Tepatnya 16 Oktober 2012, sehari sebelum kepulangan gw ke Indonesia, Pulau Kalimantan, gw bersemangat mengelilingi Sydney. Berbekal peta dari hape ditambah peta di A4 hasil cetakan di kantor, gw siap menjelajahi Sydney semampunya.

Tujuan pertama adalah Elizabeth street yang dipenuhi oleh tujuan utama wistawan yang gratis, khususnya bangunan bersejarah. Keunggulan lokasi yang satu ini adalah letaknya di pusat kota, jadi tidak perlu menyiksa diri (piece of cake-lah) apalagi buat yang sudah melewati badai (asik, asik, asik). Dari Surry Hills, lokasi ini gw tempuh dalam waktu 5 menit dengan menggunakan bus dan di perempatan antara Elizabeth Street dan Liverpool Street, sudah terlihat beberapa puncak bagunan yang akan gw kunjungin dan pastinya yang pertama adalah Anzac Memorial, bagian selatan dari Hyde Park.

Anzac War Memorial dan “Pool of Reflection”

Seperti sudah gw ceritakan sebelumnya, bangunan yang bergaya ‘Art Deco’ ini adalah museum favorit gw dari semua museum yang gw kunjungi selama di Sydney dan Canberra. Bangunan ini menurut gw cantik dalam kesederhanaan bentuk dan warnanya. Selain itu persis di pintu bagian utara terdapat danau yang keberadaannya semakin memperindah dan menambah simetri keseluruhan penampilan bangunan. Oh ya, tambahan satu lagi, di bagian dalamnya, yang membuat gw kagum adalah patung di ruangan “Hall of Silence”.

01. AnzacPuas melihat keanggunan Anzac War Memorial, gw bergerak ke utara melalui Collage Street. Tujuan berikutnya adalah St. Mary’s Cathedral. Sebelum sampai ke gereja yang tidak kalah anggun itu, gw melewati bangunan yang seharusnya tidak dilewatkan karena gratis yaitu Australian Museum, tetapi karena keterbatasan waktu, mau tak mau harus gw lewatkan begitu saja.

St Mary’s Cathedral, Hyde Park, dan “Archibald Fountain”

St Mary Cathedral dari arah selatan

Interior St. MAry cathedral

Kurang dari sepuluh menit, diselingi berhenti sebentar di Cook & Phillip Park untuk jepret – jepret, gw menapakkan kaki di teras St Mary’s Cathedral yang sangat luas dan megah. Gereja ini sangat indah, sayangnya gw gak tau (hal terbodoh) bahwa pengujung boleh masuk untuk menikmati kemegahan interior katedral ini.

Archibald Fountain dan St. Mary Cathedral dari Hyde Park

Tepat di sebelah barat katedral ini, didirikan air mancur yang dinamai sesuai donaturnya yaitu “Archibald” sebagai monumen yang masih berkaitan dengan jasa pahlawan di jaman perang. Taman ini cukup menyenangkan untuk bersantai sambil menikmati kesejukan percikan air mancur dan desing suaranya, apalagi untuk mereka yang suka mengamati tingkah laku beragam orang karena begitulah kondisi taman tertua di Sydney ini. Saat gw ke sana, langit Sydney sedang cerah, jadi banyak yang bersantai di taman ini dan pastinya banyak juga wisatawan.

04. Archibald FountainTaronga Zoo

Cukup berjejalan dengan anak sekolah di sekitaran Archibald Fountain, gw memutuskan untuk mengakhiri wisata bangunan bersejarah di Hyde Park dan sekitarnya dan bergegas menuju Circular Quay dari St.James Station menggunakan subway. Setelah itu dengan menggunakan ferry gw menuju salah satu tujuan utama hari itu, Taronga Zoo. Pastinya sudah jauh-jauh ke benua Australia, rasanya gak sah kalo tidak menyentuh melihat dua hewan ini. Oh ya, bila ada yang tertarik, sekitar 100 meter di utara Hyde Park terdapat Hyde Park Barracks, salah satu bangunan bersejarah dari abad 18.

05. Circular QuaySetelah menempuh jalan darat sekitar 5 menit, menikmati St.James yang meskipun tua tetapi sangat berfungsi dengan baik dan bersih, walaupun sepi dan memberikan kesan yang suram, tetapi akhirnya berubah sedikit cerah dengan kehadiran abang ganteng, dan menempuh jalan air sekitar 15 menit, akhirnya tibalah gw di Taronga Zoo. Untuk masuk ke Taronga Zoo lumayan mengocek dompet yaitu $500 AUD perorang dewas, saat itu gw ambil paket dengan ferry yaitu $51.50 AUD (bolak-balik).

06. Taronga ZooMeskipun gw duluan lari saat bertemu kanguru dan ikutan ngantuk setelah lebih dari 15 menit melototin si koala yang tidur di atas pohon dan gak ada niatan mau bangun, gw cukup puas menghabiskan sekitar 4 jam waktu gw di kebun binatang ini dan saatnya gw balik ke daerah Hyde Park untuk makan malam.

Sydney Food Festival

Yeay, Sydney Food Festival ini di luar rencana, tetapi cukup memberi variasi di akhir liburan gw di Sydney. Gw lupa persisnya ini khusus makanan Cina atau semua negara karena waktu itu didominasi oleh makanan Cina dan ada Barongsai (mungkin memang Sydney Chinese Food Festival, ah lupa). Gw, Ibam, dan Gavin bergantian mengantri di berbagai macam penjual makanan (Cina) dan mengisi perut yang kosong sampai puas. Serunya adalah semua orang sepertinya tumpah ruah di Hyde Park untuk menikmati makanan sambil berbincang dengan kerabat. Lumayan.

07. Sydney Food FestivalLelah seharian di menjelajahi Sydney Sendirian, kecuali terakhir, kami kembali ke rumah Ibam untuk istirahat dan beberes, menyiapkan kepulangan gw esok harinya (dengan hati berat).