Ah, ini adalah hari terakhir pertama aku di Seoul. Aku sudah terlanjur suka berteman dengan Irina yang terus terang dan menyenangkan, masih enggan rasanya berpindah ke kota berikutnya, Jeonju, walaupun host-ku di kota itu sudah bertanya tentang kedatanganku. Mencari ide, bagaimana mengatakan kepada Irina aku masih mau tinggal dengannya dan Oh-ssi untuk memberitahukan kemunduranku ke sana. Aku tidak mau memberikan kesan buruk untuk keduanya di pengalam pertamaku couchsurfing ini.

Dengan memutar otak, akhirnya kusampaikan dengan jujur kepada Irina yang dengan jawaban dari dia yang mmbuatku terharu bahwa aku boleh meninggalkan rumahnya akpan saja aku mau. Ini tidak terduga mengingat referensi dan komentar-komentar dia di portal couchsurfing. Terharu sekaligus senang sekali aku. Waktunya menginfokan Oh-ssi bahwa aku mundur sehari dan diapun dengan ramah menyetujui. Ah, terimakasih semesta.

Karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan terakhir pertama di Seoul, akhirnya aku berfikir bahwa ada perlunya mengunjungi tempat-tempat wisata popular di Seoul. Maka dimulailah perjalanan tanggal 15 Mei 2016 yang sangat terlamabt, yaitu sekitar jam 11 siang.

Perjalanan standard hari ini adalah Gwanghwamun Square, Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village, dan DDU Semua tempat yang saling berdekatan.

Saat itu adalah hari minggu, Gwanghwamun Square ramai dengan berbagai macam kegiatan. Ada tenda-tenda yang berjualan berbagai macam arang di sepanjang jalan, ada anak-anak yang sibuk bermain dengn air pancur di depan patung Admiral Yi-Sun Sin, ada Global Consert yang diadakan di depan patung King Sejong dan yang tak kalah menariknya adalah banyaknya pengunjung yang memadati plaza ini dengan menggunakan Hanbok dan yang pria menggunaan seragam seperti tentara. Aku sangat senang dengan pemandangan random seperti inis aat berjalan-jalan. Selain semua kegiatan yang menarik di atas, ada satu yang menarik minatku adalah para pengguna sepeda, umumnya orang tua, yang sangat cekatan melitasi kerumunan pengunjung dengan memasang music yang nyaring dan terdengar tradisional.

P1050295Cukup lama aku di sini, selain duduk sambil menikmati cemilan dan mengamati orang, aku juga menikmati suara merdu pengisi Global Concert dan juga menghabiskan waktu di museum โ€œThe Story of King Sejongโ€ tepat di bawah patungnya yang tidak berbayar ini.

P1050307Dari Gwanghwamun Square kulanjutkan berjalan beberapa menit ke Gyeongbokgung Palace yang sangat terkenal di bagian utaranya. Saat aku tiba waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 dan langit sangat mendung, jadi kuputuskan untuk tidak masuk karena aku lebih memilih menghabiskan waktu di Bukchon Hanok Village, sehingga aku keluar melewati pintu timur, kea rah Bukchon dan ternyata sedang ada prosesi pergantian penjaga gerbang. Ehm, prosesi yang sebaiknya tidak kulewatkan.

P1050329Selesai prosesi, dengan langkah cepat, kulewati bangunan-bangunan khas tradisional Korea itu dan menuju Bukchon. Hujanpun akhirnya turun.

P1050340Hujan tidak menyurutkan keinginanku untuk menikmati rumah-rumh bergaya bagunan kuno khas Korea di Bukchon. Dan tepat pilihanku karena saat hujan, pengunjungpun tidak ramai. Walaupun dibeberapa jalan-jalan yang banyak di promosikan di brosur-brosur wisata, sangat padat dengan pengunjung yang bergantian berfoto, walaupun tanpa aba-aba atau arahan untuk bergantian. Yang sepertinya sudah menjadi peraturan wisatawan global yang tidak tertulis.

P1050390Bersambungโ€ฆ

Note:

Beberapa post terakhir sengaja ganti gaya bercerita karena sedikit bosan…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€