Yes, finally Osaka, which has always been the last city that I visited during my trips in Japan.

Memang urutan perjalanan yang murah dan mudah versi teman-teman seperjalanan dan gw saat mengunjungi Jepang adalah Tokyo, Kyoto, dan terakhir Osaka. Jadilah cerita tentang musim gugur ini diurutkan seperti itu juga. Ya, masih tentang musim gugur walaupun ini sudah tanggal satu Desember dan halaman blog ini sudah dihiasi dengan animasi dari butiran salju. Setelah aroma dan rona musim gugur di Tokyo dan Kyoto, masih adalah yang mau gw ceritain tentang Osaka. Biasanya berbicara tentang Osaka, yang terkenal adalah makanan dan gegap-gempita lampu-lampu neon di Dotonbori, berhubung gw tidak menikmati satupun makanan yang bernuansa musim gugur saat di Osaka dan juga Dotonbori seret pepohonan, kali ini kedua hal tersebut biarlah gw lupakan dan tinggalkan sejenak, sejenak saja.

Jadi di mana saja aura muim gugur gw rasakan saat mengitari Osaka?

Shinsekai

Shinsekai1Mungkin Shinsekai lebih sering dikaitkan dengan Jan-Jan Yokocho Alley yang dipenuhi tempat-tempat makanan yang enak, terutama kushikatsu atau juga barangkali Tsutenkaku Tower yang merupakan salah satu ikon Osaka, ah ada juga Tennoji Zoo, oh atau sebagai salah satu zona yang berbahaya di sekitar Osaka. Tetapi, penemuan secara tidak sengaja selepas gw dan teman-teman puas mengenyangkan diri di pusat makanan sana, menampik hal yang terakhir karena kami masuk ke suatu kawasan rumah penduduk yang tenang, asri, rapi, dan bersih. Mungkin perjalanan kami dilakukan siang hari dan belum bisa dijadikan suatu pernyataan bahwa daerahnya memang tidak berbahaya atau berbahaya, namun yang kami rasakan adalah kenyamanan dan ketenangan saat berjalan di sana.

ShinsekaiBahkan sampai saat kami tidak sengaja tiba di sutu tempat yang terlihat seperti pemakaman.

Shinsekai2Osaka Castle

Gw gak tau dengan kalian, tetapi buat gw, saat gw menginginkan sesuatu dan gw mengusahakannya, bahkan merasa sudah maksimal tetapi belum dapat juga, biasanya gw menjadi terobsesi, dan hal ini sering mengakibatkan sakit kepala. Begitu juga dengan musim gugur.

Khayalan gw tentang musim gugur adalah seperti yang ada diberbagai macam media social, maka saat gw memutuskan berlibur di musim guugur, gw berharap mendapatkan seperti yang gw lihat, walalupun gw tau belum waktunya. Hal bodoh memang, tetapi itulah gw.

Maka saat tiba di Osaka Castle yang warna musim gugurnya lebih bermacam dan lebih semarak dari tempat-tempat yang sebelumnya sudah gw kunjungi, memori kamera gw hampir penuh dengan foto dedaunan dan pepohonan, yah walaupun keterampilan mengambil foto ternyata belum bagus.

Osaka Castle1Osaka Castle adalah salah satu tempat yang gw akan anjurkan ke setiap orang saat berkunjung ke Osaka dalam setiap musim. Di luar museumnya yang keren, tamannya memiliki pemandangan yang indah terutama di musim semi dan musim gugur, terutama saat puncak kedua musim. Bahkan saat kunjungan di musim gugur yang belum memncapai puncaknyapun, setiap sudut taman di Osaka Castle sudah dipenuhi pengunjung yang mengagumi keindahannya. I’ll be back for sure. ❀

Midosuji-Suomachi

Jalan ini disebut-sebut sebagai salah satu jalan terindah saat musim gugur di Osaka dan pastinya karena jajaran pohon Ginko di kedua sisi jalannya (Mas Bartz, jangan tanya lagi hubungannya dengan Ginko biloba yah. πŸ˜€ ).

MidosujiJalan ini kami lewati saat menuju Amerikamura, saat itu daun-daunnya masih sangat hijau, tetapi bila sudah saatnya berubah kuning, hasilnya seperti gambar punya orang lain seperti di bawah ini. Yah, kali ini ambil gambar orang dulu, semoga kapan-kapan bisa memasang foto hasil jepretan sendiri di sini. πŸ˜€

Ginkgo at Midosuji-1024Hagoromo

Yeah, finally, here we come to the most satisfying finding during my trip in Osaka.

HagoromoYeah, mungkin ungkapan-ungkapan yang sudah sering (pakai) banget gw dengar tentang β€˜segala sesuatu indah pada waktunya’ itu terasa banget diperjalanan saat itu. Akhirnya pengejaran kepastian dari abang rona musim gugur beakhir manis di Hagomoro, Osaka, secara spesifik di taman Hamadera, persis di depan pintu utama hostel tempat gw dan kawan-kawan menginap selama di Osaka. Lokasinya memang jauh dari pusat wisata di Osaka, agak jauh melipir ke daerah barat, dekat dengan teluk Osaka, hanya 30 menit ke Kansai Internasional Airport. Namun, itu tidak masalah karena pemandangan taman yang indah dan kondisi yang sejuk dan menenangkan yang kami dapatkan selama beberapa hari menginap di sana. Ini adalah pencapaian terbaik sepanjang perjalanan pendek di musim gugur gw. Ahey.

Hagoromo3Yah, begitulah akhir yang menurut gw cukup manis (ngomong sambil becermin) πŸ˜€ *gak boleh protes*. πŸ˜›

Hagoromo1Bagaimana pengalaman musim gugur kalian?

Winter is an etching, spring a watercolor, summer an oil painting, and autumn a mosaic of them all. -Stanley Horowitz-