Ya, Nakamise dori yang terkenal selalu ramai dikunjungi ini memang memancing gw untuk tidak mau ketinggalan sibuk saat bertandang ke sana. Wajar saja jika jalan yang panjangnya sekitar 250 meter ini selalu sibuk, terutama di akhir pekan dan hari libur. Di sisi kiri dan kanan Nakamise dori sendiri sudah dipenuhi dengan kedai-kedai, baik yang menjajakan makanan khas Jepang, khususnya cemilan, dan juga oleh-oleh khas Jepang dengan harga yang relatif murah. Selain itu, letaknya yang berada tidak jauh dari stasiun Asakusa membuat daerah ini mudah dikunjungi, hanya sekitar 2 menit dengan berjalan kaki, dan menurut gw, alasan utamanya adalah keberadaan kuil Senso (Sensoji) sebagai kuil Budha tertua, terpopuler, dan terkenal di Tokyo yang dapat ditempuh dengan beberapa langkah di utara Nakamise dori. Oleh karena itu, Nakamise dori selalu saja terlihat sibuk, dan akhirnya gw dan teman-teman gw gak mau kalah sibuk.

Dari pengalaman dan pengamatan di lapangan, berikut beberapa kesibukan yang bisa kita lakukan di sepanjang Nakamise dori ataupun daerah sekitarnya;

Ikut berdesakan dikeramain pengunjung

Dari dua kali kunjungan ke sana, Nakamise dori sendiri tidak pernah sepi dan begitu juga Sensoji. Padatnya pengunjung mungkin sedikit membuat perjalanan akan sedikit tidak nyaman, tetapi itu tidak menghalangi gw untuk menyibukan diri bersama dengan sibuknya jalan ini karena menurut gw akan rugi jika tidak memaksimalkan kunjungan saat itu. selain itu, disinilah tantangan berwisata di daerah padat pengunjung, yaitu berusaha tetap menikmati, walaupun keadaanya kadang tidak senyaman yang kita bayangkan sebelumnya.

Nakamise1 Berbelanja sovenir sambil  mencoba berbagai makanan khas Jepang

Kesibukan yang paling suka gw lakukan di Nakamise dori adalah mencoba berbagai macam cemilan dan berburu souvenir khas Jepang yang lucu-lucu. Tetapi berusaha sebisa mungkin tidak gelap mata karena di seantero Jepang sendiri masih banyak makanan yang perlu kita coba.

Di sepanjang jalan kenangan Nakamise dori terdapat banyak sekali pilihan oleh-oleh yang juga bisa membuat kita gelap mata, gak kalah gelap matanya saat melihat berbagai pilihan makanan. Pilihannya dari kartu pos, kipas, yukata (dari bahan yang bukan kualitas super), gantungan kunci, furi, tempelan  kulkas, dan masih banyak pilihan lainnya. Tinggal memilih sesuai kemauan hati dan kemampuan dompet.

Nakamise2Untuk cemilan, gw sudah menetapkan hati kepada kerupuk beras ala Jepang (rice crackers) yang asin dan. Menikmatinya akan selalu menyenangkan bila disantap saat masih hangat, terutama di udara yang dingin dan ditemani abang-abang ganteng. Selain itu,cemilan semacam gorengan yang didalamnya terdapat berbagai macam pilihan isi. Umumnya isi cemilan ini manis, jadi gw tidak mencintainya seperti gw mencintai kerupuk beras ala Jepang. Pemilihan cemilan ini gw lakukan berselang-seling dengan pemilihan souvenir yang juga mengikuti perselingan kedua jenis kedai yang ada. Ini adalah perselingan kegiatan yang optimal menurut gw, jadi tambahan kalori yang didapat dari mengunyah cemilan dapat dikonversikan (halah) menjadi tenaga untuk berdesakan, menumbus kerumunan pengunjung lainnya, yang ternyata tidak kalah gigih juga melepaskan diri mencari ruang-ruang kosong untuk berpose, berbelanja, ataupun hanya sekedar berjalan. Kedua kegiatan di atas mengambil waktu terlama dari kunjungan ke Nakamise dori, selain itu juga kegiatan yang lumayan melelahkan, apalagi jika banyak barang dan makanan yang mau dibeli, tetapi kondisi keuangan terbatas. Itu akan sangat membuat lelah, leh hati, sangat.

Nakamise3Mengunjungi Sensoji dan Pagodanya

Bila sudah puas berbelanja sovenir dan mencoba makanan, setelah sampai dipenghujung utara Nakamise dori, kegiatan bisa di lanjutkan dengan mengunjungi Sensoji. Sebenarnya gw berharap menemukan semacam pemberkatan pernikahan, tetapi sayangnya tidak.Seperti yang sudah sempat gw singgung di atas, Sensoji ini kuil Budha yang paling populer di Tokyo, jadi jangan kaget bisa selalu ramai dikunjungi baik oleh penduduk Tokyo sendiri, maupun oleh turis seperti gw.

Nakamise5aOh ya, sebelum sampai ke Sensoji sendiri, ada bangunan yang didirikan khusus untuk para pencinta ramalan seperti yang sering kita baca di komik. Ramalannya di tulis dalam dua bahasa, jadi buat yang gak bisa bahasa Jepang, bisa mengerti arti ramalannya, asalkan saja bisa mengerti bahasa Inggris, dan setelah itu terserah pembeli mau menggantungkan ramalannya, atau di bawa pulang.

Nakamise4Melipir sedikit ke Kuil Asakusa

Kesibukan terus masih terus berlanjut dengan melipir ke kuil Asakusa yang tidak terletak jauh dari Sensoji, di sebelah timurnya.

Nakamise5Berpose di depan Kaminari Gate

Sedikit lelah karena konversi dari cemilan sudah habis, dan sudah lelah berdesakan dengan pengunjung lainnya, gw dan teman-teman seperjalanan kembali ke Kaminari Gate untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Tokyo lainnya, tetapi sebelumnya, kami mengisi perut dengan ramen yang tokonya tepat berada di sebelah barat Kaminari Gate. Setelah kesibukan mengunyah ramen, maka selasai jugalah kesibukan di Nakamise dori ala kami.

Mencoba rickshaw

Kegiatan tambahan yang bisa dilakukan adalah mengendarai becak ala Jepang yang menggunakan tenaga manusia, rickshaw. Gw pribadi sih gak tega untuk naik ini, walaupun mungkin abang-abang penarik becaknya (pernah juga liat wanita yang menarik becak ini di Kyoto) sangat bahagia bila kita menyewa tenaganya. Becak ini berseliweran di depan pintu masuk Nakamise dori.

Nakamise8Info tambahan, di sekitar Nakamise dori juga banyak pilihan tempat lainnya yang bisa dikunjungi dan menurut gw masih bisa dilakukan dengan berjalan kaki, seperti Shin-Nakamise street, sungai dan taman Sumida, Kappabashi street, Tokyo Sky Tree, dan departemen store yang tersebar di dekat Nakamise dori.Asakusa MapNakamise6Jadi, menurut gw pribadi, tidak akan rugi menyibukkan diri di Nakamise dori saat berkunjung ke Jepang.❤❤❤