Petama-tama terima kasih buat Mba Indah yang keren (sudah seperti pidato yah), sehingga tulisan tentang Singapura kali ini dipublikasikan juga karena dengan sedikit sentilan darinya, akhirnya gw benar-benar nulis lagi di sini dan ini tulisan pertama di tahun 2016 (yeeeaaha, tepuk tangan untuk diri sendiri). Sebenarnya niat untuk menulis kunjungan terakhir ke Singapura akhir tahun 2015 sudah ada sejak tiba di Sangatta, waktu untuk menulis juga banyak, secara gw nganggur 2 bulan, fasilitas juga ada, tetapi namanya juga blogger yang lebih banyak kena tiupan angin malas, jadilah tertunda sampai akhirnya masuk kerja lagi, dan udah mau cuti lagi. Jadi intinya, di dunia perblogan ini, terkadang sedikit dukungan bisa menghasilkan sesuatu yang manis, tetapi gw berharap sebuah komentar jelek, semoga saja tidak berdampak buruk.

Jadi bagaimana cerita ke Singapura di akhir tahun 2015 setelah kunjungan pertama di 2011? Yang pasti perjalanannya terasa berbeda. Selain karena saat itu gw jalan sendiri dan sudah lebih berpengalaman juga jalan-jalan (acieee, pede banget Yuna), perjalanan saat itu jadi lebih terasa nikmat. Ditambah lagi gw tidak terlalu berambisi untuk mengunjungi banyak tempat diwaktu yang terbatas, sebaliknya, selama 4 hari di sana, gw lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertemu dan ngobrol dengan teman-teman yang kenal dari blog dan aktivitas lainnya. Jadilah, perjalanan lebih berkesan.

Jadi 4 hari di Singapura, tempat atau kegiatan apa saja yang berkesan buat gw?

Library @Orchard

IMG_0004Ini adalah pencapaian terbaik selama gw ke Singapura. Bukan karena gw seorang kutu buku, bukan, gw hanya seorang pembaca beberapa novel dan komik, dan juga pengagum tumpukan dan koleksi buku yang banyak. Jadi menemukan perpustakaan umum di jalan Orchard yang terkenal dengan surganya belanja di Singapura membawa kepuasan sendiri buat gw. Ditambah lagi, sistem digital perpustakaan ini. Entah gw yang sudah lama pakai banget tidak ke perpustakaan yang membuat gw terlihat begitu terbelakang karena mengagumi sistem peminjaman online-nya dan juga pengaturan ruangan yang sangat nyaman. Penataan rak-rak buku yang sederhana, tetapi menarik. Sangat nyaman. Gw bisa sampai di sini juga harus berterimakasih sama teman. Perpustakaan ini sepertinya akan selalu ada di daftar kunjungan saat ke Singapura.

Little India

IMG_0006Mungkin buat yang sering mondar-mandir Singapura, Little India ini hal yang sangat umum, tetapi jujur, gw baru kali itu ke Little India mengingat (sorry) kesan yang tidak baik saat pertama kali mengunjungi Little India di Kuala Lumpur sebelumnya. Gw lumayan terkejut (senang) dengan kondisi Little India yang ternyata rapi dan bersih, entah bila itu hanya di jalan-jalan utama yang sarat turis. Selain jajaran bangunan-bangunan yang rata-rata berlantai dua dengan ornamen-ornamen bangunan yang khas dan cantik, gw juga sangat menikmati warna-warni bangunan yang cerah. Sangat menyenangkan berjalan di sepanjang jalan-jalan dan lorong-lorong di Little India.

IMG_0014Oh yah, dari sekian banyak bangunan cantik di sini, ada satu bangunan yang menonjol, mungkin warna-warninya sama, tetapi entah mengapa bangunan ini terasa lebih menyedot perhatian, dan ini jugalah yang menjadi alasan gw untuk cepat-cepat posting tentang perjalanan ke Singapura. Dan bangungan itu bisa dilihat koleksi lebih banyak di post mba Indah dan jangan lupa baca link dalam post tentang detail informasi tentang bangunan cantik ini.

Fort Canning Park

IMG_0089Bila melihat isi tanaman yang ada di Fort Canning Park, mungkin gw tidak akan terkesan mengingat koleksi pepohonan di hutan dan kebun dekat rumah gw lebih banyak dan lebih nyata dari taman yang lokasinya terletak di tengah kota Singapura ini. Namun, gw lebih terkesan dengan pembagian rute megelilingi taman yang ternyata di bagi menjadi beberapa pilihan seperti; Ancient History Trail, Trees of the Fort Trail, Colonial History Trail, dan Sclupture Trail, yang tujuannya seperti arti harfiah dari masing-masing rute. Jadi selain mencari kesegaran di tengah hutan beton Singapura, kita diperkenalkan dengan sejarah atau juga alam (terus terang yang terakhir membuat gw sadar selama ini β€œI took my near forest for granted”). Sebagai pemanis, saat berjalan di sepanjang Fort Canning Park, gw melihat beberapa aktivitas kelompok orang-orang yang sepertinya sedang berdiskusi ringan di saat makan siang, memenuhi kursi-kursi yang ditebar di dalam taman. Selain itu, dari banners yang memenuhi taman, terlihat bahwa di taman ini sering diadakan pertunjukan seni dan budaya setempat, sayangnya, waktunya saat itu tidak sesuai dengan jadual gw di Singapura. Maybe next time.

Royal Botanic Garden

IMG_0277Taman lain di Singapura yang terletak di baratdaya Fort Canning Park dan lebih terkenal dikalangan wisatawan. Tidak mengherankan bila mengingat gw juga kewalahan mengelilingi taman ini setengah hari dan membaca dari brosur dan peta-peta petunjuk di sepanjang taman tentang koleksi yang ada di sini. Banyak kegiatan olahraga ringan yang dilakukan di sini, membuat penjelajahan lebih menyenangkan karena variasinya. Bila memasuki Royal Botanic Garden ini gratis, mungkin sedikit perlu mengeluarkan dana untuk menikmati koleksi bunga Anggrek yang memiliki tempat tersendiri di dalam kawasan ini. Sedikit mahal menurut gw, 5 SGD untuk menikmati berbagai rupa anggrek, dari yang sering kita temukan di hutan (oh gw aja yah), sampai yang dikembangkan khusus di sini. Yang paling spektakuler menurut gw adalah penataannya yang menarik dan cantik, yang mampu membuat gw, seorang yang tidak mengerti bahkan nama-nama Anggrek, cukup betah berlama-lama di dalam.

Tambahan lagi, gw menikmati mencari patung-patung yang tersebar di sepanjang jalan kenangan taman.

Haji Lane

IMG_0469Ya, mungkin ini sama terkenalnya dengan yang sudah-sudah gw bahas di atas, dan dengan alasan yang sama gw mau bilang, ini pertama kalinya gw ke Haji Lane yang terkenal dengan coretan-coreatan dindingnya yang artistik dan menawan itu. Sayangnya, karena keterbatasan waktu temen yang menemani gw mengelilingi setiap lorong-lorong yang bersih di mana kanan-kirinya terisi bangunan tua namun dipenuhi dekorasi unik ini, membuat gw tidak sempat menyantap barang segelas atau dua gelas minuman di cafe-cafe manis yang cantik yang ada di sana. Dengan keterbatasan waktu, hall yang sempat gw lakukan pastinya mengambil foto dari sisi-sisi cantik di Haji Lane, sambil berjanji ke diri sendiri bahwa suatu saat, bila kembali lagi ke Singapura, harus memastikan menyantap minuman dan makanan di sana, melihat suasanya yang begitu menyenangkan.

IMG_0480Ion Art Gallery dan Ion Sky, Orchard

IMG_0364Dua lagi dari Orchard yang membuat gw terpesona dan terpikat dibandingkan rayuan-rayuan diskon maut, atau belanja sejumlah XX SGD (yang jumlahnya besar banget buat gw) berhadiah liburan setahun di Singapura, atau cashback yang berjubel buat wisatawan dari Indonesia yang mau berbelanja di sepanjang kompleks pertokoan Orchard; Ion Art Gallery dan Ion Sky Orchard. Sebenarnya bukan karena gw benci belanja, tetapi karena tak tertarik dengan harga-harga barang di Orchard, selain itu, dua tempat yang gw sebutkan di atas memiliki pesona tak dipungut biaya masuk. Untuk pelancong macam gw ini, arena tak berbayar itu seperti memiliki pesona sendiri untuk dikunjungin.

IONBeruntung saat gw memberanikan diri untuk berkunjung, Ion Art Gallery dan Ion Sky sama-sama tidak mengecewakan. Di Ion Art Gallery sendiri, gw di sambut dengan hangat dan senyuman manis dari staff-staff yang ganteng, yang siap menunjukkan gw ke tempat pameran lukisan. Ya, gw memang buta seni, tetapi pameran yang ada saat itu, cukup menghibur mata awam gw. Dan setelah puas, abang-abang staff yang ganteng-ganteng tadi, dengan keramahan yang sama menunjukkan lift yang mengantarkan gw ke ION Sky di lantai 55/56, tempat memandang kota Singapura dengan sudut 360 derajat. Satu tempat gratis yang memuaskan. Di dalam ION Sky sendiri, terdapat restoran yang menawarkan bersantap sambil menikmati pemandangan kota Singapura, yang pasti tidak gratis.πŸ˜€

Singapore Tourist Pass

IMG_0561Ini mungkin tujuan wisata, tetapi ini adalah salah satu cara untuk sampai ke tempat-tempat wisata di Singapura yang terjangkau dan nyaman. Dengan membeli Singapore Tourist Pass di counter-counter yang disediakan, gw menghemat biaya transportasi di Singapore sangat banyak dan sepuasnyabolak-balik dari satu lokasi ke lokasi berikutnya saat hati kaki ini sudah terlalu lelah.

Tempat-tempat mengesankan di Singapura versi Yuna, sampai segini dulu, bila ada tambahan akan ditulis terpisah. Ada yang mau menambahkan? Silahkan berkomentar di bawah.