Hi, hi, mungkin ini so yesterday,  tapi gw pengen cerita lagi tentang pengalaman pertama kali ke luar negeri, dan itu Singapura. Setelah awal banget cerita gimana pertama kalinya kami mendarat di negara ini, sampai juga akhirnya mewujudkan rencana yang sudah dibuat agak setengah masak beberapa minggu sebelum ke Singapura. Belanja barang branded, berobat, Universal Studio, dan Pulau Sentosa semuanya kami lewatkan, jadi ngapain kami ke Singapura? Ehm, berhubung namanya jalan-jalan ke Singapura, alhasil denotasi itulah yang kami terapkan saat itu, beneran jalan. Gw sebenarnya cukup bersyukur, dengan bokap yang udah gak muda lagi, bawa dua ponakan yang seharusnya lebih doyan ke tempat bermain dan belanja, mereka ternyata cukup kuat dan bersemangat di bawa muter-muter Singapura yang mostly dilakukan dengan jalan kaki dan dilakukan selama setengah hari. Hebat. Dan target pertama adalah Chinatown.

Dengan semangat ’45 yang gak pernah pudar, pagi itu kami bersiap dan bergegas ke stasiun bus menuju Chinatown. Berhubung, kami nginap di Geylang yang jaraknya lumayan jauh dari Chinatown, maka buslah menjadi pilihan kami. Dengan wajah sok tau, kami ikut nganti di halte. Itulah pertama kalinya antri hanya untuk naik bus, dan seharusnya begitu. Dengan waktu sekitar 30 menit, kami sampai di Eung Tong Sen Street, jalan utama menuju Chinatown yang berada di Pagoda Street. Biayanya gw lupa persisinya seorang dewasa berapa, yang pasti kurang dari $2 SGD dan untuk anak-anak separuh harga (2011). Tujuan awal ke Chinatown adalah belanja oleh-oleh dan makan dim sum. Tetapi setelah ke sampai ke Chinatown, ternyata ada beberapa hal lagi yang cukup menarik untuk dipantengin. Jadi, Chinatown lebih dari sekedar berburu souvenir murah.

Menuju Chinatown
Menuju Chinatown

Chinatown lebih dari sekedar belanja oleh – oleh

Sesampai di Jalan Pagoda yang notabene tempat pusat souvenir murah di Chinatown, kami tidak langsung berbelanja, walaupun hasrat hati sangat besar untuk itu. Bukan karena menahan diri, bukan, tapi karena kami datang kepagian. Bahkan toko – toko yang buka masih sedikit sekali saat jam menunjukkan pukul 08.30, maka diputuskan untuk berjalan di sampai di ujung Jalan Pagoda ini. Karena minimnya pengalaman, kami baru tau bahwa di jalan ini ada Chinatown Heritage Centre, Coin and Notes Museum singapore, Tintin Shop, dan kuil –kuil, dan yang gw secara pribadi suka adalah bangunan yang ntah terlantar atau apa, memberi kesan tua ditambah jalanan yang rapi.

Chinatown, Pagoda Street
Chinatown, Pagoda Street
Chinatown SG3
Kuil Hindu di ujung antara Temple St dan Pagoda St
Jalan yang gw suka, Smith St
Jalan yang gw suka, Smith St

Berburu oleh-oleh

Saat toko mulai banyak yang buka, akhirnya dimulailah perburuan oleh-oleh khas Singapura. Gak tau deh, kalo kebiasaan ini jadi menu wajib gw dan keluarga, sepertinya kalo pergi ke sesuatu tempat gak sekampung atau gak semua penghuni rumah pergi, rasanya ada yang kurang kalo gak bawa oleh-oleh, boro-boro keluar negeri ke kota yang jaraknya hanya 60 km dari rumah ajah, mesti bawa oleh-oleh. So gak salahlah, kalo tujuan pertama kami ke Chinatown adalah untuk itu. Yah, mungkin ini sudah klasik banget, kalo dari Singapura itu gantungan kunci, magnet lucu, kaos gambar singa, sumpit, dan lain-lainnya. Maka, jadilah kami berburu oleh-oleh klasik. Harganya memang relatif murah dan barang-barangnya kualitas standar untuk produksi masa, jadi pas.

Chinatown SG5
Belanja

Chinatown SG6Makan – makan dim sum di Tak Po

Setelah tas oleh-oleh setiap peserta jalan-jalan sudah terisi semua, tiba waktunya kami makan. Ini adalah kesenangan utama lainnya saat bepergian. Berhubung gw didaulat untuk menentukan tempatnya, jadilah dengan egoisnya gw memilih tempat makan dim sum, makanan yg gw sukai, tanpa memikirkan bahwa satu-satunya masakan Cina yang bokap gak gitu doyan adalah dim sum. LOL. Untungnya saja ada pilihan menu lain selain dim sum. Ehm, hasilnya para peserta cukup puas dengan makanan di Tak Po ini.

Chinatown SG7Belanja oleh – oleh sudah dan perutpun sudah terisi, dan perjalananpun siap dilanjutkan, tujuan kami berikutnya adalah Merlion Park, mau berfoto dengan patung singa yang mengeluarkan air dari mulutnya. Dan untuk itu ceritanya bersambung. Tapi satu yang pasti, saat gw ntar balik ke Singapura, gw akan balik ke Chinatown ini lagi, mungkin gak utntuk belanja, tapi makan dan ke Chinatown Heritage Centre. :)