Buat yang masa kecilnya dilalui dengan penantian yang terasa panjang dari hari Minggu satu ke minggu berikutnya hanya untuk menunggu film-film kartun kesukaan dari jam 7-11 ditayangkan di stasiun kesukaan, pasti gak asing dengan Doraemon, robot kucing dengan kantong ajaibnya yang berhasil membuat siapapun yang nonton memimpikan memiliki paket Doraemon lengkap dengan kantong ajaibnya. Kalau mau jujur, bahkan sampai sekarangpun gw bermimi bertemu Doraemon dan satu hal yang gw mau lakukan adalah meminjam pintu kemana saja, setidaknya 5 tahun. Kekekekeke. Walau gw yakin bila bertemupun, persaingan memperebutkan ‘pintu ke mana saja’ (baca pake suara Doraemon yah) akan sangat sengit.😀

Berbicara tentang bertemu Doraemon dengan kantong ajaibnya mungkin merupakan mimpi yang tidak akan pernah terwujud, jadi kami mengobati angan-angan itu dengan mengunjungi Museum Fujiko .F. Fujio di kota Kawasaki yang masih menjadi bagian dari Kanagawa Prefecture. Dari Tokyo, kota ini bisa ditempuh dalam waktu 20 menit dengan kereta dari stasiun Shinjuku (Odakyu Odawara Line) dan berhenti di stasiun JR Noborito (namanya aja sudah terdengar seperti Nobita) dan biayanya 250 yen. Awalnya kami memasukkan perjalanan ini sepulang dari Hakone agar menghemat biaya kereta karena masih termasuk dalam Hakone Pass, namun apa daya itu hanya menjadi salah satu penambah derita hati dengan menjadi kenyataan yang belum bisa berjalan sesuai dengan rencana. Oh hidup.

Saat tiba di stasiun Noborito, aura kencang dari Fujiko .F. Fujio sudah sangat berasa, seolah-olah stasiun ini, atau bahkan kota ini didekasikan untuknya dan karya-karyanya. Di stasiun sendiri bertaburan tokoh-tokoh komik yang pernah diciptakan oleh sensei dalam berbagai bentuk. Menginjakkan kaki di stasiun ini sendiri sudah membuat gw pribadi menjadi ceria. Langkah yang tadinya kuyuh karena perjalan yang lumayan panjang sebelumnya menjadi terasa lebih ringan, wajah bersinar demi melihat tokoh-tokoh kartun kesayangan terpajang menghiasi sudut-sudut stasiun, memanggil kembali ingatan masa kecil.

Doraemon1Dari stasiun Noborito, sedikit melangkahkan kaki dari pintu keluar untuk mencapai tempat perhentian bus yang akan membawa penumpang menuju museum, mudah mengenali ini, dengan cara melihat antrian penumpang yang biasanya didominasi anak-anak dan orang tuanya dan tunggu saja bus yang bagian luarnya digambar oleh karakter dari kartun Doraemon atau karakter komik lainnya, masih hasil ciptaan sensei. Dengan biaya 210 yen untuk orang dewasa dan 110 yen untuk anak, maka kita akan di antar ke Museum Fujiko F Fujio dalam waktu sekitar 10 menit.

Doraemon2Sesampai di pintu museum pastikan tiket yang sudah kita beli secara online ataupun di mesin loppi dari Lawson sudah di bawa, dan jangan langsung ngeloyor aja karena kita akan di tahan di depan pintu sampai tiba waktu yang sesuai dengan jam pilihan kita dan mari pastikan kita ikuti antrian mengingat betapa orang Jepang sangat tertib untuk yang satu itu.

Dan dimulailah pertualangan di Museum Doraemon, dengan berbekal radio pemandu yang disiapkan dalam beberapa pilihan bahasa, kita diajak mengenali Fujiko F Fujio dan karya-karyanya lebih dalam lagi. Berurutan dari “First Exhibition Room” yang menampilkan karya-karya original dari sensei, kemudian masuk ke “Second Exhibition Room” yang diatur berdasarkan tema tertentu. Di dua ruang pertama, pengunjung dilarang memotret apapun yang berada didalamnya, jadi pastikan kita mematuhi hal itu demi alasan apapun itu karena gw melihat masih ada yang mencuri kesempatan untuk mengambil gambar, dan gw kesal melihat hal itu kalau gw pribadi sih tidak mengambil gambar di lokasi yang dilarang demi menghargai pemilik museum dan manajemen yang mengolahnya, dan terutama Fujiko F Fujio sendiri karena mereka pasti punya alasan kenapa melarang melakukan hal itu, dan sewajarnya kita sebagai pengunjung menghargai alasan mereka. (ah, walaupun di beberapa tempat wisata, terutama lokasi berjualan, gw baru ngeh ada larangan mengambil foto saat sudah terlanjur memotret, gomenasai *sambil tunduk-tunduk*). Saat berada dalam museum ini gw sering mengangguk-ngangguk saat melihat cuplikan cerita yang gw pernah baca, terpajang di dinding. Gw sangat menikmati berada di dalam museum ini. Sungguh menyenangkan rasanya ada tambahan informasi tentang Doraemon walaupun gw gak bisa dapat kantong ajaibnya (tetep yah, :D).

Doraemon3Selesai dengan kedua zona di atas, pengunjung di giring ke “Mangga Reading Room”. Di sini pengunjung bisa membaca komik Doraemon (buat yang bisa membaca aksara Jepang), ruangan yang lebih bebas ini susananya terasa lebih ceria karena sepertinya anak-anak yang mungkin terpaksa harus sedikit tenang di zona sebelumnya, lebih bebas berlarian ke semua arah, sambil menunggu film Doraemon yang berdurasi 30 menit (yang juga dalam bahasa Jepang) dimainkan. Nah bagi yang tidak ingin menonton bisa melanjutkan penjelajahan antara ke tempat berbelanja oleh-oleh, ke taman, ataupun ke cafè Doraemon.

Doraemon 3Di tempat oleh-oleh, pastinya terdapat beragam pilihan pernak pernik dan coklat yang bertema sama dengan museum, begitu pula dengan cafè yang menyajikan berbagai pilihan makanan yang akan selalu membawa pelanggan ke ingatan akan kartun-kartun karya Fujiko .F. Fujio sebut saja roti pengingat dari kantong doraemon dan dorayaki. Sedangkan di taman, patung-patung tokoh kartun bertebaran, memanggil kita untuk berpose bersama mereka, yang menjadi primadona dan membuat antrian panjang para pengunjung untuk antri memotret adalah pintu ke mana saja dan tumpukan pipa yang sering muncul di adegan saat Nobita dan teman-temannya berkumpul di taman bermain. Sayangnya gw gak menemukan model dari bukit belakang sekolah (Abang Peng, aku merindumu).

Doraemon4Doraemon 4Setelah waktu dua jam berakhir dan cukup menjelajah museum Fujiko F Fujio, kami keluar dan kembali ke stasiun Noborito untuk dengan bus yang sama dengan kedatangan, tentunya dengan hati gembira karena setidaknya angan-angan diawal tadi, sudah terobati, sedikit. Walaupun tidak dapat pintu ke mana saja, setidaknya sudah berpose cantik dengan pintu ke mana saja dan pipa di taman bermain Doraemon dan Nobita.

Dalam perjalanan pulang sambil menyenandungkan lirih dalam hati lagu Doraemon.

Aku ingin begini

Aku ingin begitu

Ingin ini ingin itu banyak sekali…

Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib….

Doraemon5