roso..roso..!! kalau pernah tau iklan ini (iklan salah satu minuman energi) pasti juga tahu sama sosok yang menjadi juru kunci gunung merapi. ya, dia adalah Raden Ngabehi Surakso Hargo (nama asli : Mas Penewu Surakso) atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Maridjan.

saat awan panas memporak porandakan tempat tinggalnya, mbah maridjan ditemukan tewas dalam posisi sujud, dan karena pengabdian yang beliau buktikan sampai akhir hayatnya itulah, pemerintah DI Yogyakarta memberikan penghargan Anugerah Budaya 2011 kategori pelestarian adat dan tradisi.

mbah maridjan telah berpulang ke sang khalik tiga tahun yang lalu bertepatan dengan terjadinya letusan gunug merapi (26 oktober 2010), saat semburan awan panas mencapai ketinggian 1,5 kilometer yang sering disebut ‘wedhus gembel’. gunung merapi adalah gunung berapi yang sangat berbahaya karena memiliki tingkat erupsi (puncak keaktifan) satiap dua sampai lima tahun sekali, sejak tahun 1548 gunung merapi telah meletus sebanyak 68 kali.

gunung merapi berada di sebelah selatan kota yogyakarta, dan memiliki ketinggian 2911m diatas permukaan laut, saat memutuskan perjalanan ke jogja beberapa minggu yang lalu, aku juga memasukkan gunung merapi sebagai salah satu tujuan perjalanan aku kali ini.ingin menyusuri detik-detik erupsi merapi, aku pengen liat gunungnya mbah maridjan! hehe..

mobil melaju dijalanan menuju kampung kinaharjo, dusun terdekat dengan kaki gunung merapi yang juga kampung mbah maridjan sang juru kunci.

karena mobil cuma boleh sampai di parkiran, kami memutuskan naik ojek menuju rumah mbah maridjan (pertimbangan waktu dan lebih ekonomis,hhehe), oia biaya naik ojek perorang dengan diantar guide Rp.20.000,- kalo mau joki sendiri Rp.30.000,- tapi kalo mau kerenan dikit dan muterin rute gunung merapi a.k.a LAVA TOUR Rp.250.000,- menggunakan mobil Jeep.

sepanjang jalan masih nampak sisa-sisa bangunan yang pernah tersapu panasnya wedhus gembel, tiba di rumah mbah maridjan, kita seperti sedang mengunjungi sebuah galeri barang antik, barang-barang atau harta benda yang tersisa adalah barang pribadi milik keluarga mbah maridjan yang di pajang dan bisa dilihat oleh setiap pengunjung yang datang. dalam hati,aku mengagumi sosok seorang mbah maridjan yang bertanggung jawab penuh pada panggilannya, sampai titik darah penghabisan!!.

tepat di depan rumah mbah maridjan terdapat sebuah kios yang menjual souvenir, photo-photo, buku-buku yang menggambarkan detik-detik amukan gunung merapi, dan yang berjualan adalah kerabat dari mbah maridjan sendiri, dan dengan sabarnya dia akan menceritakan detik-detik erupsi gunung merapi hingga memuntahkan semuanya dari dalam perutnya, yang meluluh lantahkan desa kinaharjo. (aku pikir bukan kepadaku saja dia bercerita, pasti kesetiap pengunjung yang datang) ‘luar biasa’.

saat berjalan pulang, menuruni gunung. nampak ibu-ibu pencari kayu bakar, yah! bencana ini memang pernah menjadi mimpi buruk bagi bangsa indonesia, tetapi perlahan-lahan dengan status gunung merapi yang menjadi normal, kampung ini pun menjadi tujuan wisata yang cukup penting untuk dikunjungi, mereka menyebutnya ‘LAVA TOUR’!

satu lagi keberuntungan yang berpihak padaku, menurut mas ganteng yang jadi supir kami, sehari sebelum kunjungan kami, sepanjang hari gunung merapi tertutup kabut. dan berbeda banget dengan hari ini, gunung merapi tanpa malu-malu menunjukkanbetapa gagah dan kokohnya dia berdiri.

Image
dari kejauhan pu nampak gagah, walaupun habis ngamuk, hehe..

Image

Image
tempat sang juru kunci ditemukan tewas dalam posisi sujud
Image
pulihnya kehidupan pasca amukan gunung merapi

Β