Dari Tokyo ke Kyoto, dan sekarang melipir ke arah lebih selatan lagi yaitu Osaka. Uh, untuk makanan Osaka memang terkenal pusatnya. “kuidaore” yang artinya makan sepuasnya, atau makan sampai tak kuat makan lagi, terkenal di Osaka. Oleh karena itu. Osaka jadi gudangnya makanan. Hem, jadi kamipun gak melewatkan makanan yang sengaja kami lewatkan di Tokyo dan Kyoto agar kami santap di Osaka.

Takoyaki

TakoyakiYupss, siapa yang gak kenal makanan ini kalo sudah bicara makanan Jepang. Cemilan dari tepung yang digoreng bentuk bulat dan diisi dengan irisan gurita rebus ini adalah salah satu cemilan khas dari Osaka. Rasanya gak lengkap kalo gak nyoba ini, hem, berhubung banyak pilihan, akhirnya Takoyaki pertama kami coba di street stall dekat dengan hotel kami nginap yaitu di Jan Jan Yakocho Street.

Takoyaki StallPertama makan Takoyaki ini gw agak kaget, kenapa? Karna beda dengan yang sering gw beli di Samarinda, kenyal sekali, Takoyaki ini adonan tepung bagian dalamnya sangat lembut. Saat di makan sangat melting di mulut, kami sempat saling memandang (agak berlebihan), kami pikir ini salah, ternyata setelah jalan di hari berikutnya, Takoyaki di Osaka memang lembut. Irisan guritanya kenyal dan mayonise-nya tidak terlalu asin. Takoyaki yang harganya ¥400 isi 6 ini, gw kasih nilai 8 dari 10.

Grilled Skewer

Grilled skewerMmm, untuk memudahkan gw sebut grilled skewer, sebenarnya ini cemilan yang juga belinya gak jauh dari stall Takoyaki. Masih di jalan yang sama, Jan Jan Yakocho, Tennoji Area. Cemilannya bermacam jenis daging yang di tusuk seperti sate dan di panggang, selain itu ada juga bawang putih sama cabe yang dipanggang. Yang gw coba grilled pork, kulit ayam, dan ayam. Panggangan ini lebih berasa dibandingkan Takoyaki. Lumayan enaklah. Untuk nilainya gw kasih 8,5 dari 10. Harga setusuknya ¥100.

Kushikatsu

KushikatsuNah, Kushikatsu ini berupa lauk atau syuran yang di lapisin adonan tepung terus digoreng. Seperti rasa yang sudah-sudah, bagian tepung di kushikatsu ini hambar, untuk menambah rasa memang selalu disediakan saos berwarna hitam yang cair dan rasanya asin. Untuk lauk di dalamnya sendiri sepertinya tidak menggunakan bumbu juga. Jadi rasa yang dihasilkan sesuai daging pesanan. Gw waktu itu mesan jamur shitake, pork, dan ayam. semuanya gw suka, karna gorengannya garing. Untuk rasa gw kasih 8 dari 10. Satu tusuk kushikatsu bervariasi tergantung dari isinya, antara ¥80 – ¥250.

Kushikatsu 2Lokasi warungnya masih di Jan Jan Yokocho Street, tempatnya lumayan cozy untuk sarapan. Gw suka suasananya dan bagain dalam warung ini, ditambah lagi kokinya ramah.

Bento Ikan dan Sup Miso

BentoBento jadi menu pilihan makan siang saat di Osaka, rasanya emang kurang lengkap kalo belum coba bento di Jepang. Sebenarnya bento artinya adalah bekal, jadi harusnya di bungkus, tapi untungnya toko bento yang kami datangi bisa makan di dalam, jadi deh kami coba. Lokasinya di Kuromon Ichiba Market atau yang disebut sebagai Osaka Market.

Bento yang gw pilih kali ini adalah bento makarel panggang dengan tambahan sop miso polos. Bento ini ternyata isinya rame, ada mie dan acar yang asin dengan nasi yang ditaburin wijen dan dikasih satu buat peach kering, peach ini ternyata asam pake banget, alhasil gak di makan, atau curiga cuma hiasan, kami aja yang sok nyoba rasanya. Makarel panggang seperti biasa, sangat asin, ada salad kol yang diiris sangat tipis dan ditaburi mayonise. Telur dadar gulung sama dengan yang sebelumnya digoreng tidak begitu kering dan hambar. Sup miso kali ini tidak senikmat yang sebelumnya gw makan, karna gw gak ngeh bumbu-bumbuan di sana jadi gw gak tau persisnya apa yang kurang (rata-rata hambar juga), hanya saja gak semantap yang sudah-sudah. Untuk porsinya yang banyak dan beragam dengan harga ¥450 (udah sama sop miso yang seporsi ¥50), gw kasih nilai 8 dari 10.

Bento 2

Okonomiyaki

Okonomiyaki 1Finally, Okonomiyaki. Menu lain yang menjadi unggulan Osaka selain Takoyaki. Ngomongin tentang makanan yang satu ini pastinya pas banget kalo di coba di Dotonbori, daerah pusat makanan dan belanja di Osaka. Okonomiyaki ini kalo kata Opik, Bertho, ama Liz (temen jalan gw), sepertinya kami semua sih sepakat, kalo di Indonesia adalah martabak telur. Hanya bedanya, di bagian dalamnya lebih lembut, cenderung lembek (sepertinya mereka senang skali bagian dalam cemilan dibuat melting) dan disajikan di atas tatakan alumunium yang panas. Ada dua macam Okonomiyaki yang kami pesan; rasa original dan seafood. Untuk original, sayur-sayuran seperti kol, daun bawang, bawang bombai, dan jamur, dibagian atasnya diberi mayonise dan ditaburi  irisan sangat tipis ikan yang dikeringkan. Okonomiyaki original ini sangat terasa bawangnya, jadi yang gak gitu  doyan bawang sebaiknya jangan pesan, tapi secara rasa enak. Gw suka. Okonomiyaki seafood lebih dahsyat lagi rasanya. Irisan cumi, gurita, dan udangnya lumayan besar, jadi gak mengecewakan dan tetap ada irisan bawang bombai sedikit. Selain ditaburi mayonise dan irisan sangat tipis ikang yang dikeringkan, diatasnya ditambah saos yang rasanya seperti saos tiram, jadi menambah kelezatan Okonomiyaki.

Okonomiyaki 2Tempat makan yang kami pilih ini enak untuk membawa teman dan ngobrol agak lama karna penyajiannya juga lumayan lama. Sekitar 45 menit. Dengan dua Okonomiyaki dan 2 minuman kami harus mengeluarkan uang sekitar ¥2000. Walaupun harganya termasuk gak murah, karena rasanya enak Okonomiyaki ini dapet nilai 9 dari 10 untuk yang original (sayuran) dan untuk yang seafood gw kasih 9,5 dari 10.

Boiled Skewer

Boiled Skewer 1Jajanan yang ditusuk seperti sate, selain di panggang, ada juga yang di rebus. Kalo yang dipanggang hangat, jajanan rebus yang gw coba ini malah dingin. Pilihannya lebih banyak dibandingkan yang dipanggang malam sebelumnya. Ada berbagai macam sosis, udon yang dililitkan di tusukan, ada tofu yang digoreng dulu kemudian di rendam, ada tofu rebus, berbagai macam ikan, dan daging. Dari bermacam pilihan, gw coba sosis ayam dan ikan. Kedua jajanan ini disajikan dingin dan direndam di cairan yang asin, selain itu ditambah dengan wasabi. Menurut gw ini penyajian yang rasanya aneh karena terlalu bercampur dan sangat kontras; rasa ikan dicampur dengan saos cair yang masam dan wasabi yang sedikit pahit dan pedasnya nyelekit, buat gw gak pas. Jadi untuk rasa gw kasih 6,5 dari 10. Harga setusuknya antara ¥100 – ¥150.

Boiled Skewer 2

Makarel Panggang dan Sup Miso

Breakfast 1Lagi-lagi gw coba Makarel panggang dan tetep ada sop miso-nya. Ntah kenapa selama di Jepang tanpa sop miso ini rasanya ada yang kurang kalo makan nasi, kecuali nasi kari. Menu yang super banyak untuk sarapan kedua di Osaka, tepatnya di Kansai International Airport ini gw pilih karna saat itu di food court bandara banyak yang milih ini, gw jadi berfikir “ah, menu itu sepertinya enak karna rame dan banyak.” LOL.

Makarel panggang ini rasanya asin (ntah mereka kalo panggang makarel emang asin banget kali yah), makanya untung juga gw selalu pesen sop miso yang hambar dan polos, sehingga menetralkan atau saling melengkapi dengan rasa ikan. Sayur yang gw pilih adalah terong (jauh-jauh ke Jepang, jatuhnya ini juga :D). Terong ini di masak lembut dan manis dan sedikit ditaburin wijen.

Breakfast 2Dengan menu yang seabrek-abrek ini, gw merogoh kocek sebesar ¥730, setiap menu ada harganya sendiri-sendiri (prasmanan). Untuk rasa gw kasih 8 dari 10.

Dari pusat makanan di Jepang Osaka, baru segitu makanan yang gw coba (sepertinya ada satu lagi menu yang kelewat, Cuma gw lupa namanya dan gak punya fotonya -_-‘’). Gimana makanan pertama kalian di Jepang?