Yah, bingung memilih judul untuk perkenalan cerita seusai perjalanan terbaru kami yang sebentar di beberapa kota. Tepatnya gak enak mau menampilkan judul 8 hari, 3 negara, 5 kota, dengan biaya sebesar sekian di Asia Tenggara karena terlalu mentah rasanya, terlalu naif apalagi bila disandingkan dengan cerita pejalan sudah melakukan jauh lebih dari kami, atau bahkan dengan rute yang sama, mereka bisa sampai berjamur baru berpindah kota atau negara. Tapi gw tetap mau bercerita perjalanan yang cetek ini karena gw berharap ada seseorang di sana yang sama dengan gw dan mau berbagi cerita tentang dirinya.

SEA Map
Perjalanan itu

Seminggu lalu gw dan kakak gw melakukan perjalanan yang cukup panjang (buat kami). Panjang karena memang bila dihitung berdasarkan jarak sangat panjang dan selama perjalanan kami merasa usia bertambah beberapa tahun, sepertinya kami tua di  jalan, perjalanan memang separuh dihabiskan di bus, menembus batas negara. Sengaja memang kami yang berada di batas keimutan ini menyiksa diri dan mencoba nger-ransel. Ya, setidaknya kami tau bahwa nge-ransel itu tak sesederhana berjalan membawa satu ransel dan murah seperti yang dibayangkan dan kalo dibilang nyaman, ternyata gak juga, tetapi dengan pasti ada yang berbeda dari perjalanan sebelumnya. Ada cerita – cerita tambahan yang tak didapatkan dari sebelumnya. Tau rasa kesel mau nangis dan ingin memaki karena kena scam (tipu abis-abisan) walau sudah membaca dan membekali diri dengan berbagai info sebelumnya, di tambah tau bener kalo sedang ditipu tapi gak bisa berbuat apa – apa. Tau kalo perjalanan malam itu menghemat waktu dan tempat, tapi tidak energi, apalagi kalo itu dilakukan berkali – kali dan dalam tempo yang lebih singkat dari Proklamasi Indonesia. Merasakan bahwa berjalan-jalan dengan hanya bawa satu ransel dan handbag sangat menyenangkan, gak repot, dan merasa lebih lincah walau dalam kondisi yang harus kejepit-jepit diantrian selama dua jam lebih. Merasakan gimana campur aduk di satu ruangan dengan orang yang gak dikenal dan berusaha gak seenaknya seperti biasanya gw, dan yang terutama adalah cinta lokasi saat bertemu tipe pria yang gw banget (ini gak mengada –ada dan mungkin kalo gak malu, akan diceritakan di sini, tetep yah, wkwkwkwkwk).

Yuna di border Kamboja - Thailand
Yuna di Border Kamboja – Thailand

Ehm, itu beberapa pengantar, hanya beberapa, sebenarnya banyak, ntah cukup dan bisa dibagi di sini semua. Apapun itu, akhirnya gw merasakan perjalanan semacam ini.