Masih cerita dari liburan setahun yang lalu. Abis membagi cerita tentang Canberra, sekarang mundur sehari (12 Oktober 2012), yaitu pengalaman dari Katoomba. Untuk yang gak tertarik dengan kegiatan yang bersentuhan dengan alam seperti trekking atau sekedar menikmati keindahan alam sambil menghirup udara sejuk, juga gak menikmati suasana tenang dengan bangunan yang tertata rapi dan tidak memiliki desain modern, tapi dilengkapi dengan kebun yang cantik, sebaiknya jangan berkunjung ke daerah ini karena itu semua yang ditawarkan oleh Katoomba dan sekitarnya.

Satu hari adalah waktu yang kami siapkan untuk menikmati Leura dan Katoomba. Dua daerah ini kami pilih karena cukup mewakili liburan alam kami (tepatnya gw ih yang maksa Liz dan Ana untuk ngunjungi ini, dan akhirnya mereka dengan cantiknya mau ngikut, kekekeke). Rencana awal kami adalah berjalan dari Leura sampai Katoomba; kemudian menikmati panorama Blue Mountain khususnya “Jamison valley”, hutan hujan yang merupakan situs warisan dunia melalui “Scenic World” dengan kereta gantung tecuram di dunia sepanjang 545 meter. Yah, itulah rencana awal yang sudah direncanakan dari delapan bulan sebelumnya.

Rencana tour Leura - Katoomba
Rencana tour Leura – Katoomba

Namun sekali lagi, kenyataan emang tak selalu sesuai harapan. Di hari H, gerimis yang menyirami Sydney sejak subuh dengan dingin yang menusuk sampai ke hati tulang, cukup menghawatirkan, walaupun sebenarnya jarak dari King Cross ke Katoomba Station cukup jauh, yaitu 104 km. Tapi, karena sudah terlanjur buat rencana dan kami gak berniat mengubahnya (secara jadual full), maka tetap diputuskan ke Katoomba. Terus terang saat itu kami dengan bodohnya berharap Katoomba akan cerah, tanpa melihat prakiraan cuaca. So, tanpa membuang waktu, menlangkahlah kami dengan semangat ke stasiun yang ditempuh sekitar 5 menit dari hostel kami menginap. Setelah kebingungan beberapa menit, dipelototin mata biru indah dari cowok tampan karena dengan katronya gak tau cara pake tiket PP (return) yang sudah dibeli dengan harga AUD $11.4 sehingga membuat kemacetan di jam sibuk, akhirnya nemu juga cara ke sana yaitu dengan mengambil “Blue Mountain Line” dengan tujuan akhir Lithgow. Kereta datang, cari posisi enak biar bisa katro-katroan tanpa disewotin orang (yang sepi), dan duduk manis sambil menunggu jam 9.06, jadual keberangkatan.

Stasiun dan keretanya
Stasiun dan keretanya

Saat kereta mulai bergerak, ternyata hujan mulai berhenti dan langit mulai kembali cerah, tentunya wajah cantik kami tidak kalah cerah. Tapi, oh tapi, kecerahan itu hanya sementara. Diseparuh jalan, hujan mulai turun lagi, semakin lama seamkin deras, sangkin derasnya Ana sampai berdoa semoga sekalian turun salju karena memang kami ke daerah yang cenderung lebih tinggi, otomatis suhu lebih dingin dari Sydney, dan kemungkinan tetesan air menjadi butiran salju itu ada (ayeh, bahasanya). Tapi hal ini hampir mustahil terjadi di musim semi, sedingin-dinginnya hati gw suhu, sangat jarang menjadi salju, kalaupun terjadi itu adalah anomali, ketidakwajaran. Tapi, sejujurnya saat Ana berdoa gitu, gw ikut mengaminkan, secara gw juga belom pernah liat gimana salju itu sebenarnya, selain salju dari kulkas ye. Nah, ditengah kegalauan gw, antara mau salju atau langit cerah, tiba-tiba terjadi kegaduhan di gerbong berupa teriakan – teriakan tertahan. Setelah didengar dengan seksama dan dalam tempo yang sewajarnya, teriakan “snowing,snowing”-lah yang terdengar. Refleks kami liat ke jendela, dan memang benar, butiran air berubah menjadi butiran salju. Saat liat itu pertama, bahagia, ikut teriak, ambil foto, dan merekam. Kedua, kegalauan melanda karena rencana jalan-jalan sambil menikmati alam gagal, pastinya, selain itu, pakaian kami. Yess, pakaian kami dengan tebal seadanya ini sangat merisaukan. Walau kulit badak, tapi tetap ajah, lawannya salju. Belum lagi sepatu. Wah, labil tingkat gununglah. Masih dengan kegalauan, tak terasa sudah sekitar dua jam di kereta, dan akhirnya Leura Station kami lewatkan, diputuskan langsung ke Katoomba Station. Bukan karena berharap di sana cerah, tapi karena pasrah, gak ada pilihan lain lagi. Tiba di Katoomba Station, kami bingung campur bahagia. Bingung apa yang harus dilakukan karena jala tertutup salju, tapi sekaligus salju itu buat gw bahagia. Yeah, akhirnya gw bisa megang salju dan untuk melipur lara ini, kami menikmatilah hamparan salju tipis di depan mata dan tak lupa untuk berfotoan dari segala sudut.

3. Katoomba StreetPuas dengan sesi pemotretan, akhirnya diputuskan lagi secara cepat, bahwa setidaknya kami sampai di “Echo Point” untuk melihat formasi Three Sisters, legenda yang ada di Katoomba (seperti Gn. Tangkuban Perahu yng menarik karena legendanya juga). Sebenarnya kenekatan ini separuh karena merasa mampu melewati salju, separuhnya lagi karena gak mau rugi udah ngeluarin biaya tiket dan kehilangan waktu. LOL.

Our lonely road
Our lonely road

Melintasi jalan yang sepi dan bersalju waktu itu, kami merasa bagai tiga wanita tangguh dan gigih, tapi bagi penduduk lokal, sambil menikmati minuman hangat dan menerawang ke cuaca yang tidak wajar melalui kaca jendela, mereka melihat kami mungkin sebagai tiga cewek bodoh dan nekat. Tapi kami gak peduli. Sesekali berhenti sambil balurin minyak kayuputih di tangan, gemetaran, lanjut jalan lagi, berenti lagi, dan berpelukan. Yah memang seperti orang bodah. Sampai di satu titik kami gak kuat dan akhirnya berhenti di satu kedai kopi untuk menghangatkan badan. Untungnya penjaga kedai yang tampan, ramah, dan baik hati itu mau menerima kami yang basah kuyup kaya marmut imut masuk got.

4. Kedai kopiCukup merasa hangat dengan senyum manis abang penjaga kedai, eh dengan kopi pesanan kami, perjalanan dilanjutkan dengan sepatu yang dilapisi plastik (norak deh pokoknya) dan sesekali berhenti, akhirnya setelah dua jam perjalanan tiba juga kami di Echo Point ( Katoomba Station ke Echo Point hanya berjarak sekitar 3 km seharusnya bisa kami tempuh dalam waktu ±40 menit, kali ini kami tempuh dalam waktu dua jam).

Lonely and beautiful road
Lonely and beautiful road

5. RoadYup, terbayar sudah usaha kami, pemandangan indah Blue Mountain yang hijau terhampar luas di depan mata (yah separuhnya tertutup kabut habis badai salju), belum lagi menikmatinya sambil menghirup udara segar dan sejuk, jauh dari apa yang didapatkan dari Sydney. Untuk Three Sisters yang digembor-gemborkan itu, mungkin kami bertiga agak merasa “zonk” karena tidak semegah yang kami sangka, atau lihat di buku panduan. Three Sisters berupa batupasir yang tererosi dan membentuk 3 gundukan, mungkin yang menarik adalah legenda yang ada (bukannya sering begitu).

Three Sisters
Three Sisters

Berhubung habis badai salju, semua kegiatan berkaitan dengan alam seperti trekking dan “Scenic World” ditutup. Jadi, sekitar 20 menit kemudian, setelah cukup melepas lelah, berfoto, mengabadikan sudut-sudut yang menurut kami menarik, kami memutuskan untuk kembali ke stasiun dengan mengambil jalur sedikit memutar yaitu Prince Henry Cliff Walk sambil terus berjalan sambil menikmati pemandangan disekitarnya.

7. The routes7. Track

Trakcs
Trakcs

Tidak berjalan lebih jauh lagi, kami berbelok ke arah utara, dengan rute yang semakin menanjak dan akhirnya sampai di puncak dan perumahan warga dengan suguhan pemandangan yang spektakuler. Sangat menyejukkan kali ini beneran sampai ke hati.

Tanjakan pulang
Tanjakan pulang
Si Blue Mountain yang gak biru
Si Blue Mountain yang gak biru

Saat diperjalanan pulang, langit Katoomba akhirnya semakin cerah. Diperjalanan pulang kami berhenti dibeberapa rumah warga yang indah. Kami sangat menikmati jalan-jalan yang bersih dan rumah-rumah yang berjajar rapi dan indah dengan halaman yang gak kalah cantik.

Rumput tetangga
Ini beneran rumput tetangga lebih indah
salah satu dari sekian banyak rumah yang lucu dan kotak pos unyu'
salah satu dari sekian banyak rumah yang lucu dan kotak pos unyu’
Numpang nampang dan berteduh
Numpang nampang dan berteduh

Mungkin rencana banyak yang gagal diwujudkan, tetapi apa yang kami dapat, sungguh lebih dari cukup. Kalo gw punya kesempatan kembali ke Australia, negara bagian New South Wales, gw akan kembali ke Katoomba. For sure!!

Jalan jalan indah
Jalan jalan indah
See you Katoomba
See you Katoomba

oh ya, untuk info lebih lengkap tentang Blue Mountain region bisa buka di sini

http://www.bluemts.com.au/info/thingstodo/

P.S: thanks buat Liz sebagai kontributor foto2😀.