Sebelumnya gw muter-muter di Dataran Merdeka, dari sana gw nerusin perjalanan ke arah selatan. Target paling selatan gw adalah Brickfields (New Little India). Berhubung target berikutnya lumayan jauh, perjalanan sedikit gw selingin dengan naik LRT dari St. Pasar Seni yang gak sampai 10 menit kemudian sampai di ke St. Kuala Lumpur. Berhenti di sini ada beberapa bangunan bersejarah lainnya yang sayang untuk dilewatkan.

Rute Dengan insting seorang ahli bangunan bersejarah gadungan, observasi di mulai di Jalan Sulan Hishamuddin.

1. The Old Railway (Stasiun Kereta Api Lama)

Stasiun kereta api ini meupakan stasiun pertama yang di bangun di Kuala Lumpur. Pada awal pembangunanya, stasiun ini dibangun dari kayu dan daun nipah. Secara resmi digunakan pertama kali pada tahun 1886. Kemudian Arthur Benison Hubback mengambil alih desainnya dan pembangunan lebih lanjut selesai di tahun 1910 berkarakter bangunan Mughal dengan chattris yang elegaan (kubah bergaya India).

Old RailwayStasiun Tua ini digunakan sebagai stasiun utama sampai tahun 2001, saat semua fungsi utama dialihkan ke “KL Central Station” yang modern.

Old Railway

Sekarang stasiun lama digunakan untuk Komuter KTM.

2. Railway Administration Building (Gedung Administrasi Kereta Api)

Bangunan lain yang bergaya arsitektur Mughal dan didesain oleh A.B. Hubback ini, terletak persis di sebelah barat KL Old Railway. Pembangunannya selasai di tahun 1917 dan digunakan sebagai gedung administrasi untuk perusahaan kereta api hingga saat ini. Bagian bangunan di bagian utara mengalami kerusakan hebat akibat ledakan bom pada saat Perang Dunia II, kemudian tahun 1968, bagian yang sama mengalami kerusakan kembali akibat kebakaran.

KTM

3. Hotel Majestic

Di arah lebih selatan lagi dari kedua bangunan di atas, terdapat Hootel Majestic yang selesai didirikan pada tahun 1935 dengan gaya art-deco yang mewah. Bagunan yang sudah mengalami renovasi dan penambahan ini awalnya didirikan di area Konsulat Jendral Jerman pada saat Perang Dunia II.

Hote Majestic

Berjalan semakin ke selatan, sedikit berbelok malalui Jalan Tun Sambanthan, bangunan peninggalan kolonial yang bisa kita temui yaitu,

4. Gedung Sulaiman

Berbelok ke arah timur ke Jalan Tun Sambanthan, terdapat bangunan bersejarah lainnya yaitu
Sulaiman Building”. Gedung ini diangun pada tahun 1933 dan dinamai sesuai dengan Pemerintah yang berkuasa di Selangor saat itu. Awalnya bangunan yang berstruktur klasik ini merupakan Kantor Departemen Pajak dan Registrasi, kemudian digunakan sebagai Pengadilan Shariah Federal, dan saat ini gedung ini dikosongkan karena dalam tahap rekonstruksi.

Sulaiman Building

 5. Holy Rosary Church (Katedral Holy Rosary)

Bila terus menelusuri jalan ini ke ara selatan, jangan lupa perhatikan bangunan di sebelah timur jalan karena ada satu gedung tua lainnya yang juga indah. Katedral Holy Rosary. Gereja yang pembangunanya selasai pada tahun 1904 ini merupakan inspirasi dan rencana dari misionari dari Prancis, Fr Francis Terrien dengan bantuan dana dari Chinese Catholic congregation.  dengan gaya arsitektur French Gothic Revival. Geraja Katolik Roma ini mengalami kerusakan pada saat Perang Dunia II.

Holy Rosary

Akhirnya perjalanan harus dilanjutkan ke Brickfields (new Little India). See ya ^_^.