….IMG_3146Hujan masih terus mengguyur Hanok Bukchon Village saat aku memutuskan untuk terus berjalan, masih penasaran untuk mendapatkan ebih banyak foto di sana. Rumahnya memang hamppir seragam, tetapi masih belum puas untu berkeliling, belum lagi aku malas mengambil barisan di tempat yang sering di promosikan itu. Kuteruskan saja langkahku, ke jalan kecil di sebelah baratnya. Hanya kutempuh kurang dari lima menit. Betapa puasnya aku dengan keputusan yang kuambil. Jalan itu kosong, jalan di depan rumah hanya dipenuhi dengan mobil-mobil mewah yang parkir. Tepat sekali pikirku. Dengan bertambah semangat kulangkahkan kakiku menyusuri jalan yang tidak lebih lebar dari 8 meter itu.

IMG_3156Dengan kemampuan fotografi yang sangat jongkok, kuambil sudut-sudut yang kusukai dengan setenang mungkin. Berusaha tidak mengganggu atau membuat keributan bagi pemilik rumah.

IMG_3129Jam 3.52 sore terlihat di layar ponselku, saat aku memutuskan untuk mengakhiri berjalan di sekitar perumahan penduduk di sana. Satu jam yang tidak terasa khusus berkeliling di Bukchon Hanok Village, walaupun sebenarnya ku ingin lebih lama di sana bila saja perut ini tidak mengganggu karena belum diisi sejak pagi dan janji makan malam terakhir dengan Irina tidak menantiku. Selain itu, hujan sepertinya masih enggan berhenti dan bahkan semakin deras. Akhirnya pilihanku adalah menyelesaikan perjalanan ini.

IMG_3197Di perjalanan pulang, banyak para penjaja makanan yangΒ  terlalu kuat pesonanya untuk kulewatkan,maka setelah berjalan 10 menit, kuputuskan kembali mundur beberapa ratus meter karena kepalaku diisi oleh ramen yang gambarnya di pajang begitu pesona yang sudah kulewati tadi tadi. Akhirnya aku kalah dan kusinggahi tempat itu. Ramen dan kue ikan kupesan sebagai pengganjal. Whaaat? Pengganjal yang tidak kecil, tetapi sangat cocok dengan cuaca saat itu. Paket pengganjal yang memuaskan pikirku saat itu. Jalanku masih berlanjut, kali ini menuju stasiun,

IMG_3201Saat memasuki stasiun menuju jalan pulang ke rumah, janji makan malamku dengan Irina masih !,5 jam. Cukup lama sebenarnya, masih bisa singgah kebeberapa tempat yang searah kereta pulang, sayangnya hujan masih menjadi penghalang. Jadi setelah bolak-bali beberapa kali di stasiun Angguk, aku memutuskan untuk ke DDU saja, lebih dekat ke arah pulang.

IMG_3230Ternyata di sana sedang ada pertunjunkan , cukup menarik mengisi waktu kosong yang hujan ini, tetapi tidak terlalu menarik bagiku untuk meninggalkan kesempatan makan malam terakhir dengan teman baruku yang keren, jadi tidak kuteruskan menonton dan lanjut ke stasiun terakhirku.

Sampai di pintu keluar, ternyat sudah kulihat Irina dengan payungnya menunggu di luar, luar biasa baik memang host pertamaku ini. DI tengah derasnya hujan kami sedikit kebingungan dengan pemilihan menu. AKu suka masakan Korea, sedangkan Irina menyuka I smeua makanan, kecuali makanan Korea. Itu selalu jadi pilihan terakhirnya, saat tidak ada pilihan lain. Diputuskanlah malam itu untuk menyantap makanan Jepang yang tidak jauh dari kampusnya.

IMG_3235Suasana tempat makan yang menyenangkan, berisi beberapa pelanggan yang terlihat berbicara sangat seru dengan botol-botol soju. Lihatlah, walaupun itu adalah masakan Jepang, botol soju sepertinya tidak bisa tidak terlihat di meja makan.

Makan malam dengan Irina kali itu terasa lebih enak dan menyenangkan karena kami berbagi banyak cerita saat menunggu makanan dihidangkan dan juga di sela-sela hidangan.

Puas makan malam, ternyata tidak membuat kami puas dengan apa yang kami bicarakan di tengahnya. Di tengah jalan kami masih saja tergoda untuk memiliki hidangan penutup di sebuah cafΓ© yang disainnya simple namun cantik. Pilihan yang sebenarnya menjadi alasan untuk kami mengobrol lebih banyak dengan ditemani suasana yang menyenangkan. CafΓ© itu penutup hari dan pertemuan yang menyenangkan pikirku.