Yeah, sudah akhir pekan lagi, tandanya bisa jalan-jalan (seolah-olah ngaruh kalo weekend). Berhubung gak bisa keluar, kayanya kali ini gw bermain dengan perasaan ingatan saja. Ingatan kalo di Sangatta akhir pekan seperti ini apa aja yang gw, teman, dan keluarga sering lakukan. Sebagai gambaran umum, Kutai Timur yang beribukota Sangatta mencakup luasan area sekitar 35.747,50 KM2 (dari wikipedia), cukup luas sebenarnya. Namun apa daya, luasnya daerah tidak sebanding dengan banyaknya fasilitas hiburan karena kabupaten ini didominasi oleh tambang batubara yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, juga perkebunan kelapa sawit, dan sisanya Taman Nasional Kutai. Untuk hiburan diluar kegiatan yang menyentuh alam, Sangatta termasuk sangat kekurangan, tidak ada pusat perbelanjaan yang menarik (menurut gw banget loh yah), tidak ada tempat nongkrong yang gw suka, kecuali satu tempat minum kopi yang itupun karena akses wifi-nya (entah kalo gw belum terinformasi tentang hal ini dengan baik), tempat karokepun untuk menyalurkan bakat menyanyi gw dan olahraga vokal tidak ada (ini peluang kali ya, harus survey dulu, berapa banyak yang berambisi ikut idol-idolan, tetapi either gagal, belum kesampaian, atau baru mau berlatih).

Jadi, dari gambaran umum versi gw di atas, biasanya rombongan kami memilih untuk berwisata yang berkaitan dengan alam. Hal ini karena wisata alam membuat segar hati, badan, dan pikiran, lebih murah, dan memang tidak ada pilihan buat kami. Kekekeke. Selain wisata Taman Nasional Kutai dan lokasi penelitian Orang Utan di Prevab Mentoko, pantai di sepanjang Kutai Timur menjadi yang paling kami gemari. Ada beberapa pilihan pantai yang memungkinkan karena lokasi Kutai Timur yang sebelah baratnya memang berbatasan langsung dengan Selat Makassar.

Kenyamukan

Kenyamukan adalah pelarian terdekat, sebenarnya mungkin tidak bisa di bilang pantai. Pertama, kegiatan kami bila ke Kenyamukan adalah dermaga yang menjadi pusat bongkar muatan hasil laut para nelayan atau kegiatan lainnya yaitu memancing. Kedua, garis pantainya yang berpasir tidak pernah lebih dari 50 meter panjangnya (lagi-lagi setelah gw berapa kali bertandang ke sana). Ketiga, yang juga menjadikan Sangatta terkenal; di lekukan sungai-sungai yang bermuara ke Selat Makassar merupakan tempat bersarangnya reptil yang beberapa kali memakan korban, dan yang terbesar pernah ditemukan sudah dimuseumkan di Tenggarong (Gila gw nulis dan membayangkan aja merinding hebat). Whatever, untuk menikmati hembusan angin laut dan sekedar bermain air atau berenang bersama penduduk Kenyamukan di sekitar dermaga (jangan jauh-jauh), Kenyamukan cukup sering kami kunjungi. Ah, terkadang untuk memancing atau hanya membeli ikan segarpun kami jabanin ke Kenyamukan.πŸ˜€

Teluk Lombok

20131105_161614Teluk Lombok mungkin bukan hanya pilihan rombongan kami saja, tetapi juga kebanyakaan orang Sangatta dan terkadang penduduk Bontang ikut memenuhi pantai yang paling mudah diakses ini. Berjarak sekitar 20 km dari pusat Sangatta dan 40 km dari Bontang, Teluk Lombok hampir selalu padat di akhir pekan. Pantainya mungkin tidak berpasir putih dan tidak juga terlalu bersih, tetapi yang menjadi daya tarik adalah permainan air satu-satunya yaitu Banana Boat. Terakhir bermain Banana Boat , satu kapal dikenakan sekitar 250-350 ribu, tergantung muatannya 6-8 orang. Cukup menghiburlah keberadaan permainan ini buat kami.

Teluk LombokUntuk sekedar bermain pasir dan air, kami lebih senang bagian utara Teluk Lombok karena cenderung lebih bersih. Hanya saja perlu berhati-hati dengan ikan Pari yang sering terdampar di sekitar pasir atau juga ubur-ubur menyengat.

P1100367Ah info lagi, bila menyukai kondisi pantai yang tidak terlalu sesak dengan pengunjung, sebaiknya hindari Lebaran hari kedua maupun ketiga karena mungkin saja separuh penduduk sangatta pindah ke pantai ini untuk menghabiskan sisa makanan lebaran (termasuk kami ikut menghabiskan masakan tetangga).

Pantai Aquatic

Aquatic 1
Ini bukan foto gw, tapi ponakan, sekitar 4 tahun yang lalu.πŸ˜€

Dulu banget, dulu, waktu bokap masih menjadi salah satu pekerja tambang, kami bebas keluar masuk pantai ini dengan tanda pengenal dari perusahaan, sekarang hanya bisa dinikmati di akhir pekan karena hanya saat itu Pantai Aquatic terbuka untuk umum. Gw tidak pernah menghitung jarak tepatnya (nanti gw hitung bila berkunjung lagi), mungkin sekitar 15-20 KM (perhitungan kecepatan kami selalu berkisar 40-50 km/jam dengan waktu tempuh 25-30 menit). Bila berkunjung ke pantai ini, gw pribadi lebih menikmati pemandangan hijau di kanan dan kiri jalan, juga beberapa pemandangan dari puncak bukit jalan yang memandang ke laut.

Aquatic3
Picture was taken by talented Galang.

Kesukaan gw yang terutama adalah pertemuan dengan monyet-monyet di sepanjang jalan berbatu menuju pantai. Walaupun sudah belasan tahun, gw selalu terkagum dan senang bila bertemu monyet-monyet tersebut. Suka melihat tingkah mereka. Satu hal yang perlu diingat, jangan memberikan mereka makan. Biarkan mereka mendapatkannya dari alam. Selain itu, mereka menjadi lebih agresif saat disodorkan makanan, berbahaya buat diri kita sendiri.

Aquatic2
Another Galang’s work

Aquatic ini berupa tanjung yang dikelola oleh PT KPC dan dijadikan daerah hiburan. Gw ingat waktu SD sampai SMP, bermain di pantai buatan ini masih cenderung aman, sekarang beberapa kali dilarang bermain di air karena ubur-ubur yang menyengat, pari, dan bahkan reptil muara yang mampir main dan unjuk gigi di sekitar pantai. Sangat menghawatirkan. Namun, semua itu tidak mengurungkan niat untuk bermain di Aquatic karena ada satu gazeebo yang menjorok sedikit ke pantai, biasanya digunakan untuk memancing, makan-makan, atau hanya memandang Selat Makassar sambil menikmati anginnya di posisi yang sedikit ke utara Teluk Lombok, yang rasanya memang sedikit berbeda, bukan rasa yang dulu pernah ada. Eaaaaa. Apapun itu terkadang ada kesenangan sendiri dalam diam memandang luasnya laut.

Yah, untuk sekarang tiga itu dulu karena memang itu saja yang suka kami kunjungi. Bila ingin sedikit menjauhi Sangatta, ada Pulau Beras Basah di Bontang atau Pantai Sekerat, di jalan menuju Sangkulirang, Kutai Timur di belahan lebih utara, mungkin akhir pekan depan gw ceritakan. Ini foto-nya dulu (alasan lain memajang foto diri).πŸ˜€Picture 091

Pernah ngerasa begini nggak? (my finger is directed to you Uir!)

Terkadang ada kenyamanan dalam luasnya kehampaan lautan…

-Excerpt from a film that I recently forget the tittle-

Selamat berakhir pekan temans.πŸ™‚β€