….

Sebelum benar-benar meninggalkan “War Memorial of Korea”, aku dan Irina duduk sebentar di tangga museum yang besar itu, bergabung bersama para penggunjung lainnya, di mana separuh mungkin sama seperti kami ingin melepas lelah sejenak sebelum melakukan aktivitas berikutnya dan sebagian lagi adalah kumpulan pria-pria muda yang berseragam bak tentara dan sedang bercerita begitu serunya sembari tangan mereka masing-masing sibuk dengan senjata tiruan. Aku dan Irina sendiri sibuk bertukar pikiran tentang makan siang apa yang akan kami pilih. Dengan sedikit sengit entah karena sudah melewati waktu makan beberapa jam atau karena teriknya matahari.

P1050248 Akhirnya diputuskan mengikuti selera makan Irina yang jarang sekali memilih masakan Korea, yaitu kali ini makanan Meksiko yang tidak jauh dari tempat kami duduk. Namun sebelum beranjak Irina sempat bertanya tentang tempat yang kudatangi sebelum kami bertemu di museum ini, yaitu Ihwa Mural Village yang pernah kuceritakan di sini. Tempat yang anehnya baru kali itu mahasiswa berkebangsaan Rusia ini tau keberadaanya setelah sudah sekitar dua tahun menetap di Seoul. Oh, Irina.

P1050191Cukup berisitirahat dan sudah hampir tidak sanggup menahan lapar akhirnya kami mengucapkan perpisahan dengan museum dan menuju tempat makan. Sepanjang jalan aku dan Irina bertukar banyak cerita, baik tentang perjalanan yang kami masing-masing tempuh maupun hal acak lainnya yang masing-masing dari kami ingin ketahui dari lawan bicara. Sehingga membuat perjalanan tidak terasa walaupun ada satu hal yang terasa mengganjal di mata kami berdua saat diperjalanan, yaitu pemandangan umumnya pasangan yang sangat bahagia wajahnya dan di mana dalam genggaman para wanita hamper selalu berisi mawar atau bunga lainnya.

P1050259Awalnya aku dan Irina mengabaikan pemandangan ini, ternyata semakin lama pasangan seperti ini semakin banyak dan semakin menyolok mata, sulit untuk diabaikan dan kami saling bertukar pandang kemudian Tanya tentang perayaan apa sebenarnya yang sedang terjadi di sekitar kami. Dan akhirnya terjawab setelah beberapa menit kemudian Irina bercetus bahwa itu adalah hari Bunga Mawar. Wow, serupa Valentine tetapi beda cara mengucapkannya, yaitu spesial pakai telur dengan mawar. Baiklah di catat untuk berikutnya.

Setelah sekitar 20 menit perjalanan yang seru, akhirnya tiba juga di tempat makan Meksiko pilihan Irina, aku anggap makanan enak ini adalah selingan dari makanan Korea yang sudah berapa jenis kusantap sejak pertama menginjakkan kaki di kota ini.

P1050261Selesai mengisi perut, akhirnya aku dan Irina berpisah lagi untuk melanjutkan kegiatan masing-masing, dia denagn tugas kuliahnya dan aku memenuhi janji bertemu kawan dari Bandung. Dan sampailah aku ke Myeongdong yang di hari akhir aku di Seoul membuatku lupa diri, tetapi bukan di hari ini karena di hari ini aku sangat puas bertemu temanku dan keluarga kecilnya yang menyenangkan. Selain itu, aku ditraktir dengan makanan penutup Korea yang terkenal yaitu Sulbing, sejenis es serut kacang merah hanya saja bedanya menggunakan semacam es krim lembut yang bertabur keju dan walnut dan satunya taburan brownies dan coklat cair yang lembut. Makanan penutup yang menyegarkan raga danpikiran di panasnya matahari yang tidak biasa (kata temanku) di Seoul. Wajar saja bila toko yang berada di tingkat dua ini hamper tidak pernah sepi selama aku duduk di sana.

SulbingPuas bertukar cerita dengan kawan lamaku, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah lagi, selain itu udara musim semi di malam hari yang dingin sudah mulai terasa di Seoul. Aku memutuskan kembali ke kediaman Irina mengingat masih ada hal yang harus aku kerjakan, yaitu membawa Busker, peliharaan teman Irina yang dititipkan sementara, untul berjalan-jalan.

Ini adalah pengalaman baru buatku yang tidak terbiasa memelihara hewan apapun. Untung saja Busker bersahabat saat aku harus mengajaknya berjalan mengitari kampus Irina dan juga sekitar perumahan. Dalam perjalanan bersama Busker aku menyadari banyak mawar-mawar yang tumbuh di halaman tetangga, dengan lincah kuambil foto mawar-mawar cantik tersebut. Kusimpan. Beberapa menit kemudian aku teringat kembali percakapan siangku dengan Irina tentang perasaan kami yang sedikit sepi melihat pasangan saling memberi mawar, kemudian dengan lincah lagi, kukirim sebuah gambar mawar, kukirimkan ke Irina dengan ucapan;

Happy Rose Day, at least one of us have a rose (picture).

Rose