Setiap awal Desember itu selalu jadi kebiasaan kami untuk memasang pohon Natal. Bahkan tahun ini, bokap menyarankan untuk pasang dari pertengahan November, terdengar bersemangat sekali bukan?

Nah, akhirnya sudah terpasang pohon Natal itu tepat 1 Desember. Tahun ini ada yang sedikit berbeda, pohon Natal kami tersusun dari tumpukan buku koleksi Yuna dan beberapa buku koleksi Ewang.

IMG_7832Terimakasih untuk media sosial yang bisa menjadi sumber inspirasi, Yuna menemukan inspirasi dari salah satuΒ accountΒ pencinta buku di Instagram yaitu @bookloversnest.

Setelah mengangkut buku di kardus-kardus yang sudah berdebu dan mengeluarkan koleksi buku favorit dari lemari, akhirnya dimulailah pembuatan pohon Natal itu. Rencanan awalnya adalah menggunakan semua koleksi buku yang jumlahnya sekitar 1000an, berhubung rumah kami imut, seimut penghuninya, jadilah hanya sekitar 200an buku yang digunakan.

IMG_9521Dan seperti kegiatan pada umumnya, Yuna yang punya ide, Yuna menyediakan dan mengangkat buku-buku tersebut, dan Ewang yang menyusun menjadi pohon Natal mini. Oh yah, untuk tambahan, buku-buku ini disusun berdasarkan kesukaan Yuna, dan biar tidak ada rahasia di antara kita, buku yang terdepan adalah yang favorit Yuna dan buku-buku lainnya untuk pencitraan biar terlihat bacaannya keren,πŸ˜€ sedangkan komik-komik di bagian belakang dan bagian tengah, sebagai penyangga.πŸ˜€

IMG_9523Terdengar begitu egois tidak si Yuna ini? Untung saja dia manies (nah, loh, apa hubungannya?!).

Setelah satu setengah jam, kerjasama kakak adek yang suka dikira kembar padahal usia terpaut beberapa tahun ini (dan merugikan Yuna), berbuah dengan pohon Natal mini yang memuasan buat mereka berdua dan bokap, tetapi tidak kakak pertama yang tidak mau berkompromi bahwa pohon Natal adalah yang berbahan plastik yang sudah umum dijual.πŸ™‚β€

BookChristmasTreeDan seperti inilah bentukknya, dan kami sudah bebapa langkah menyambut Natal.πŸ™‚