Buat yang suka membaca komik Detektif Conan, pasti sadar bila Conan kecil dan kawan-kawannya sering ditraktir makan di kaiten sushi (conveyor belt sushi) oleh Profesor Agasha bila mereka berhasil memecahkan sebuah kasus atau sudah berbuat hal yang baik. Nah, gw si yang suka bermain dengan rasa ini, tentu saja penasaran dengan rasa bila menikmati sushi yang disajikan dengan conveyor belt. Jadi, beberapa puluh hari sebelum keberangkatan ke Jepang, gw sudah mewanti-wanti temen gw untuk mecarikan tempat makannya yang murah dan sebesar-besarnya dapat memuaskan rasa dan perut ini. Dan buat temen gw yang sudah belasan tahun tinggal di sana dan pernah merasakan hidup sebagai mahasiswa yang butuh makanan murah, enak, dan banyak, membuat permintaan tersebut bukan sebagai hal yang sukar untuk diwujudkan. Alhasil, pada saat kedatangan kali itu, makan di kaiten sushi merupakan salah satu hal yang paling gw tunggu, gw bold, gw highlight, dan tentunya gw kasih bintang di itinerary kami yang tidak bisa dibilang pendek.

Hingga suatu malam di musim gugur Tokyo yang dingin, sehabis berjuang melawan keletihan menggapai Tokyo Tower, makan malam di kaiten sushi akan segera terwujud. Setelah puas berfoto di sudut-sudut yang disukai di Tokyo Tower, kami bergegas ke mencari jalur kereta yang melewati Shinagawa Station karena Kura Sushi, tempat makan yang kami tuju, berada tidak jauh dari stasiun tersebut (sayangnya karena dituntun temen gw, gw tidak mengingat jalur tepatnya setelah keluar dari stasiun).

Selain tidak mengingat jalur tepat ke arah restoran ini, gw juga tidak memperhatikan berapa lama kami berjalan hingga sampai ke tempat tujuan karena kami sibuk bercerita di sepanjang jalan kenangan, yang gw ingat hanya cerita lumanya panjang untuk sampai ke tempat tersebut. Dan setibanya di lokasi, walaupun sudah memesan tempat, ternyata kami harus mengantri juga karena restoran ini ternyata cukup padat. Oh yah, untuk makan di restoran ini, sepertinya harus memiliki teman yang bisa berbahasa Jepang karena tidak tersedia pelayanan dan menu selain dalam bahasa Jepang, entah bila bahasa Tarzan atau bahasa kalbu, atau juga bahasa tubuh bisa berlaku di sini.

Kurasushi1Saat kursi kosong tersedia buat kami, akhirnya kami masuk, dan ternyata restoran ini tidak seperti apa yang ada di komik di mana setiap pengunjung langsung berhadapan dengan conveyor belt penyaji sushi, ternyata tidak. Selain itu, sepertinya restoran ini dimodifikasi dengan menambahkan layar di setiap meja yang memungkinkan pengunjung memesan menu selain dari yang tersedia di conveyor.

Kurasushi6Nah, berhubung gw punya penerjemah, makan di restoran ini lebih mudah karena gw bisa bertanya dulu sushi jenis apa yang lewat, mungkin sebenarnya liat dari penampakan sushi, bisa menebak jenisnya, sayangnya gw tidak mau mengambil resiko menebak, biar tidak terlalu banyak kesalahan.😀

Kurasushi2Dengan duduk cantik, sambil memilih setiap sushi yang lewat dengan panduan penerjemah, gw menikmati setiap gigitan gw ke sushi yang nasi dan dagingnya bersahabat dengan gigi saat dikunyah dan rasanya pas di lidah. Gw terus mengambil dengan variasi lauk sampai akhirnya keinginan hati sudah tidak sinkron dengan kemampuan penampungan perut. Gw menyerah di piring ke 8 yang menurut gw sudah sangat banyak dan menurut orang lokal itu sedikit, belum sampai separuh porsi yang sanggup mereka habiskan bila makan di sini. *dagu jatuh*. Menu sushi akhirnya kami tutup dengan pencuci mulut yang gw lupa namanya (maaf, banyak lupanya), hanya saja gw ingat rasanya yang hampir hambar, tetapi melegakan mulut, leher, dan hati yang sudah mengunyah banyak ini.

Kurasushi3Pengalaman makan di Kura Sushi ini sangat memuaskan untuk lidah dan kantong. Untuk rasa (ah, lagi-lagi tentang rasa), karena ini adalah pengalaman makan sushi di Jepang yang kedua, jadi gw tidak terlalu banyak mempunyai referensi, dan menurut gw, rasanya enak kecuali untuk sushi gurita, gw tidak suka rasa guritanya. Mungkin yang membedakan adalah sushi tidak sesegar di restoran sushi yang di olah setelah kita memesannya. Walaupun demikian, lidah gw lebih menyukai rasa sushi di restoran ini. Dengan kata lain, makan di restoran ini sangat memuaskan, untuk makan di Jepang, harga seporsi sushi lumayan murah (kalo tidak salah) sepiring sekitar 100-130 yen dan untuk rasa, walaupun produksi masal, rasanya enak dan dagingnya segar.

Kurasushi4Catatan tambahan:

sebelum meninggalkan meja, jangan lupa menukarkan setiap lima piring kosong dengan undian souvenir, walaupun souvenirnya kecil, ide undian ini unik dan menyenangkan.😀Kurasushi5