Cerita kali ini juga bukan iklan (berharap juga kali yah kalo jadi iklan akan membuat hidup lebih ceria), hanya sekedar berbagi cerita yang lebih lebih didukung oleh kepuasan akan rasa (halah). Ini masih tentang Jepang, oh, look, how I hardly get Japan out of mind.

Pada keberangkatan yang kedua ke Jepang, setidaknya gw sudah memiliki daftar makanan yang akan gw cicipi lagi saat berada di Jepang, seperti nasi kari dan ramen, dan sebisanya di tempat yang berbeda-beda. Saat itu, beberapa ramen di tempat yang berbeda dari sebelumnya sudah gw coba, dan begitu juga nasi kari (sepertinya bisa dibuatkan cerita khusus). Nah, untuk nasi kari, gw (sepertinya yang lainnyapun) terpincut dengan CoCo Curry House yang kami temui secara tidak sengaja di Tokyo dan kami temui kembali di Kyoto. CoCo Curry House ini semacam chain restaurant. Diawalai dengan pertemuan secara tidak sengaja saat habis memandang kota dari Tokyo Metropolitan Goverment Building, yang akhirnya membuat kami dua kali makan di sini, dibandingkan mencoba nasi kari di tempat lainnya yang bertebaran di Jepang. Ada beberapa hal yang membuat hati ini selalu ingin mencicipi nasi karinya, yaitu:

  1. Menu tersedia dalam bahasa Inggris. Tentu saja ini faktor penentu besar pilihan restoran saat berada di Jepang. Walaupun kami tidak ada pantangan (mengharamkan) makanan tertentu kecuali harganya selangit tanpa alasan yang jelas, kami tetap tidak bisa asal masuk ke sesuatu toko tanpa mengetahui apa saja yang disediakan. Karena kemampuan bahasa Jepang yang hanya sebatas 5 kalimat pendek pamungkas yang juga di ketahui dari nonton kartun dan dorama, maka restoran yang menyediakan menu dalam bahasa Inggris selalu mejadi pilihan kami. Kecuali ada penerjemah (Ety) ikut makan bersama kami. Sealin itu, menu yang tersedia dalam bahasa yang kamimengerti, membuat kami penasaran berbagai menu yang disediakan.CoCo1
  2. Pilihan menunya beragam. Pengetahuan gw untuk variasi nasi kari hanya sebatas kedatangan gw yang pertama, yaitu nasi kari daging nguik dan sapi, tetapi di CoCo Curry House memiliki banyak pilihan, dari sayuran saja, berbagai lauk, atau ragam kompilasi keduanya. Selain itu, dengan sedikit biaya tambahan, kita juga bisa memesan nasi kari dan pelengkapnya sesuai dengan kemauan kita, tidak hanya sesuai paket menu yang tersedia. Meskipun demikian, tambahan harga tersebut masih pantas. Tambahan lagi, kita juga diberi pilihan untuk bahan dasar kari yang akan kita santap. Menyenangkan.CoCo5
  3. Ukuran nasi juga beragam. Di sini juga ukuran nasi bisa dipesan sesuai kemampuan perut, mungkin juga mengukur kemampuan kantong (buat yang perjalanannya sangat dibatasi oleh biaya, seperti kami). Jadi bisa mengoptimalkan kemampuan perut dan sedikit, sedikit sekali keuangan.
  4. Kita juga bisa menentukan tingkat kepedasan kari. Dengan menambah mental dan sedikit menambah biaya, kita bisa menentukan level kepedasan kari yang kita mau.
  5. Rasa yang enak.Sebenarnya gw bingung bagaimana menjelaskan rasa enak di sini karena rasa karinya memang enak (ntah karena waktu itu gw memesan nasi kari tonkatsu dna bahan dasar kari juga dari nguik). Dagingnya aman untuk gigi, sensitif saat dikunyah. Pokoknya gw merasa puas dengan kompilasi rasa dan porsi daging, dan sayuran di piring gw saat itu.CoCo2
  6. Air mineral dingin yang gratis dan bisa tambah sepuasnya (ini mah di seantero rumah makan Jepang, tapi gak papa gw masukkan berhubung kami sempat isi botol minuman lagi. Kekekekekeke).
  7. Tersedia bahan bacaan secara gratis untuk di baca di tempat bagi yang berpura-pura fasih membaca kanji, hiragana, dan katakana, serta bisa mengartikannya seperti abang yang di depan kami, atau buat mereka yang sendiri dan gak tertarik bermain gadget seperti abang dipojokan sana. It’s complimentary.CoCo3
  8. Bisa ketemu AKB48 SKE48 (duplikat atau terisnpirasi dari AKB48) secara tidak langsung. Gw gak yakin ini pantas untuk dikategorikan sebagai suatu bagian dari alasan menarik dibagikan di sini, tetapi melihat bagaimana pria-pria di sekitar gw bereaksi saat membahas AKB48, gw merasa ini cukup perlu sedikit dilampirkan (sama-sama se-erte anak remaja yang cantik-cantik dengan gaya yang ceria). Gw juga sangat buta untuk mengertikan kenapa wajah-wajah anggota SKE48 tersebut terpampang di menu, apakah mereka model untuk restoran ini, atau bagian dari menu, ups, bagian menarik masa, atau mereka mengiklankan sesuatu hal lain, entahlah, tetapi cukup memeriahkan menu memang, dan seorang pria di sana sempat terpesona dengan gambar-gambar itu.CoCo4

Yah itulah beberapa alasan gw menyukai menu di CoCo Curry House, secara khusus yang gw pesan saat itu adalah nasi kari telur dadar dan sayur (di tambah telur setengah matang) dan nasi kari tonkatsu dengan sayuran. Sejauh ini ingatan yang membuat rasa-rasanya sulit untuk melupakan kenangan akan dia nikmatnya nasi kari itu ada delapan, kemungkinan bisa bertambah.

*Itadakimasu* Buat yang membaca ini dan pernah mencoba makan di CoCo Curry House, bagaimana menurut kalian?