Yaks, akhirnya liburan di Sydney gw berakhir di hari ini, 17 Oktober 2012. Sebelum pesawat yang sering menghamburkan kursi promosi ini (berjasa dalam perjalanan) membawa gw balik ke Kuala Lumpur dan lanjut ke Balikpapan jam 11:55 siang (waktu Sydney), gw menyempatkan diri untuk jalan-jalan dan menikmati sejuk dan bersihnya kota Sydney untuk terakhir kalinya (emang gw gak mau rugi), selain entah kapan lagi gw bisa kesini, gw harus mengoptimalkan setiap perjalanan (padahal dua hari sebelumnya bermalas-malasan) dan untuk ini, dengan semangat 45 gw bangun subuh walaupun sedikit ngantuk sehabis beberes semalaman suntuk dengan koper tambahan untuk oleh-oleh orang beberapa kampung.

Hari terakhir ini, tanpa rencana sematang hari-hari sebelumnya, tujuan gw yang utama adalah kembali ke Harry’s d Wheel karena kepincut dengan pienya dan dengan abang cashier yang ganteng (yang ternyata gak gw temui lagi). Dengan bemodalkan GPS dari hape sederhana, pagi itu sengaja gw memilih berjalan kaki untuk menyusuri daerah Surry Hills sampai Woolloomooloo untuk menikmati udara sejuk dan bersih Sydney.

Perjalanan pagi hari itu yang dihiasi juga dengan ramenya citizen yang bersepada terasa lebih menyenangkan karena di sepanjang jalan mata indah gw disuguhi pemandangan bangunan-bangunan tua yang masih terawat dan dimanfaatkan dengan baik, baik itu sebagai hunian, ruko, sekolah, kantor, dan rumah ibadat. Tentu saja gw gak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan dalam bentuk foto dan dari beberapa sumber di internet, saat gw mencari informasi, beberapa bangunan yang gw lewati ternyata masuk dalam daftar pelestarian. Bahagianya.

Sydney1Sydney3Setelah berjalan sekitar 30 menit, sampailah gw di daerah Woolloomooloo dan ternyata Harry’s Pie masih tutup karena saat itu waktu menunjukkan pukul 08.00, sedangkan kedai sederhana namun rasanya menakjubkan itu baru buka setangah jam kemudian. Jadi untuk mengisi kekosongan, gw memutuskan berputar untuk mengambil foto hal-hal yang menarik buat gw.

Sydney5Woolloomooloo BayOh yah, satu hal yang bikin gw lumayan kaget, di jalan dekat Woolloomooloo bay gw melihat beberapa tunawisma yang tidur di taman yang ada di sekitar daerah tersebut, hal ini sangat berbalik dengan kondisi rumah di Surry Hills yang termasuk daerah mewah. Gw pikir gw gak akan menemukan tuna wisma di Sydney yang masuk di daftar 10 besar kota termahal di dunia, apalagi dekat dengan Surry Hills.

Sydney Harry'sMerasa cukup puas dengan pencapaian pagi itu, gw kembali ke rumah Ibam dan bersiap-siap menuju bandara dengan waktu tempuh yang sama walaupun langkah sedikit gontai karena gak bertemu abang ganteng T_T.

Sydney2Jam 10 pagi gw meninggalkan rumah Ibam dan menuju bandara dengan taxi dan satu hal yang membekas, dan bekas sakitnya sampai sekarang adalah gw kelebihan bagasi sebesar 4 kilo yang sekilonya kena biaya tambahan 20 AUD yang kalo dipikir-pikir akhirnya semua oleh-oleh yang gw beli gak murah lagi harganya (secara untuk oleh – oleh nambah satu koper khusus, punya Ibam). Huaaaa. Dan sejak saat itu gw berjanji bawa oleh – oleh lebih cermat dari segi berat dan ukuran biar bisa diselipin ke kabin atau kalo bisa oleh-oleh foto atau gw kembali ke rumah dengan berjuta cerita dan senyuman bahagia saja sudah cukup.

Sydney AirportYah, itulah cerita pahit dan manis gw meninggalkan Sydney di pertemuan pertama gw.