Tepatnya kali ini kesukaan Yuna.

Setelah puluhan tahun hidup di Kalimantan Timur, akhirnya gw menemukan beberapa tempat makan kesukaan di Balikpapan. Berhubung puluhan tahun yang telah dilewati, ke Balikpapan pasti selalu tinggal di rumah keluarga, alhasil tidak bisa makan di luar, jadilah, gak mengerti sama sekali makanan di luar rumah. Akhirnya, setelah hampir tiga tahun kerja di Kalimantan Selatan dan menjadikan Balikpapan kota persinggahan sementara sebelum ke Sangatta atau tempat lainnya, gw berhasil mencuri-curi kesempatan untuk makan di luar rumah. Beberapa tempat akhirnya menjadi kesukaan bila mampir ke Balikpapan.

Lapo Lafaredo

Dengar kata lapo, untuk penikmat kuliner Sumatera Utara, pasti sudah terbayang beragam makanan dengan lauk yang didominasi B2 (Pork, sengaja tidak memakai bahasa Indonesia lugas). Lapo Lafaredo ini beberapa bulan terakhir menjadi favorit setelah dikenalkan oleh teman gw. Warung yang menyajikan makanan khas Batak ini hanya memiliki 6 meja dan setiap meja terdiri dari 4 kursi.

LapoWalaupun tempatnya kecil, menu makanan yang disediakan beragam, tetapi menu favorit gw bila singgah di lapo ini adalah Daging B2 panggang, dilengkapi dengan sayur tumbuk singkong, dan tak lupa sop B2-nya. Walaupun di setiap lapo yang gw datangi, tiada menu lain yang gw pesan, tetapi daging panggang di Lapo Lafaredo sedikit berbeda dari umumnya. Daging panggangnya tidak terlalu berasa bumbunya, jadi kita benar-benar menikmati daging segar dari B2. Untuk sop-nya, lebih bening dan cair, sehingga tidak menimbulkan efek eneg. Untuk sambal, gw sangat suka sambal jeruk dan tambahkan lagi sekitar dua potong irisan jeruk nipis. Sangat segar. Yang sedikit berbeda dari Lapo Lafaredo adalah sayur singkong tumbuk, menggunakan banyak kuah, tidak seperti lapo yang pernah gw coba. Untung saja rasanya tetap nikmat. Harga seporsi daging B2 panggang (Juli 2015) adalah Rp 27.000, untuk nasi putih Rp 7.000 (lumayan mahal yah), dan daun singkong Rp 5.000 (porsinya kecil loh).

Lapo 1Coto Makassar Klandasan

Yes, ini penemuan terbaru gw, walaupun hitungannya sangat terlambat bila mengingat pasar Klandasan ini sudah sangat lama menghiasi kota Balikpapan. Di sepanjang garis pantai di kawasan Pasar Klandasan, berjejer tenda-tenda yang menjual Coto Makassar, tetapi lebih baik jika menghampiri satu warung yang letaknya tidak persis setelah garis pantai, tetapi di seberang jalan kecil, di ujung jalan buntu (Coto Makassar Haji Kasing). Warung sederhana ini menyajikan Coto Makassar yang kuahnya gurih, tidak terlalu asin ataupun hambar. Selain itu, yang membuatnya lebih menyenangkan adalah daging yang mudah dikunyah, tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu lembut, pas digigitan. Untuk isinya, gw biasanya memilih daging di campur jeroan. Jangan kuatir harga akan lebih mahal bila hanya meminta daging atau jeroannya saja karena satu porsi coto akan dikenai harga Rp 25.000 walau sebanyak apapun ketupat yang kita makan. Gimana gak nagih?

Coto Makassar KlandasanNamun ada satu hal yang kurang dari warung ini adalah ketupat yang sedikit keras, gw lebih suka ketupat yang lembek. Tetapi, itu tidak terlalu masalah karena yang terutama adalah kuah dan daging Coto Makassar itu sendiri.

Soto Ayam Lamongan KM 10

Pencinta makanan berkuah, terutama soto ayam yang tersebar luar di Indonesia, yang mungkin punya selera yang sama dengan gw untuk urusan Soto Ayam, bisa mampir di warung ini. Terletak di KM 10 dari Balikpapan ke arah Samarinda, Soto Ayam Lamongan ini sangat menyenangkan untuk ditandangi. Petama karena rasanya yang enak, kuah soto yang tidak terlalu berminyak sehingga terasa segar saat dimakan (gw gak suka soto ayam yang terlalu berminyak), dan porsinya juga sangat banyak.

Soto LamonganTidak heran bila tiba jam makan, terutama makan siang, tempat yang cukup luas ini dipenuhi oleh pelanggan. Gw lupa harga tepatnya perporsi, tetapi seingat gw tidak akan membuat kantong bolong.πŸ˜€

Soto Lamongan KM10

Sekian makanan kesukaan di Balikpapan untuk saat ini, semoga bertambah daftarnya. Ada yang bisa kasih masukan?