20 Januari 2014

Itu adalah hari itu terakhir sepasang kakak-adek yang keren ini berlibur di Bangkok. Oleh karena itu kami memutuskan untuk tidak melakukan banyak pergerakan mengingat malamnya akan melakukan perjalanan panjang dengan bis ke Penang. Jadi, diputuskan untuk menjenguk Bo Bae Market saja karena oleh-oleh yang sudah kami beli di Chatuchak Weekend Market di hari sebelumnya, belum cukup untuk para kerabat yang sedang menunggu kedatangan kami dengan harap-harap cemas di kampung.

Berdasarkan peta tak berskala (di sini awal kesalahan sesorang yang mengaku lulusan Geologi perguruan tinggi negeri) yang gw cetak dari selebaran gratis dari pariwisata Bangkok, Bo Bae Market ini hanya terpisah beberapa petak dari Khao San Road tempat kami menginap. Maka diputuskanlah dengan keyakinan diri penuh untuk berjalan kaki, selain alasan bahwa kami juga ingin meniikmati udara Bangkok saat belum terlalu sibuk dan alasan utama adalah menghemat biaya.

Bangkok3Perjalanan di mulai tentunya dengan mengisi perut kami yang sering menuntut banyak ini dengan sarapan di Khao San Road, di mana saat menunggu menu dihidangkan, kami melihat pergerakan mencurigakan yang mengindikasikan terjadinya penipuan. Demi menghargai para calon penipu yang sudah rela bangun jauh lebih awal dan mempersiapkan diri serapi mungkin dirinya dibandingkan sebagian besar pedagang makanan di Khaosan Road, kami membiarkan saja mereka beraksi dan cukup mengambil foto kejadian itu (untuk dengan jahatnya bisa diceritakan di sini).

Selesai sarapan yang kurang memuaskan karena ternyata rasanya tidak seperti dugaan, akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan menyisiri Ratchadamnoen Klang yang sepertinya sudah beberapa kali kami lewati. Ternyata berjalan kaki di salah satu ruas utama Bangkok ini ternyata cukup menyenangkan dilakukan saat pagi hari.

Bangkok3-1Banyak kejadian lucu dan seru yang terjadi pagi itu, tapi rasanya tidak cukup bila diceritakan sekarang, yang memungkinkan kami terlihat seperti saudara kembar yang gila sedang berjalan karena susah mengendalikan tawa kami. Sampai akhirnya di satu titik kami berhenti karena menemukan satu tanda jalan yang lumayan menarik minat kami, yaitu tanda 0 KM Bangkok yang tidak kami duga akan lewati, yah karena kami memang minim pengetahuan sebelum ke Bangkok. Tanda 0 KM ini tidak jauh dari โ€œDemocracy Monumentโ€. Berfoto sebentar, perjalanan dilanjutkan dan lagi-lagi menemukan pemandangan bagus yaitu, sebuah bangunan yang dari luar terlihat menarik dan setelah ditanyakan ke mbah google, itu adalah cafรจ dengan dengan gaya dekorasi bar Irlandia dan dibuka 24 jam (garis bawahi perlu di coba bila suatu waktu kembali ke Bangkok).

BAngkok3-2Bangkok3-3Perjalanan masih terus berlanjut, tadinya kami mau langsung ke Bo Bae Market, berhubung, waktu masih cukup banyak, dengan cepat kami memutuskan untuk mampir ke Wat Saket & The Golden Mount terlebih dahulu yang dari peta seharusnya kami lewati sebelum sampai ke tujuan utama hanya dengan sedikit berbelok. 30 menit berjalan, kami sedikit khawatir dan mulai kelelahan karena tidak ada tanda-tanda kemunculan stupa yang berlapis emas, ciri khas The Golden Mount, terlebih lagi ditambah kami malah tiba di persimpangan di mana sebagian masa demonstran mendirikan tendanya. Alhasil, ketar-ketirlah hati kami, antara nekat maju atau kembali ke Khao San Road yang saat itu jaraknya sudah tidak bisa dibilang dekat lagi.

Bangkok3-4Ditengah kegalauan, demi melihat pasangan bule melipir dengan manis dan santai di depan kami, maka kamipun mengikuti dengan sedikit kepercayaan diri dan ternyata membuahkan hasil manis juga di mana 10 menit kemudian, tampaklah lapisan emas berkilau terkena cahaya matahari di hadapan kami. Melihat itu, langkah kaki kami serentak dipercepat dan melewati pasangan bule tadi yang sayangnya terjerat mulut manis scammer dipinggiran jembatan yang terlihat tua namun indah.

Jarum pendek sudah hampir berada di angka 4 saat kami sampai di Wat Saket & The Golden Mount, yang membuat kami dengan berat hati tidak bisa naik sampai kepuncaknya yang konon bisa memberikan pemandangan menarik kota Bangkok, jadilah kami hanya berfoto-foto dan masuk ke Wat Saket sebentar, kami terus menuju Bo Bae Market.

Bangkok3-5Perjalanan dilanjutkan dengan mengambil jalan yang sepi dan berlawanan dengan jalan yang dekat dengan masa demonstran. Di sanalah masalah terjadi, entah karena kelelahan, atau karena peta yang informasinya terlalu kecil kami tersesat. Hal ini baru kami sadari setelah 30 menit berjalan, kami sampai disuatu sudut yang baru kami sadari tidak ada di peta sederhana kami. Hal itupun kami sadari setelah terpentok dengan penunjuk jalan yang menginfokan lokasi-lokasi yang tidak pernah kami baca sebelumnya. Paniklah kami. Berharap ada manusia yang bisa menunjukkan jalan, tapi apa daya, jalan sepi.

Untungnya kepanikan ini bisa berakhir saat kami melihat sekelompok anak sekolah yang lewat, menumbuhkan asa kami. Setelah berkomunikasi beberapa menit dengan bahasa Tarzan (sekedar info, anak-anak itu tadinya mengaku bisa berbahasa Inggris, tetapi nyatanya kami gagal bekomunikasi dalam bahasa itu) akhirnya mereka mengerti kami akan ke Bo Bae Market dan menunjukkan jalan yang bisa kami lewati untuk sampai dalam beberapa menit.

Bangkok3-6Berbekal kepercayaan bahwa anak sekolah tidak akan menipu, kami ikuti juga petunjuk mereka dan memang hanya dalam selang beberapa ratus detik berjalan, kami menemukan tanda penunjuk jalan ke Bo Bae Market. Terimakasih adek-adek, semoga kalian bahagia selalu dan sukses. Dari tanda itu Bo Bae Market ditempuh dalam 10 menit kecepatan jalan kami dengan kondisi hati yang kembali lebih ceria dan percaya diri.

Sampai di Bo Bae Market, kami tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa, langsung saja kami berburu barang-barang yang kami inginkan dan didominasi oleh kaos. Walau hanya mencari kaos, kami lebih puas berbelanja di sini dibandingkan kaos yang banyak di jual di Chatuchak Weekend Market karena walaupun di sini khusus menual barang grosiran, kaos yang kami dapat bahannya lebih bagus dan pilihannya lebih banyak dengan pola yang lebih bervariasi. Walau menjual grosiran, dengan sedikit merayu yang lebih ke arah memaksa dan meminta belas kasihan, kami mendapatkan beberapa toko yang mau menjual barangnya hanya untuk beberapa lembar dengan harga yang tetap lebih murah dibandingkan di Chatuchak Weekend Market dengan kualitas yang sama.

Bangkok3-7Puas berburu oleh-oleh kaos, dengan hati riang kami kembali ke Khao San Road menggunakan Tuk – Tuk yang ternyata ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Dan berakhirlah jalan-jalan kami di Bangkok. Banyak kejadian yang membuat patah arang dan kesal, tetapi itu tidak megurangi fakta bahwa perjalanan secara garis besar sungguh mempunyai arti sendiri bagi kami dan tidak mengurangi niat untuk kembali lagi ke sana suatu saat dengan persiapan lebih matang.