Gak, gak berbahasa Inggris kok, biar pendek aja judulnya, ada di blog sebelah kalo mau baca yang versi bahasa Inggris belepotan.πŸ˜€

Kyaaakkkkkkk (terlambat yah teriaknya). Gw mau teriak dan memang selalu sedikit memekik saat melihat foto-foto yang cantik tentang musim gugur yang sedang berlangsung di belahan bumi utara. Mungkin saat ini adalah puncak-puncaknya dedaunan yang sedang mempersiapkan diri menyambut musim dingin itu berubah warna, sesaat sebelum akhirnya berguguran meninggalkan pohon induknya untuk bertahan sendiri dari dinginnya musim dingin (asek, gw udah mulai sedikit kebawa perasaan ini). Mungkin bila gw punya sesuatu seperti dedaunan itu, mungkin, setahun gak sekali aja dedaunan berubah warna, sesaat sebelum meninggalkan gw untuk bertahan dalam kedinginan hati, tetapi bisa berkali-kali, bisa ngalahin siklus 4 musim. Iyaaah. Sampai situ dulu bawa-bawa hatinya.

Apapun itu, foto-foto yang terpajang di berbagai media sosial, tetap membuat gw berteriak, berteriak senang karena mata dimanjakan, dan juga berteriak ingin menikmati langsung. Satu-satunya musim gugur yang pernah gw nikmati adalah tahun lalu, di Jepang, dan sayangnya saat itu belum puncaknya pepohonan berubah warna. Saat gw dan dua orang teman ke sana, hanya sedikit yang berubah warna karena kami datang lebih cepat dari waktu puncaknya, yah ini juga mungkin disebabkan pemilihan tiket termurah ke sana.πŸ˜€

Meskipun begitu, tak mengurangi makna liburan kami, dan ada beberapa lokasi yang sudahΒ  mulai mempersiapkan diri selain Hakone seperti yang beberapa fotonya sudah pernah gw pajang di sini. Kali ini sedikit rona musim gugur dari Tokyo.

Toyosu

IMG_0186Ini adalah pemandangan 5 hari gw di Tokyo, kalo tidak salah nama pohon ini di Jepang di sebut Gingko, pohon ini hanya berubah sampai kuning cerah sebelum gugur, tidak berwarna merah. Pemandangan apik ini beruntung bisa gw nikmati setiap pagi karena teman gw yang baik hati menginjinkan untuk menginap di rumahnya selama di Tokyo. Kompleks apartemen di daerah Toyosu, tidak jauh dari Odaiba. Ini pemandangan yang sebisa mungkin gw nikmati, belum lagi di tambah kesegaran dan kesejukan saat melewati jembatan ini. Hal yang paling gw sukai di sini selain pemandangan pepohonan adalah pengendara sepeda yang berseliweran dan beberapa insan yang berolahraga. Segar.

ToyosuShinjuku Gyeon

ShinjukuGyeonBila Toyosu adalah pemandangan 5 hari gw, Shinjuku Gyoen adalah pemandangan musim gugur pertama gw. Setibanya di Tokyo dari Hakone, kami mengunjungi Shinjuku Gyoen yang terletak tidak jauh dari stasiun Shinjuku tempat kami menyimpan bagasi. Berbekal makan bento dari convenience store, kami menikmati makan siang ditemani dedaunan yang mulai berubah warna dan pemandangan sekelompok anak yang sedang bermain, juga memandang mereka yang sedang bersantai di taman terbesar yang ada di metropolitan Tokyo ini. Walaupun pohon musim gugur belum menunjukkan warna maksimalnya, ada hal lain yang bisa dinikmati di taman ini, taman-taman bertema yang terdiri dari Japanese Landscape Garden, French Garden, dan English Landscape Garden. Kesemuanya bisa dinikmati dengan membayar Β₯20.

ShinjukuGyeon1Asakusa

Tidak ada pepohonan yang menunjukkan perubahan warna di daerah yang terkenal dengan lampion besarnya di pintu masuk, tetapi yang gw ingat adalah akhirnya payung yang kami bawa dari Indonesia bisa digunakan di sini karena saat kami berkunjung ke Asakusa, Tokyo sedang diguyur hujan, hujan yang membuat dingin menjadi lebih sangat dingin, namun tak menyurutkan niat para pengunjung, baik pengunjung Nakamise Dori ataupun Sensoji Temple untuk memadati kedua daerah tersebut. Termasuk kami.πŸ˜€

AsakusaTokyo Dome City

TokyoDomeBukan berniat menonton salah satu pertandingan olahraga favorit warga Jepang kami ke Tokyo Dome City, tetapi hanya mengantar Si D untuk membeli pernak-pernik salah satu club besar di Tokyo. Beberapa pohon sudah berubah warna terutama yang berdekatan dengan wahana rollercoaster, salah satu permainan yang ada di Tokyo Dome City. Hari itu adalah akhir pekan, saat kami berkunjung ke sana dan banyak sekali keluarga dan anak-anakΒ  memenuhi kawasan sekitar Tokyo Dome. Oh yah di Tokyo Dome juga terdapat Japanese Baseball Hall of Fame dan Musium. Ini salah satu tempat yang gw janji akan kunjungi lagi suatu saat, tidak hanya untuk menemani si kawan membeli pernak-pernik.

Harajuku

Mendengar kata Harajuku, kata yang terlintas pertama adalah street fashion yang unik dari Jepang. Pasti. Walaupun saat musim gugur tahun lalu, kami hanya bertemu satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang menggunakan cosplay entah apa, sangat jauh keadaannya dengan musim semi tahun 2013, di mana gw memperoleh banyak β€œgambar curi-curi” pejalan kaki yang bergaya unik dan menarik.

Tidak kecewa karena masih banyak yang bisa di lakukan di Harajuku. Tetapi bila bercerita tentang pepohonan, masih belum menunjukkan tanda-tanda perubahan warna yang ekstrim, hanya di satu ruas jalan yang paralel dengan Takeshita Dori yang terkenal itu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gw gak tau pepohonan menuju kuil Meiji Jingu denga Torii yang besar ini akan berubah warna saat musimnya atau tidak. Tetapi hijau begitu saja sudah menawan.

Shibuya

Maafkan kalo sekali lagi akan mendengar bahwa gw tidak mengetahui pepohonan yang menghiasi median dan tepi jalan di sekitar perempatan tersibuk di dunia, persimpangan Shibuya ini akan berubah warna atau tidak, yang pasti saat itu belum ada arah ke sana. Walaupun pepohonan di sekitar patung Hachiko sudah mulai mengering. Hal itu terabaikan dengan perhatian gw dan teman-teman seperjalanan yang lebih terarah ke ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang yang memenuhi persimpangan jalan setiap kali lampu hijau untuk pejalan kaki menyala, dari atas pertokoan. Kegiatan sederhana yang menarik kala musim gugur di Tokyo.

ShibuyaWalaupun keseluruhan perjalanan di musim gugur tidak mendapatkan foto-foto secantik yang mereka pajang di media sosial, tetapi kenangan gw tentang musim gugur di Tokyo tetap menyenangkan. Sama menyenangkan dengan penantian jawaban walaupun belom berujung manis hingga sekarang. Eh…keterusan curcol mulu.πŸ˜€