RouteTidak seperti biasanya bila naik kendaraan umum, entah bis, pesawat, taxi, atau angkot, aku selalu cerewet untuk meminta kursi dekat jendela, kali itu berhubung kendala bahasa, dengan pasrah aku menerima akan di tempatkan mba cantik di loket di kursi manapun. Biasanya aku rewel sekali, bahkan bisa di pesawat, kursiku di dekat jendela yang sudah kupesan di saatย check-in,ย sudah dengan seenaknya diduduki penumpang lain, dengan tegas aku minta kembali walaupun biasanya di beri tatapan atau nyinyiran sewot, aku gak peduli karena itu sudah kuminta di awal.๐Ÿ˜€

IMG_3300Berhubung sudah pasrah, kali itu hanya bisa berdoa, bisnya agak kosong sehingga bisa pindah ke kursi kosong dan memang benar, banyak sekali kursi kosong, kebetulan aku hanya duduk sendiri, walaupun berharap ada temannya (tapi tetap di dekat jendela duduknya yah)๐Ÿ™‚

Dari aplikasi aku baca perjalanan dari Stasiun di Seoul ke Jeonju akan memakan waktu sekitar 2 jam 40 menit, seharusnya waktu yang lama bila aku gunakan untuk istirahat sejenak, tetapi aku lebih ย memilih menihat apa yang ada di luar jendela. Seperti biasa, kecuali bila aku sangat lelah hati.

IMG_3301Sepanjang jalan sebenarnya pemandangannya bila mau jujur, gak terlalu beda dengan pemandangan saat naik travel dari Jakarta ke Bandung, yang di dominasi perbukitan, pegunungan di antara dua kota, bedanya sawah-sawah digantikan dengan pemandangan perkebunan berbentuk vinyl houseย yang sampai sekarang aku penasaran untuk kunjungin.

IMG_3311IMG_3305Cuaca yang mendukung pemandagan indah dari balik kaca jedela hari itu sangat menyenangkan, membuat langit berwarna biru, mencerahkan, secerah hatiku yang akan mengalami hal baru di Jeonju denganย host berikutnya yang setia menanti di sana.

Setengah perjalanan, tidak jauh beda dengan bis Sangatta-Samarinda yang biasa kami naiki, bis berhenti untuk memberi kesempatan penumpang ke belakang atau membeli jajanan atau apapun itu sekedar meregangkan otot-otot, tetapi tidak selama bis di Sangatta yang memberi kesempatan untuk makan. Jadilah aku hanya sanggup memakan cemilan yang tidak berbau menyengat untuk mengganjal perut yang sudah bergemuruh minta diberikan jatah.ย IMG_3324

Oh ya,ย ada satu pemandangan dalam bis yang membuat mataku terbelalak maksimal, seorang ibu yang dengan gagahnya menaikkan satu kakinya sampai ke atas kursi didepannya dan tidur sepanjang perjalanan, kecuali saat bus berhenti untuk istirahat. Memang kosongย sihย saat itu, hanya saja cukup membuatku terheran-heran. Di Indonesia ini juga jarang aku temui, tapi si ibu nampaknya sudah biasa dan penumpang lainnyapun tidak ada yang menunjukkan muka protes. Jadi akupun hanya bisa menahan tawa dalam hati.

Tepat seperti yang tertera di rome2ria, setelah menempuh perjalanan selama 2 jam 40 menit, sampailah di terminal bus Jeonju. Jangan diharapkan perhentiannya sebesar dan semegah di Tokyo, hanya perhentian kecil seperti perhentian bus dalam kota. Aku sendiri awalanya tidak yakin telah sampai di tujuan bila tidka melihat semua penumpang turun dan dengan suara nyaring bertanya kepada sopir bis, “Jeonju Station?” sependek itu saja karena tidak bisa bahasa korea dan inti pertanyaanku saat itu adalah mendapat kejelasan bahwa itulah stasiun tujuanku saat itu dan diiyakan oleh pak supir.

IMG_3337Kulangkahkan kakiku turun meninggalkan bis yang dengan nyaman membawaku dari Seoul ke Jeonju, Suasana sangat berbeda, tidak sehiruk-pikuk Seoul, kurang gedung-gedung pencakar langit, dan dari jauh terlihat perbukitan. Lumayan sejuk pikirku.

Jeonju aku siap berkeliling.โค๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚