Entah berapa puluh kali Sungai Martapura di Taman Siring yang bisa memberi efek menenangkan yang mengalir di tengah kota Banjarmasin ini gw lewati. Setiap ada kesempatan ke Banjarmasin dan menyetir sendiri, gw selalu melewati sungai ini. Selain efek menenangkan, gw biasanya sudah terlalu malas melihat peta dan GPS saat ke Banjarmasin, jadi ini adalah patokan gw menuju ke beberapa tempat favorit di seputan kota yang di juluki Kota Seribu Sungai itu. Mungkin bila menjadi ranger, gw akan menjadi yang sedikit payah bila kemalasan sedang muncul, dan itu munculnya lumayan sering sampai membuat mayun teman jalan.😀

Taman Siring1Balik ke Taman Siring. Keberadaannya sebagai sungai utama di Banjarmasin, terlihat dengan pemanfaatan sungai dan ruangan sekitar sungai ini. Di dataran sebelah barat dan timur sungai terdapat beberapa tempat pentingnya kota Banjarmasin, dan setelah gw mencari info (lebih banyak info di sini) ini merupakan bagian program pengembangan dari pemerintah Banjarmasin untuk Taman Siring dan lintasan sungai Martapura.

Banyak memang yang bisa dilakukan di sekitar taman dan lingkungan sekitarnya masjid terbesar di Banjarmasin, yaitu Masjid Sabilal Muhtadin ada di bantaran barat sungai, di selatan Taman Siring terdapat sebuah klenteng yang cantik, terus menyusuri sungai ke bagian utara, kemudian mengikuti jalan utama, biasanya gw mengunjungi Kampung Sasirangan, di mana pusat pembuatan kain dengan warna-warna yang menyala, ciri khas Banjarmasin berada. Terus menyusuri jalan, bisa memotong, bisa melipir sungai kecil, menemui Lontong Orari yang sudah terkenal. Buat gw, intinya jembatan sungai ini dan taman Siring adalah patokan untuk ke manapun, bahkan ke Duta Mall. Bila menjiplak GPS kantor akan seperti di bawah ini penyebarannya.

map KelentengBiasanya, saat sudah mulai lelah menyetir atau sebelum meninggalkan Banjarmasin, gw akan berhenti sejenak di Taman Siring, untuk melepaskan penat. Awal gw mengunjungi taman ini di tahun 2013 dan sampai di kunjungan-kunjungan pada tahun 2014 yang bisa gw lakukan hanyalah duduk bersantai menikmati hembusan angin dari sungai. Sejalan bertambahnya waktu dan pengembangan yang dilakukan pemerintah setempat, pada tahun 2015, saat gw kembali ke Sungai Siring, di sekitar taman ada pasar terapung yang umumnya menjual makanan dan beberapa jenis buah-buahan lokal.

Taman SiringWalaupun tak sebesar dan suasanya memang sedikit berbeda dengan Pasar Terapung di Lok Baintan yang pernah gw kunjungi, Pasar Terapung Siring cukup mempesona bila tidak sempat bangun subuh untuk mengunjungi dua pasar terapung lainnya yang sudah ada sejak dahulu kala di Banjarmasin.

Pasar TerapungPasar Terapung1Terakhir gw baca dan sudah mulai ramai di bicarakan adalah pondok pandang (yang belum sempat gw kunjungi) dan juga rencanan pembuatan ikon baru yaitu patung Bekantan raksasa di taman Siring ini.

Selain hal yang sudah disebutkan di atas, saat bulan Ramadhan, di Jalan Sudirman, dataran di sisi barat sungai Martapura, diadakan Pasar Ramadhan yang menjual berbagai macam pilihan makanan untuk berbuka. Saat itu, pastinya yang gw incar adalah makanan khas Banjar dan juga wadai-wadai jualan acil. Buat yang mencintai makanan dan cemilan khas Banjar, seperti gw, pasti sangata suka mendatangi dan berbelanja di Pasar Ramadhan ini.

Taman Siring5Setelah berbelanja, hasilnya bisa di bawa ke Taman Siring, mencari tempat paling nyaman sambil menikmati senja dan ketenangan sungai dan suasana disekitarnya sambil menunggu waktu berbuka. Nikmat.

Pasar Terapung3Begitulah gw biasanya memanfaatkan Sungai Martapura dan Taman Siring. Dengan begitu, lepaslah penat.

Ada yang sudah pernah ke Banjarmasin? Khususnya Taman Siring? Cerita donk.

Baca juga di sini:

https://yunitagena.wordpress.com/2013/06/22/random-sweet-escape-to-banjarmasin-south-borneo/

Taman Siring3