Sebelum mulai berjalan memutari Jeonju Hanok Village, aku menyeberang dari terminal bis sebentar untuk melihat Pungnammun Gate (전주 풍남문)  . Dari plakat yang terpasang di depan pintu yang hanya bisa kupandang dari luar ini, Pugnammun Gate pertama kali di bangun di tahun pada dinasti Goryeo, kemudian di bangun kembali tahun 1768 setelah di bakar pada di masa akhir perang di abad ke-16. Selain pintu ini sudah berusia hamper 250 tahun, pintu ini menjadi salah satu bangunan bersejarah penting di Jeonju karena merupakan pintu batas selatan benteng yang mengelilingi Jeonju dan namanya sendiri mengacu pada Jeonju, sebagai lambang lahirnya Dinasti Jeseon (semoga aku gak salah mengartikan).

P1050407 P1050408Dari jalan utama menuju Pungnammun Gate, ada beberapa tugu peringatan yang sulit untuk dilewatkan dan cukup membuat aku yang mudah menangis ini bergidik dalam kesedihan. Yang pertama yaitu peringatan tenggelamnya kapal Sewol di tahun 2014 silam yang membawa ratusan penumpang, di mana sebagian besar adalah siswa menuju Jeju dari Incheon (bahkan aku sekarang merinding menuliskan kembali kisah ini). Sebenarnya tugu dan posko seperti ini sudah aku liat di Gwanghwamun Plaza di Seoul dan aku awalnya tidak mau menuliskan mengingat ini akan membuka luka kelurga korban, tetapi peringatan dan posko yang ada di Pungnammum ini sangat ekspresif dan membuatku susah untuk tak menuliskannya. Aku tidak mengerti tulisan-tulisan dan tugu yang ada di sana secara detail, tetapi dari semua itu bisa kutangkap bahwa keluarga korban, terutama yang belum ditemukan jasadnya, menuntut kasus ini lebih diperhatkan dan meminta kasusnya dibuka sampai semua jasad anak-anak mereka ditemukan. Aku terus terang menangis sembunyi-sembunyi saat itu. Sangat menyedihkan dan memilukan hati membaca dan melihat ilustrasi dan tugu-tugu yang ada di sana.

Tugu peringatan kedua adalah peringatan terhadap perbudakan bangsa atas Korea Selatan, terutama menitikberatkan pada wanita yang menjadi korban budak pelecehan seksual tentara Jepang. Ini juga sebenarnya isu yang sangat sensitif, tetapi tugu ini dipasang untuk memperingati demi ditegakkannya HAM. Tugu lain yang tidak kalah membuat miris. Oleh karena itu, aku hanya akan memajang satu foto yang tidak menimbulkan perih.

P1050406Tugu lain yang mungkin sangat berkebalikan dari kondisi dua yang sudah disebutkan di atas adalah 10th 2016 Jeonju B-Boy Grandprix. Ini mungkin memperingati tahun kesepuluh diadakannya B-Boy kontes di Jeonju, satu dari dua kontes hiburan yang diadakan secara tahunan di Jeonju selain JIFF (Jeonju Interntional Film Festival) yang keduanya sayang sekali tidak bersamaan dengan jadual kunjunganku ke Jeonju (mungkin lain kali, amin).

Pungnammun Gate mungkin tak semegah bangunan-bangunan bersejarah lainnya di Korea Selatan, tetapi cukup pantas untuk dikunjungi mengingat bagaimana pintu ini dirawat dan diusahakan untuk tidak luruh bersama waktu.

P1050411P1050412Itu dari Pungnammun Gate dan sekitarnya. Masih akan lannjut dari Jeondong Catholic Cathedral, Hanok Village, Jaman Mural Village, dan kisah-kisah diantaranya

P1050417Alamat:

1, Pungnammun 3-gil, Wansan-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do
전라북도 전주시 완산구 풍남문3길 1 (전동)