Paket Jalan – jalan Hemat di Chinatown, Kuala Lumpur

Chinatown, ehmm, buat gw, ini adalah tempat yang selalu di cari saat bepergian. Gw selalu cinta dengan makanan oriental. Jadi, begitupun saat ke Kuala Lumpur, tempat ini tidak lepas dari incaran. Bahkan gw memilih untuk nginap di lokasi ini. Chinatown selalu identik dengan jualan dengan harga miring dan makanan yang enak dan murah. Begitu juga dengan yang di Kuala Lumpur. Walaupun tempat gw nginap, Chinatown Inn cukup berisik bersamaan dengan dimulainya kehidupan pasar, tapi gw gak nyesel memilih daerah ini (untuk yang travelnya dengan biaya terbatas seperti gw). Kenapa begitu? Pertama gw gak usah repot-repot jalan jauh kalo ada yang lupa dibeliin oleh-oleh, kalo laper juga begitu, selain itu ada beberapa kuil Hindu dan Klenteng yang bisa dikunjungin dan semuanya gratis.

Titik - titik penting

Titik – titik penting

Sarapan, Makan Siang, Makan Malam, dan Belanja di Jalan Petaling

Petaling StreetBuat yang sudah sering bepergian, terutama yang suka hunting barang murah, sepertinya nama jalan ini sudah gak asing lagi. Disini bisa kita temui beragam jualan dari kaos, pernak-pernik, barang elektronik, tas, dan yang lainnya dengan harga yang relatif murah. Selain itu, berbagai makanan oriental juga tersedia disini. So, gw yang sangat menikmati makanan oriental, gak salah milih tinggal di lokasi ini karna kalo mau makan tinggal ngesot ke lokasi penjaja makanan jalanan.

Sarapan, makan siang

Sarapan, makan siang

Makan malam

Makan malam

Berburu Oleh – oleh di Pasar Seni

Pasar SeniSetelah menikmati sarapan enak di Jalan Petaling, gw memutuskan untuk lanjut ke Pasar Seni di bagian utara. Lokasinya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama sepuluh menit dengan kecepatan gw. Ngiiik. Pasar Seni ini awalnya di bangun tahun 1888 dan seiring berjalannya waktu dan kebutuhan, mengalami penambahan bangunan dan pemugaran.

Mampir di Sze Ya Temple

Sze Ya TempleSelesai belanja gw ngintip sebentar sebuah kuil cina yang lokasinya ada di timur Pasar Seni dengan waktu tempuh sekitar 3 menit masih dengan kecepatan gw. Nama lengkapnya Sin Sze Si Ya Temple. Berdasarkan info dari wikipedia yang gw baca (karna gak berani deket2, secara sepi anget waktu gw ngintip), kuil ini dibangun dan dibiayai oleh pekerja Yap Ah Loy sebagai dedikasi terhadap Sin Sze Ya dan Si sze Ya yang memimpinnya melawan dan mempertahankan Kuala Lumpur dari musuh pada saat perang (1870-1873). Kuil ini bisa dibilang menjadi saksi bangkitnya dan berkembangnya Kuala Lumpur.

Mampir juga di Guan Di Temple

Dari Sze Ya Temple, gw keluar melalui Jalan Tun H S Lee karena bila terus mengikuti jalan ini ke arah selatan, akan sampai di Guan Di Temple pada jarak sekitar 150 meter, kuil Taoist yang dibangun pada tahun 1888. Di web wonderful malaysia, kuil ini didedikasikan untuk salah satu pahlawan perang terhebat di Cina yaitu Jenderal Kwan Guan Di atau guan Yu. Jenderal ini digelari “God of War” karena kemampuan berperang yang luar biasa, oleh karena itu juga banyak masyarakat Cina yang percaya bahwa perlindungan yang diberikannya. Namun, kepercayaan itu hanya diberikan kepada mereka yang memiliki pikiran bersih.

Guan Di Temple

Gerbang Guan Di Temple

Tidak dipungut biaya untuk masuk ke kuil ini dan melihat berbagai prosesi para penganutnya, tapi kita bisa mendukung kuil ini dengan memberikan donasi. Selain itu, karena ini termasuk kuil yang cukup sibuk di Kuala Lumpur, sepantasnya kita menghargai prosesi mereka dengan bertingkah sopan dan tidak mengganggu.

Guan Di Temple 2Oh yah, kuil ini dibuka dari pukul 07:00 – 19:00.

Melintas di Sri Mahamariamman Temple

Melipir sekitar 50 meter ke arah selatan lagi, kita bisa menemukan Kuil Sri Mahamariamman. Kuil yang dibangun pada tahun 1873 ini merupakan kuil Hindu tertua dan terkaya di Kuala Lumpur dengan ornamen menara “Raja Gopuram”, ciri khas kuil di India Selatan.

Sri Mahamariamman Temple

Sri Mahamariamman Temple

Melipir ke Chan She Shu Yuen Temple

Kembali ke Jalan Petaling, terus ke arah selatan, paling ujung jalan dan persis di hadapan Bundaran Merdeka, berdiri dengan megah Kuil Chan She Shu Yuen. Kuil yang pembangunannya selesai pada tahun 1906 ini didirikan untuk komunitas Cina dari keturuna klan “Chan”. Dengan jam buka 08:00 – 17:00, kita bisa masuk tanpa dikenai biaya. Kuil Chan She Shu Yuen yang megah ini memiliki ukiran pada dinding yang indah dan ornamen atap yang mewah.

??????????

Ornamen pada kuil

Menengok Kuan Yin Temple

Dipertigaan Bundaran Merdeka dan Jalan Stadium, terdapat Kuil Kuan Yin. Kuil yang terletak di atas bukit dekat Stasium monorail Maharajalela ini dibangun pada tahun 1880 dan didedikasikan kepada “Goddess of Mercy”, Kuan Yin. Pada jam-jam beribadah (12:30-13:45) dari kuil ini bisa didengar lantunan “Namo Guanshiyin Bodhisattva” yang indah.

Kuan Yin Temple

Yakkkss, Kuan Yin Temple merupakan perhentian terakhir Paket Jalan – jalan hemat di Chinatown dan sekitarnya. Hemat di sini kalo bener – benar jalan gak belanja yah, modal kaki, dengkul, ama niat :). Enjoy Chinatown fellas!!

One thought on “Paket Jalan – jalan Hemat di Chinatown, Kuala Lumpur

  1. Pingback: Sehari di Kuala Lumpur, Malaysia | Senang Senang Yuks

Menurut pejalan gimana? ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s