Waktu berlalu begitu cepat itu sangat benar adanya yah. Tidak terasa sudah satu tahun setelah terakhir kali gw mengunjungi Jepang (asek, kaya udah puluhan kali aja yah). Akhir-akhir ini gw banyak bercerita tentang perjalanan gw beberapa tahun lalu di blog pribadi (boleh donk berkunjung; Little Orange World). Ini semua gw lakukan karena dari awal tahun sampai sekarang gw melakukan perjalanan dalam negeri saja, pengen merasa-rasa 4 musim, apa daya, dana di rasa-rasa tidak bisa. Jadilah, hanya bisa menceritakan yang sudah berlalu.

Kali ini gw tertarik bercerita tentang Asuka Hotel yang gw dan teman-teman kunjungi setahun lalu.S eperti biasa lagi, ini mesti banget gw sebutin bukan post berbayar (ingin sih, apa daya tidak laku, hehehehe). Ini semata-mata ingin memberikan pendapat setelah menginap di hotel yang ada di Hakone itu selama dua malam.

Hotel ini gw dapat dari teman yang tinggal di Jepang, dan sayangnya hanya bisa melakukan komunikasi dalam bahasa Jepang. Ini adalah penginapan termahal yang gw pernah tempati selama berlibur ke luar negeri, bila dirupiahkan sekitar 675 ribu bukan gw banget yang biasa mematok biaya penginapan maksimal 350 ribu semalam. Ini bukan karena mau sok-sokan, tetpai saat itu memang tidak ada pilihan. Gw dan teman-teman berkunjung ke Hakone saat salah satu silver week di Jepang, yang artinya penghuni negara itupun sibuk berlibur dan memenuhi berbagai tempat liburan di dalam dan luar negeri, alhasil selain susah mendapat penginapan, harga menjadi naik. T_T

Dari awal mencari hotel ini kami sudah mengalami hambatan karena tidak bisa berbahsa Jepang. Karena tidak menggunakan GPS, kami mengandalkan peta di kertas dan denga sedikit sok berusaha mengartikan tanda-tanda jalan dengan contekan hiragana yang gw punya, dan tak berhasil.

Setelah 40 menitan kebingungan, sampailah di Asuka Hotel karena bantuan seseorang yang berbaik hati mengantarkan kami. Pertama melihat sedikit ragu, hotel ini penampakannya berupa rumah jepang tua yang dialihkan fungsinya menjadi hotel. Gw sendiri dalam hati saat itu agak kecewa melihat penampakan itu (superficial banget yah), tetapi karena sudah bayar berusaha tersenyum manis.

Asuka1AsukaMasuk, kami di sambut resepsionis (jangan bayangkan gadis Jepang seperti di drama) seorang bapak tua yang juga ternyata pemilik penginapan (gw ganti kata hotel karena akan memeberikan kesan berbeda). Lagi-lagi kendala bahasa muncul, tetapi yah karena sudah mulai terbiasa dengan perbedaan ini, anehnya kami bisa saling memahami maksud lawan bicara. Administrasi di urus dan segalanya. Aman.

Asuka3Asuka2Masuk melihat kamar, walaupun tidak mewah, tetapi kamarnya cukup lengkap dan nyaman. Dengan desain rumah Jepang tua yang didominasi kayu. Menurut teman gw, penginapan ini adalah jenis ryokan, hanya saja kami memesan menggunakan kasur karena takut tidak terbiasa tidur di lantai, mungkin jadinya semi ryokan. Sebenarnya bila dibandingkan dengan harganya dan penginapan di Indonesia, ini akan jauh banget, tetapi karena di Jepang, ya sudahlah.

Asuka4Walaupun sebenarnya tidak memenuhi harapan dengan harga yang dibayarkan, tetapi fasilitas penginapan ini lumayan, ada wifi, sarapan, televisi, pemanas air, wastafel dalam kamar, dan onsen pribadi. Walaupun ada jadual yang harus di isi agar tidak rebutan dengan kamar lain, onsennya cukup untuk 2-3 orang (cukup untuk penghuni 1 kamar). Kami tidka mencoba onsen selama di sini karena terburu-buru melakukan hal lainnya. Satu hal yang memuaskan dari penginapan ini adalah sarapannya. Penghuni disediakan menu sarapan Jepang yang beragam dan juga ada tambahan roti. Ini adalah fasilitas yang paling memuaskan selama menginap di Asuka Hotel.

BreakfastIMG_0406Ah, apa perlu gw sebutkan tentang keramahan pelayanan jasa di Jepang yang sudah terkenal itu? Yah, walaupun bahasa menjadi kendala, pemilik hotel dan staff-nya tetap melayani kami dengan ramah. As what you had expected from Japan’s service.

Asuka5Seperti itu pendapat singkat tentang Asuka Hotel di Hakone.