Masih bukan cerita dalam bahasa Inggris, tetapi biar terlihat keren aja.๐Ÿ˜€

Ini sudah akhir November, dari pencarian di internet, seharusnya ini sudah mulai masuk musim dingin, kali-kali juga, gak tau juga pastinya karena belum pernah merasakan musim dingin dimanapun (someone please take me to one). Namun laghi-lagi seolah tak berdaya, gw tak kuat melawan daya tarik musim gugur dari posting-an para penghuni dunia IG yang masih belum jugaย move on dari keindahan warna-warni musim gugur, jadi donk, gwpun lebih sulit lagi beranjak dari ingatan musim gugur yang pertama dan baru satu-satunya dan tak seberapa. Sebelumnya gw cerita tentang musim gugur yang pernah gw alami di Tokyo, kali lanjutannya adalah Kyoto. Masih dengan warna yang separuh matang seperti di Tokyo, tetapi Kyoto mempunyai kesan sendiri. Ada beberapa lokasi di Kyoto yang cukup memberikan rona-rona yang dramatis saat kami berkunjung ke sana dan mengesankan walau ronanya belum semaksimal foto-foto dahsyat di IG (Sepertinya ini akan jadi target tahun depan, musim gugur, wherever it is, tunggu gw nabung yah, gw fotoin sampai lelah).

Sungai Kamogawa

KamogawaBicara tentang setiap perjalanan gw ke Kyoto, tidak bisa dipisahkan dari sungai Kamogawa sebagai sungai utama yang mengalir di tengah kota itu karena sungai ini selalu gw dan kawan-kawan lewati setiap berpindah dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Entah karena lokasinya yang dekat dengan penginapan kami, atau memang selalu kami jadikan patokan. Namun yang pasti selalu ada kegiatan di sekitar sungai ini di pagi dan sore hari, baik untuk berolahraga, berjalan santai, ataupun hanya bersantai di kedua sisinya sambil menikmati desiran angin dan menatap aliran sungai yang sepertinya bisa member efek menenangkan.

Kawabata Dori

IMG_0502Sebuah jalan pendek yang terletak tegaklurus dengan jalan utama Shijo Dori yang padat pengunjung. Jalan pendek ini mungkin terasa kontras dengan kesibukan Shijo Dori yang sibuk di ujung jalannya. Jalan ini terasa sejuk dengan pepohonan yang memadati sepanjang jalannya dan rumah-rumah kayu khas Jepang dan bangunan lama khas Jepang.

Kiyomizudera Temple

KiyomizuderaWalaupun gw adalah satu dari jutaan manusia yang seharusnya sudah hapal (pakai) banget bahwa berharap banyak itu bisa berakhir sakit (eaaa, lagi?!? Curcol), gw tetap berharap banyak mendapatkan pemandangan musim gugur yang spektakuler di Kiyomizudera Temple mengingat kondisi kuil yang dikelilingi oleh pepohonan momiji. Dan memang akhirnya kami tidak bisa menikmati kemegahan dan keindahan musim gugur se-spektakuler janji yang dituliskan di brosur-brosur wisata, yang sekali lagi dikarenakan waktu kedatangan yang lebih cepatย  dari โ€œIlluminatian Festivalโ€ yang akan digelar di kuil itu sebagai salah satu acara tahunan di musim gugur, saat keindahan warna dedaunan dipertegas dan diperindah dengan adanya efek pencahayaan.

KiyomizuderaTempleMeskipun begitu, tetap ada sisi-sisi dan sudut-sudut Kiyomizudera Temple yang tetap indah untuk dinikmati. Pun, saat itu, kuil yang selalu menjadi nomor satu di pusat kota Kyoto itu sudah dipadati oleh pengunjung.IMG_0541

Arashiyama

Mau musim apapun sepertinya Arashiyama selalu menawarkan sesuatu yang menarik. Waktu terbaik suatu musim ataupun tidak, Arashiyama akan selalu menyuguhkan berbagai hal yang umumnya menyegarkan raga dan jiwa,ย  baik dari keindahan alam dan budaya.

ArashiyamaAwalnyapun gw tidak terlalu menspesialkan Arashiyama, tetapi dengan melambatnya pergerakan saat berjalan-jalan, maka semakin terasa kesenangan saat mengitari daerah yang asri ini. Saat musim gugur belum mencapai puncaknyapun, pemandangan di Arashiyama sudah indah, bisa dibayangkan saat sudah berada di puncak kecantiannya. Wuoooo.โค

Ryoanji Temple

RyoanjiBila boleh menspesifikkan satu lokasi di Arashiyama, tepatnya kuil, maka gw akan selalu memilih Ryoanji, walaupun banyak yang lebih indah pastinya saat musim gugur, salah satunya karena kuil yang terkenal karena tamannya ini mudah di gapai. Selain itu, Ryoanji Temple ini memiliki taman yang indah, di tambah lagi dengan sedikit meneruskan perjalanan, akan di tiba di โ€œBamboo Grooveโ€ yang sering di sebut-sebut sebagai salah satu jalan terindah di Jepang. Musim apapun tak mempengaruhi warna bamboo yang memang selalu hijau, kecuali saat mau mati menjadi coklat, tetapi sejuknya angin musim gugur menambah semangat berjalan di antara bambu, apalagi bila ditemani abang ganteng. Cocok.๐Ÿ˜€

Daikakuji Temple

DaikakujiTidak alasan buat gw untuk tidak menyukai dan mengingat selalu kunjungan gw ke kompleks kuil di ujung Arashiyama ini. Selain sepi, banyak hal menarik yang ditawarkan kuil ini. Pernah kami tampilkan beberapa fotonya di sini.

IMG_1934Kinkakuji Temple (Temple with Golden Pavilion)

Kunjungan ke kuil yang terkenal dengan pavilionnya yang berlapis emas, sepertinya tidak bisa ditinggalkan saat berkunjung ke Kyoto. Tanpa pernak-pernik dedaunan musim gugur yang indah, Kinkakuji Temple ini sudah memiliki daya tarik sendiri dan bisa dipastikan bagaimana kecantikannya bertambah saat daun-daun momiji yang tersebar di sekitar kuil berubah warna dari hijau ke warna-warna dari kuning, jingga, coklat, dan merah.

IMG_1979Kuil yang susah dihindari walaupun selalu padat mengunjung dalam setiap musim. Ini juga kuil yang ingin kukunjungi di musim dingin, untuk melihat perpaduan warna emas dan putih salju.๐Ÿ™‚

Jadi, Kinkakuji adalah penutup cerita di Kyoto untuk saat ini.๐Ÿ™‚