Ya, selesai melihat-lihat di Gyeonggijeon Hall (경기전 정전) dan sekitanya, kaki ini melangkah keluar dan akhirnya memasuki lokasi yang paling diminati, yaitu Jeonju Hanok Village (전주한옥마을). Kurang dari 10 langkah keluar pintu gerbang timur, dari titikku berdiri sudah terlihat tepat penyewaan hanbok. Memang di lokasi ini katanya salah satu pioneer digalakkannya pengalaman wisata mengelilingi deretan bangunan kuno khas Korea dengan menggunakan hanbok. Kembali ke masa lalu, dan akhirnya di Mei 2015 lalu, hampir di setiap destinasi wisata bangunan tua, sisa kerajaan, ataupun kuil-kuil ditemui banyak pewisata yang menggunakan hanbok dengan berbagai alasan yang hanya mereka dan Tuhan yang tau pastinya.

P1050518Disebut-sebut sebagai salah satu derah yang memiliki koleksi rumah tradisional paling banyak di seluruh Korea Selatan, yaitu sekitar 800 rumah, tidak heran baik siang dan malam hari Jeonju Hanok Village selalu dipenuhi pengunjung baik lokal dan non-lokal. Dan benar saja, selama beberapa jam aku di sana, disinilah aku melihat paling banyak pengunjung yang berkeliling menggunakan hanbok dan juga terkadang lengkap berpasangan dengan pakaian prianya. Mungkin saja mereka juga terinspira oleh drama-drama yang lokasi pengambilan gambarnya di Jeonju Hanok Village ini.

P1050506Selain itu, ada juga yang sedikit tampil beda, berkeliling dengan seragam sekolah vintage, seperti yang aku temukan di Ihwa Mural Village, Seoul. Bedanya di Ihwa Mural Village, aku menaksir usia yang menggunakan seragam sekolah ini rata-rata di bawah 25 tahun, sedangkan yang kutemukan di Jeonju Hanok Village bahkan yang sudah separuh baya. Mereka terlihat begitu bahagia menggunakan seragam-seragam yang mungkin sudah mereka tinggalkan lebih dari seperempat abad. Kekekekeke. Mungkin mereka bahagia dengan kenangan semasa menggunakan seragam itu, entahlah karena akupun hanya bisa ikut senang melihat dari jauh sambil curi-curi memotret.

P1050681Begitu banyak yang dilakukan pengunjung di sini seperti mencoba berbagai makanan karena Jeonjupun di daulat sebagai salah satu kota sumber makanan di Korea Selatan, yang sayangnya tidak bisa kulakukan selama berkeliling di sini kareana aku mengharapkan makan malam yang banyak dengan host-ku nantinya.

P1050519Berbagai macam jajanan dan makanan berat ditawarkan di sepanjang kiri-kanan jalan. Ya, rumah-rumah traditional itu sudah banyak berubah fungsi menjadi berbagai macam toko, terutama makanan. Dan aku lebih menikmati melihat berbagai macam kegiatan yang terjadi di sekeliling, sambil sesekali berhenti dan masuk ke beberapa tempat seperti Gyodong Art Studio yang saat itu sedang ada eksebisi foto-foto sekitar Jeonju dan juga masuk ke Donghak Revolution Memorial Hall.

P1050489P1050499Kadang juga langkah manisku terhenti oleh satu atau dua pasangan yang sedang berfoto dengan berbagai gaya di depan suatu bangunan dengan hanbok berpasangan. Dan beberapa kali berhenti melihat beberapa artist yang medirikan stall di kanan-kiri jalan dengan karya-karya yang menurutku lucu-lucu dan menarik.

P1050507P1050492Banyaknya hal menarik di Jeonju Hanok Village yang membuatku hampir lupa waktu, hingga akhirnya aku dengan lincah meninggalkan semua itu dan menuju satu bukit di bagian timur (lupa namanya) untuk mengambil gambar keseluruhan Jeonju Hanok Village dan bahagianya aku karena saat beberapa puluh menit yang kuhabiskan di sana, bahkan aku sempat memasuki hutannya, aku adalah satu-satunya orang. Sangat menyenangkan.

P1050540Saat aku merasa puas dengan semua yang telah kulewati di Jeonju Hanok Village, lokasi utama turis, aku bergegas menuju Jaman Mural Village, menyusuri punggungan selatan bukit tadi dan masih sempat mampir ke satu bangunan yang disinyalir adalah peninggalan salah satu keluarga di jaman dulu. Dan di rumah inipun, saat itu, lagi-lagi aku senang menjadi satu-satunya pengunjung, merasa bebas.

P1050572Ternyata di disepanjang jalan menuju Jaman Mural Village yang semakin curam, masih ada beberapa bangunan yang menarik untuk disinggahi seperti Jeonju Hyanggyo, yaitu sekolah yang pertama didirikan di abad 15 dan menjadi menarik karena tata letaknya yang tidak mengikuti tata aturan umum di jamannya.

P1050590Dan masih banyak lagi diantaranya yang sayang untuk dilewatkan dan akhirnya aku masuki sebelum benar-benar meninggalkan semua kenangan itu dan sedikit berkeringat demi mendaki dan berjalan di antara gang-gang sempit namun semarak di Jaman Mural Village.

P1050534